Tampilkan postingan dengan label A GTG penggemar jam antik. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label A GTG penggemar jam antik. Tampilkan semua postingan

Rabu, 15 Juli 2009

GTG Ke-3 Komunitas Penggemar Jam di Jakarta

Komunitas penggemar jam terutama jam antik tak terasa sudah mencapai ratusan anggota, walau memang anggota yang aktif baru puluhan orang saja. Semua ini berkat ide, pemikiran dan usaha pendiri, sesepuh dan koordinator komunitas ini yaitu Bung Hendra Kusuma (www.arlojimania.net). Dari milis yang dibentuk di yahoogroups lahirlah banyak blog anggota komunitas yang memiliki passion pada dunia horologi ini. Temu secara virtual ternyata tidaklah cukup, kemudian muncul ide untuk 'kopi darat' dalam bentuk GTG (Get ToGether) untuk anggota yang tergabung dalam milis. GTG pertama dan GTG kedua dilakukan di kota tempat koordinator berada yaitu Bandung dan GTG ke-3 dilakukan tanggal 5 Juli 09 kemarin di Jakarta.

Sebelum acara GTG, ada usulan untuk membuat nama bagi komunitas ini dan juga membuat logo yang bisa dibuat sebagai souvenir bagi peserta yang mendaftar pada acara ini. Lalu setelah beberapa usulan nama dan desain, muncullah nama KRONOMETROFILIA yang diusulkan oleh Bung Moderator dengan latar belakang pemikiran dan alasan nama tersebut. Lalu diadakanlah sayembara pembuatan logo komunitas dan dari banyak ide yang masuk dipilihlah desain karya sdr Ivan sebagai logo resmi Komunitas dan GTG ke-3.

Acara GTG diadakan di Restoran Gado-Gado Boplo Panglima Polim pada tanggal 5 Juli 2009. Peserta yang mendaftar ternyata lebih banyak yang diperkirakan. Jumlah yang mendaftar lebih dari 60 orang dan yang benar-benar hadir 53 orang, beberapa rekan mendadak tidak bisa hadir karena ada keperluan mendadak. Ternyata tidak semua yang datang adalah member dari milis arlojiantik, sebagian lagi mendapat info GTG ini dari rekan mereka yang lain dan menelepon langsung kepada panitia untuk bisa hadir dalam acara itu. Acara ini juga dihadiri oleh perwakilan dari Orient Indonesia, Pak Justin sebagai owner, dan juga Ibu Susan sebagai perwakilan dari media The Jakarta Post.

Selain ajang silaturahmi dan perkenalan antar anggota komunitas, acara juga diisi dengan pemutaran video dari Glashutte milik rekan Wiyono dan ada doorprice berupa jam tangan LaSalle yang merupakan sumbangan dari Bung Kucimo dan koper jam dari panitia. Setiap peserta yang hadir mendapatkan goodie bag berisi kaos polo komunitas, topi (buat piranti hunting jam) dan sticker. Dari pengalaman yang sudah-sudah, perhatian para anggota melulu kepada koleksi jam yang dihampar di meja panjang dan bukan pada presentasi ataupun door prize. Dan memang itu tujuan setiap GTG: ngobrol jam, liat koleksi jam...dan (kalau bisa) beli jam!

Setiap GTG selalu terjadi transaksi dan begitu juga dengan GTG kali ini bahkan setahu saya transaksi yang terjadi lebih besar dan banyak, mengingat peserta yang hadir juga 2 kali lipat dari GTG sebelumnya. Acara dimulai jam 11.30 dan berakhir jam 15.30. Berikut beberapa gambar yang sempat saya ambil dalam acara ini:

Hidangan yang disajikan oleh pihak Boplo memang enak tapi jauh lebih enak hidangan utama acara GTG ini: Koleksi-koleksi jam yang unik, antik dan cantik! ada yang rapi ditaruh dalam koper atau kotak jam dan tidak sedikit pula yang dihampar saja di meja.

