Jumat, 11 Maret 2011

Evolusi Brand TUDOR

“For some years now I have been considering the idea of making a watch that our agents could sell at a more modest price than our Rolex watches, and yet one that would attain the standards of dependability for which Rolex is famous. I decided to form a separate company, with the object of making and marketing this new watch. It is called the Tudor Watch Company.”

Penggalan pengumuman diatas diucapkan pada tanggal 6 Maret 1946 oleh HANS WILSDORF yang pada 10 tahun pertama abad ke 20 telah mendirikan perusahaan jam yang menjadi sangat terkenal hingga saat ini: ROLEX. Dan akhirnya tanggal 6 Maret itulah ditetapkan sebagai tanggal lahirnya brand TUDOR dan dimulainya kampanye produk secara gencar.

Tanggal itu pula Wilsdorf meresmikan perusahaan barunya Montres Tudor SA. Nama TUDOR sendiri pada tahun 1926 telah d register oleh sebuah perusahaan jam Swiss bernama, “Veuve de Philippe Hüther,” dan pada tahun 1936, Wilsdorf mengambil alih semua saham atas nama dirinya. Pada Bulan Maret 1946, Tudor mulai melakukan ekspansi produk. Hans Wildorf, yang sebelumnya menjadi sangat terkenal karena produk OYSTER dan PERPETUAL untuk brand ROLEX-nya mulai mengatur strategi untuk memposisikan brand barunya. Pada saat itu, Rolex sudah menjadi brand yang terkenal untuk kualitas dan prestige dari produk-produknya. Dengan merek TUDOR, Hans Wilsdorf menginginkan cakupan yang lebih luas dari produk yang dimilikinya dengan jaminan kualitas produk yang tidak kalah dengan 'saudara tuanya' yaitu ROLEX. Tudor dibuat dengan menggunakan teknologi, tim desain dan jaringan distribusi di seluruh dunia serta after sales yang baik yang digunakan juga oleh ROLEX.

Pada tahun 1947, Tudor mulai meluncurkan Tudor Oyster. Dan diikuti oleh produk Tudor Oyster Prince pada tahun 1952. Sesuai dengan nama yang disendang dalam produknya 'Oyster’, produk pertama Tudor ini menunjukkan hubungan yang dekat dengan ROLEX dan dibuat dengan menggunakan teknologi yang sama dengan ROLEX. Karena itu dalam setiap promosi-nya TUDOR menuliskan “Sponsored by Rolex”, dibawah logo Tudor. Fokus komunikasi pada setiap kampanye produk menunjukkan bahwa produk TUDOR ditujukan kepada target pasar yang berbeda dengan ROLEX. Pada contoh salah satu media promosi cetak TUDOR menunjukkan situasi seorang pekerja yang sedang melakukan pekerjaan berat, seorang pengendara motor yang berpetualang di sebuah jalan pegunungan atau sebuah iklan yang 'agak sulit dimengerti' adalah seorang pekerja yang sedang melakukan pekerjaan mengebor jalan atau batu. Gambar-gambar provokatif pada iklan TUDOR diiringi dengan tulisan/slogan “Punished without mercy! – Triumph of the new self-winding watch." TUDOR hendak menyampaikan pesan yang kuat bahwa produk mereka sangat solid, tangguh sekaligus akurat.


TUDOR berhasil memposisikan dirinya dalam jajaran merek-merek jam ternama pada saat itu dengan menekankan pada penggabungan teknologi, modernitas dan desain yang elegan. Pada tahun 1952, setelah menyertakan 30 buah Tudor Oyster Prince dalam sebuah ekspedisi ilmiah ke North Greenland yang diorganisasikan oleh Royal Navy, TUDOR memutuskan untuk melakukan ekspansi pada sisi teknologi yang fungsional pada setiap produknya. Produk baru yang diperkenalkan adalah jam selam profesional Tudor Prince Submariner. Produk ini kemudian digunakan oleh American Navy pada periode 1962 sampai 1964 dan oleh French Navy pada periode tahun 1970 sampai 1984. Jenis jam profesional lain yang diproduksi adalah Tudor Oysterdate Chronograph yang diperkenalkan mulai tahun 1970 dan berhasil menarik perhatian banyak penggemar jam pada saat itu dan kini menjadi salah satu jenis TUDOR vintage paling banyak dicari..


PERUBAHAN LOGO TUDOR

Produk pertama TUDOR yang keluar pada tahun 1920 (merupakan model TUDOR pertama kali dan belum diambil alih oleh WILSDORF) hanya menuliskan kata TUDOR pada dial-nya. Pada tahun 1936, perusahaan merubah tampilan logo-nya dengan menambahkan decorative double-rose (atau mawar dalam sebuah mawar). Logo ini kemudian diganti lagi dengan hanya menampilkan logo mawar pada dial yang menunjukkan fokus perusahaan pada 'gaya' dan 'elegance'.

Pada akhir tahun 60an, fokus TUDOR berubah dari membuat produk yang elegan dan gaya menjadi fokus pada ketangguhan dan fungsi yang mumpuni. Untuk menunjukkan perubahan ini, maka TUDOR kembali merubah logonya dari sebuah mawar menjadi bentuk semacam tameng, dan logo ini digunakan sampai sekarang.


Melihat perkembangan merek TUDOR sangat menarik karena pada awalnya merek ini ditujukan kepada orang-orang yang menginginkan sebuah ROLEX namun secara financial tidak mencukupi. Dengan selalu menyebutkan 'product by ROLEX' dll, maka orang yang mengenakan TUDOR serasa mengenakan juga ROLEX karena dalam setiap jam TUDOR terdapat DNA dari ROLEX. Perkembangan jaman menuntut adanya perubahan dan TUDOR memutuskan untuk 'keluar' dari bayang-bayang ROLEX dengan mulai mengurangi penggunaan logo dan tulisan ROLEX pada setiap produknya dan diganti dengan tulisan serta logo TUDOR. Menurut saya, perubahan ini seperti menghilangkan juga 'warisan' ROLEX dalam setiap produk TUDOR dan disadari atau tidak, penggemar TUDOR yang dulunya memiliki ikatan dengan TUDOR karena adanya DNA ROLEX didalamnya juga seolah terputus. Apalagi setelah desain-desain TUDOR modern mulai jauh dari desain klasik ROLEX dan memang itu adalah salah satu cara bagi TUDOR untuk bisa lebih menonjolkan merek dan identitas TUDOR dan melepaskan bayang-bayang ROLEX. Apakah cara itu berhasil meningkatkan citra merek TUDOR?....hmmm...I don't think so...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.