Tampilkan postingan dengan label A Cara membaca skala Tachymeter. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A Cara membaca skala Tachymeter. Tampilkan semua postingan

Kamis, 28 Mei 2009

Telemeter and Pulsation Chronograph: How to read?

Pada posting sebelumnya saya sudah membahas mengenai bagaimana cara membaca skala Tachymeter pada sebuah jam Chronograph analog. Fungsi chronograph tidak hanya digunakan untuk mengukur kecepatan sebuah object pada rentang jarak tertentu, tapi juga banyak fungsi lain. Fungsi lain yang dibahas pada posting kali ini adalah Fungsi Chronograph Telemeter dan Pulsation.

TELEMETER CHRONOGRAPH.

Chronograph Telemeter berfungsi untuk mengukur jarak sebuah fenomena (kejadian) yang terlihat dan kemudian terdengar. Saat sebuah fenomena terlihat secara visual, fungsi chronograph diaktifkan dengan menekan tombol chronograph atas. Kemudian saat terdengar suara dari fenomena itu, matikan fungsi chronograph dengan menekan tombol bawah. Posisi jarum detik besar akan menunjukkan sebuah angka dan itulah jarak antara anda dan fenomena tersebut.


Contohnya adalah untuk mengukur jauh jarak sebuah petir yang terlihat kilatannya dan kemudian terdengar suaranya oleh pengamat. Perhitungan jarak ini didasarkan pada standar kecepatan bunyi di udara yang memiliki kecepatan sekitar 340m/ detik. Gambar dibawah adalah contoh sebuah jam yang menggunakan fungsi chronograph Telemeter dengan standar jarak dalam satuan Kilometer (Km).



PULSATION CHRONOGRAPH

Jam chronograph dengan fungsi Pulsation seringkali disebut sebagai doctor's watch karena emmang fungsinya adalah untuk menghitung denyut nadi seseorang. Penghitungan denyut dimulai bersamaan dengan saat fungsi chronograph diaktifkan. Saat denyutan mencapai 30 kali, fungsi chronograph dimatikan. Dalam jam Pulsation terdapat 3 standar penghitungan denyut yaitu pada denyutan ke-10, 20 dan 30 kali. Tergantung dari standar penghitungan yang digunakan jam itu. Setelah fungsi chronograph dimatikan, angka yang ditunjukkan oleh jarum detk besar adalah banyaknya rata-rata denyutan per menit.

Gambar dibawah adalah contoh dari sebuah jam chronograph Pulsation dari brand Seiko yang dibuat tahun 70-an. Pengukuran denyut pada jam ini menggunakan standar dasar 10. Diameter jam ini besar sekitar 42-43mm dan semakin sulit didapat.


Contoh jam Pulsation chronograph dibawah menggunakan dasar perhitungan 30 dan dibuat oleh Vacheron Constantin pada tahun 40-an. jam ini sangat cantik dan langka!

Detail dial jam. (gambar diambil dari internet)


Minggu, 03 Mei 2009

How to Read Tachymeter Scale?

Beberapa pertanyaan dan permintaan saya terima mengenai hal yang selama ini memang seharusnya kita tahu yaitu: apa fungsi bezel tachymeter pada sebuah jam chronograph (stopwatch) dan bagaimana cara membaca dan menggunakannya? Sebelumnya kita harus mengetahui dulu apa manfaat dari Tachymeter tersebut.

Tachymeter adalah sebuah alat ukur yang berguna untuk mengukur kecepatan sebuah objek yang berjalan dengan batas standar jarak pengukuran adalah 1 km. Sebuah bezel tachymeter dapat mengukur sebuah objek yang memiliki kecepatan minimal 60km/jam karena itu angka yang tertulis pada bezel tachymeter biasanya 60 (posisi angka 12).

Sebelum menggunakan tachymeter posisikan jarum penghitung (biasanya jarum detik) pada posisi angka 12 (lihat gambar diatas), dengan cara menekan kenop atas dari jam chronograph dan menekan kenop bawah untuk me-reset kembali ke angka 12. Saat objek mulai melewati garis awal perhitungan, fungsi chronograph dapat mulai berjalan. Dan setelah objek melewati batas 1 km, penghitungan dimatikan (dengan menekan kembali tombol diatas).

Untuk mengetahui kecepatan objek itu bisa dilihat pada posisi yang ditunjukkan oleh jarum detik. Misalkan jarum detik menunjuk angka 4 dan petunjuk angka d Tachymeter pada posisi angka 4 adalah 180. Ini berarti kecepatan objek itu adalah 180km/jam.

Pertanyaan berikutnya adalah: Bagaimana dengan objek yang kecepatannya jauh dibawah 60km/jam? apakah tetap isa dihitung dengan skala tachymeter? jawabannya: Bisa, tapi dengan pengaturan standar awal yang sedikit berbeda. Skala standar pengaturan tetap mengacu pada jarak 1km.

Misalkan seorang perenang akan diukur kecepatannya dalam lomba renang sprint 200m. Perhitungan dimulai saat si perenang lompat dan berakhir saat tangannya menyentuh dinding kolam di seberangnya. Misalkan saat tangannya menyentuh dinding, waktu yang ditunjukkan adalah 15 detik (jarum detik di posisi angka 3). Menurut skala tachymeter angka yang ditunjukkan adalah angka 240km/jam. Karena jarak yang ditempuh hanyalah 200m dari 1km (1000m) maka kecepatan yang ditunjukkan dibagi dengan 5 (karena 1000m : 200m = 5). Sehingga kecepatan sebenarnya dari perenang itu adalah 240km/jam : 5 yaitu 48km/jam.

Bagaimana dengan mengukur kecepatan sebuah objek yang kecepatannya jauh lebih tinggi dari 60km/jam? misalkan kita ingin mengukur kecepatan sebuah pesawat terbang. Prinsipnya tetap sama, tapi yang menjadi patokan adalah bukan lagi 1km melainkan 10km. Dan ini juga berarti angka yang ditunjuk pada skala tachymeter akan selalu dikalikan dengan 10. Contoh, sebuah pesawat terbang dalam melakukan perjalanan 10km ternyata hanya membutuhkan waktu selama 30 detik (posisi jarum detik di posisi angka 6). Pada skala tachymeter angka yang ditunjukkan adalah 120km/jam. Karena standar jarak yang digunakan adalah 10km maka kecepatan sebenarnya pesawat itu adalah 120km/jam x 10 yaitu 1200km/jam.

Semoga penjelasan sederhana ini dapat membuat anda mengerti dan memahami fungsi bezel skala tachymeter pada sebuah jam chronograph dan bagaimana cara menggunakannya.