Hampir setiap orang saya perhatikan melakukan hal ini: Lihat, sentuh, pegang, ambil dan pakai! karena memang koleksi-koleksi yang ditampilkan sangat menggoda!

Bung moderator selalu membuat kejutan. Setelah pada GTG sebelumnya beliau membawa 4 buah jam Seiko automatic chronograph 'UFO' sebanyak 4 buah, GTG kemarin yang beliau bawa adalah 6 buah Omega seamaster thn 70-an yang setipe! bukan main!...cantik-cantik..

Selain koleksi jam, juga ada peserta yang membawa asesoris jam seperti strap dll untuk bisa dibeli oleh peserta yang lain.


Jamie (gambar bawah) member yang beruntung pada hari itu mendapatkan door prize sebuah jam LaSalle dalam kondisi NOS (New Old Stock).
Ini adalah member-member lama milis arlojiantik dan peserta tetap setiap GTG yang tergabung dalam kelompok 'Laskar Pelangi' atau kelompok 'Laskar Narsis' ya?.. :-)

Banyak wajah-wajah baru hadir dalam GTG kali ini, mungkin karena diadakan di Jakarta jadi lebih punya banyak kesempatan untuk ikut. Sampai bertemu di GTG Berikut!

Minggu, 12 Juli 2009

Liburan Ke Yogya

Beberapa sms dan email saya terima dan semuanya menanyakan kenapa kok blog jamkuno dan jualanjam selama beberapa hari tidak ada posting baru. Beberapa menebak kalau saya sedang jenuh dengan hobi ini jadi tidak lagi update blog, dan sebagian lagi mengira saya demikian sibuknya dengan pekerjaan sampai tidak sempat update blog. Selama beberapa hari kemarin saya memang tidak menyentuh komputer karena bersama keluarga sowan ke rumah orang tua di Yogya. Dan seperti biasa, setiap ke yogya saya sempatkan untuk bertemu dengan sesama penggemar jam antik.

Hari itu saya ditemani oleh seorang rekan penggemar jam antik di Yogya yang juga pelanggan tetap blog jualanjam. Seperti kunjungan-kunjungan sebelumnya, si empunya rumah yang kami datangi mengenakan sarung karena memang Yogya beberapa hari terakhir panas sekali. Setelah berbasa-basi menanyakan kabar, saya dan teman yang kebetulan juga membawa beberapa koleksi untuk di-share segera menggelar koleksi di meja ruang tamu. Beberapa koleksi tuan rumah yang menarik saya tampilkan dalam posting ini. Memang sudah tidak banyak jam Omega yang tersisa dari beliau karena sebagian besar sudah dijual, termasuk ke saya juga :-). Kini beliau memiliki fokus utama untuk mengoleksi Omega lama tipe sport dan juga jam-jam merek lain yang diutamakan berdiameter besar.


Omega diatas adalah Speedy NASA dari generasi yang berbeda. Speedy sebelah kiri beliau dapatkan dari tangan pertama yang membeli jam itu pada awal 70-an yang masih dilengkapi dengan box dan manual. Sayang, karena penyimpanan yang kurang baik kondisi box speedy jadi rusak. Speedy sebelah kanan dari generai produksi yang lebih muda.

Omega chronostop diver diatas merupakan akuisisi terakhir yang didapatkan dari sebuah kota kecil Parakan, Temanggung. Beliau juga menginformasikan kalau di daerah-daerah seperti Parakan Temanggung masih banyak orang-orang kaya lama yang memiliki koleksi jam-jam yang bagus. Mereka rata-rata adalah juragan tembakau yang turun temurun sejak jaman penjajahan Belanda. Speedy sebelah kanan bermovement automatic produksi Lemania. Berdesain TV Shape dengan kondisi yang masih mulus. Tipe ini value-nya semakin lama semakin tinggi.

Speedy Mark 4 yang ada di sebelah kiri memiliki movement yang sama dengan speedy TV Shape. Kondisi jam ini juga masih mulus. Sebelah kanan adalah speedy Mark 2 dengan movement yang sama dengan NASA yaitu manual cal.861. Keunikan Mark 2 diatas adalah pada desain dial yang berwarna abu-abu dan variasi dial yang menyerupai bendera racing karena itu mark 2 ini sering disebut sebagai Mark 2 racing dial. Dilihat sepintas desain casing mark 2 dan 4 serupa.

2 connie ini adalah 'sisa-sisa' omega dresswatch beliau. Masing-masing ber casing gold top. kalau saya pribadi lebih menyukai yang sebelah kiri karena desain indeks menyerupai kipas terlihat cantik. Dan koleksi terakhir yang menarik adalah koleksi Seiko Bullhead beliau yang masih dalam kondisi baik.

Kunjungan kali ini saya tidak mendapatkan 'oleh-oleh' seperti pada kunjungan-kunjungan sebelumnya karena memang belum ada yang menarik perhatian saya untuk bisa saya akuisisi. Kalau untuk mengakuisisi omega sudah sulit sekali karena koleksi Omega beliau sudah tidak lagi untuk dijual. Mungkin kunjungan berikutnya saya bisa lebih beruntung..

Kamis, 21 Mei 2009

Amazing collection ! (2)

Suatu sore sebuah sms masuk ke HP saya. Ternyata dari teman saya yang mengabarkan bahwa akhirnya dia jadi ambil (lagi) sebuah Panerai dengan power reserve. Sebelumnya beliau sudah punya Panerai dengan power reserve, tapi yang baru beliau beli ini dimensinya 44mm dan bukan 40mm. Karena saya penasaran, maka saya minta ijin untuk bisa lihat akuisisi Panerai barunya sekaligus mendokumentasikan koleksi jam beliau yang saat kedatangan pertama disimpan di rumah beliau yang lain.

Seperti biasa, siang itu saya menunggu di area Mal Kelapa Gading yang halamannya menyatu dengan tempat beliau tinggal. Saya harus dijemput karena orang luar tidak bisa masuk ke dalam area privat disana.

Setelah sampai di unit beliau, kegiatan bongkar membongkar menjadi salah satu hal yang mengasyikkan karena saya tidak tahu jam apa yang berada dalam masing-masing kantong kain kecil itu. Beliau pelan-pelan membuka dan mengatur koleksi jam-nya yang tidak beliau tunjukkan dalam kunjungan saya yang pertama. Sambil membuka satu persatu, beliau kadang juga menjelaskan jam yang menurut beliau punya kesan mendalam. Misal jam Rolex yang dia tetap miliki saat kondisi keuangan sedang terpuruk, jam yang diberikan oleh orang tuanya dll.



Saat ini beliau mulai selektif dalam memilih jam untuk dikoleksi. Kalau dulu sembarang merek dibeli sampai akhirnya kebanyakan namun valuenya tidak besar. Mulai setahun kemarin beliau mulai fokus ke brand-brand yang memang bagus valuenya dan tentu saja desainnya juga harus bagus. Salah satunya adalah brand Panerai. Saat saya datang semua Panerai beliau sudah berhasil dikumpulkan untuk didokumentasikan (termasuk akuisisi terbarunya).



Dan inilah akuisisi Panerai terbaru beliau: PAM 090, dengan power reserve, diameter 44mm dan tali karet. Very nice watch! walau tangan beliau kecil namun tetap pede pakai jam besar seperti Panerai ini.


Panerai lain yang belum pernah saya lihat adalah Panerai Luminor Marina dengan dial warna biru! birunya pun aneh karena cenderung ke arah Tosca. Diameter 40mm dengan croco strap.


Salah satu jam yang (kelihatannya) tidak pernah dipakai namun akan disimpan terus adalah jam dibawah ini: Omega Deville Automatic Vintage. Menurut beliau, ayahnya membelikan 5 buah jam yang sama seperti ini untuk dibagikan kepada 5 anaknya. kalau saya pikir, memang kita perlu setidaknya meninggalkan/ memberikan sesuatu kepada anak/cucu kita bagian dari koleksi kita, entah sebagai warisan atau kenang-kenangan. Dan menurut saya tipe Omega ini sangat pantas sebagai kenang-kenangan karena desainnya sangat klasik dan timeless. Kondisi jam ini walaupun antik namun masih terlihat seperti baru.


Carl F. Bucherer adalah brand lama yang sekarang mulai diangkat lagi. Saya sendiri tidak familiar dengan brand ini karena memang tidak pernah lihat fisik jam-nya. Menurut beliau, brand CFB ini sangat populer di Hong Kong. CFB dalam koleksi beliau adalah seri Patravi dengan feature power reserve. Desainnya sederhana namun terlihat sporty dan kokoh.


IWC Mark XV adalah salah satu koleksi yang sangat beliau sukai, bahkan saat anak beliau minta jam ini beliau menolaknya :-). IWC Flieger memang timeless banget! desainnya dari awal sampai tahun 07 tetap sama. hanya saja ada perbedaan pada diameter jam. Mark XV ini saya rasakan lebih besar dari mark XII yang menjadi legenda dari IWC Flieger. Dial putih bersih dan rantai khas IWC Flieger. Very very nice!


Salah satu jam tipe militer lain adalah Bell&Ross military chronograph limited edition. Warna jam ini unik karena antara hijau dan coklat (atau saya yang buta warna ya?..pokoknya aneh warnanya!). Desain sederhana dan kental unsur military-nya).


Jam chronograph lain dengan tali kulit adalah Tudor Chronautic. Tudor tipe ini sudah menghilangkan unsur-unsur Rolex seperti pada tipe sebelumnya. Unsur-unsur Rolex biasanya terdapat pada logo di crown, tulisan di caseback dan logo pada claps. Tudor memang akhirnya melepaskan diri dari bayang-bayang Rolex dan menggunakan logo serta fasilitas pabrik untuk membuat casing dan bagian lain secara terpisah dari Rolex.


Jam dibawah merupakan favorit saya sekaligus juga kesayangan beliau: Bregeut Aeronavale XX. Merupakan salah satu tipe klasik dari Breguet yang dibuat kembali re-editionnya. Tipe ini juga merupakan icon dari Breguet sport. Jam terlihat semakin cantik dengan penggunaan tali croco warna coklat. Saya jarang sekali menemukan Breguet seperti ini saat jalan-jalan ke toko yang jual jam bekas. Karena memang tipe ini banyak sekali yang suka dan memburu untuk dikoleksi.


Salah satu brand yang beliau suka (lagi) adalah BVLGARI. Mungkin karena pekerjaan beliau yang berkaitan dengan dunia fashion atau karena memang jam menunjukkan kualitas sekaligus status pemakainya. Bulgari yang cantik dibawah ini adalah BVLGARI BVLGARI 18K solid gold. memang cantik sekali apalagi saat dipakai. Kalau lihat tipe yang steel dari Bulgari ini saya tidak begitu suka, tapi seri 18K YG ini memang benar-benar cantik...apa karena solid gold-nya ya?... Setahu saya beliau masih punya satu Bulgari laindari seri Solotempo dengan bahan 18K juga, tapi tidak terbawa siang itu.


2 buah dari 4 Bulgari Automatic Chronograph yang ada siang itu. Yang kiri adalah Bulgari carbongold ltd edition 999 buah. Seri yang beliau simpan adalah seri Geneve dan Bali (tidak ada dalam gambar) dan keduanya dalam kondisi seperti baru! Yang sebelah kanan adalah automatic chronograph. Bulgari chrono ini juga secara estetika sangat cantik. Proporsi dan komposisinya enak dilihat.


Satu-satunya Franck Muller yang beliau miliki adalah versi basic Casablanca Automatic. Desain sederhana namun dengan harga yang tidak sederhana! Salah satu hal yang saya sukai dari brand FM ini adalah Packaging-nya! box kayu yang menyertai jam ini sangat eksklusif, besar dan berat padahal jam didalamnya kecil....


Breilting merupakan brand baru dalam koleksi beliau. Dalam koleksi beliau terdapat beberapa macam tipe diantaranya seperti gambar dibawah: Blackbird, Superocean 1500m dan Chronomat. Menurut beliau Blackbird adalah jam yang paling banyak dikomentadi oleh rekan-rekan beliau. Mereka selalu mengatakan jam itu bagus baik dari segi desain, material dan warna dial. Untuk superocean dial orange, awalnya saat saya sms jam ini beliau mengatakan tidak PD untuk menggunakan jam warna orange. Namun saat saya minta beliau lihat dulu brand dan warna orange-nya..beliau langsung suka.."wah kalau kayak gini saya demen pak!". Akhirnya jam ini malah sering dipakai oleh anak beliau. Tipe lain yang tidak ada dalam foto adalah tipe Superocean Heritage.

Ball adalah salah satu jam yang dipakai..terutama saat nonton di bioskop! kenapa? karena gas tube-nya kalau di tempat gelap menyala terang jadi kalau mau tahu jam jadi jauh lebih mudah! :-). Ball ini tipe Fireman dengan diameter 43mm.


Saya pernah lihat sekali beliau menggunakan jam Omega Constellation seperti dibawah, dan saat itu saya komentar "Wah seperti SBY aja pak jamnya!". Dan ternyata beliau punya 3 buah Connie seperti itu!


Minggu, 17 Mei 2009

Amazing collection!

Suatu hari saya berkesempatan untuk bersilaturahmi dengan salah satu kolektor jam di Jakarta (yang tidak mau disebutkan namanya) dan merupakan pelanggan tetap blog http://jualanjam.blogspot.com. Mumpung ketemu, saya mohon ijin untuk boleh melihat dan mendokumentasikan koleksi-koleksinya. Saya bertemu di apartemen beliau jadi tidak semua koleksi bisa saya lihat karena koleksi-koleksi yang sering dipakai lebih banyak disimpan di rumahnya yang masih terletak di satu kawasan.

Awalnya beliau mengumpulkan jam dari merek-merek yang 'biasa' seperti Raymond Weil, Ebel, Tag heuer versi2 lama, Omega dan merek-merek fashion lainnya. Suatu hari, saya dikirimi sekitar 24 buah jam dari berbagai merek (tag heuer, omega, ebel dll) dalam kondisi yang semuanya Mint. Beliau ternyata sedang 'bersih-bersih' karena ingin koleksinya 'naik kelas'.

Dan berikut adalah beberapa hasil jepretan saya:


Saya sempat kaget melihat begitu banyak jam Panerai dari berbagai jenis disimpan dalam satu kantong (yang biasanya untuk peralatan make-up). Beliau memang tidak menyimpan jam-jamnya di koper karena "koper jam bapak tidak muat di lemari besi saya sih.." kata beliau. jadi menyimpannya selalu dalam kantong-kantong kain kecil. Setelah kantong-kantong kecil dibuka satu-persatu nampaklah pemandangan yang membuat saya mulas...7 buah Panerai dalam kondisi mint semua! Beliau bilang "masih ada 3 lagi panerai yang saya sering pakai dan saya simpan di rumah.." alamak!



Panerai diatas adalah tipe-tipe yang saya sukai (selain yang chronograph-Daylight): Radiomir GMT, Luminor GMT dan Radiomir 8 days! Radiomir GMT (paling kiri) adalah jam Panerai pertama yang beliau beli dan sejak itu beliau ingin beli dan beli lagi tipe-tipe Panerai yang berbeda. Semua Panerai yang dibeli selalu dalam keadaan mint dan lengkap dengan box and paper. Awalnya beliau tidak suka dengan jam dengan diameter diatas 42mm karena postur beliau memang tidak besar, tapi setelah mengenal Panerai beliau mulai suka dengan jam-jam besar seperti panerai, bahkan dengan PD-nya beliau memakai Panerai Radiomir 8 days dengan diameter 45mm!

Sebagian dari koleksi Bulgari, Bulgari dress watch. Setahu saya beliau punya beberapa Bulgari Chronograph, Bulgari carbongold dan bulgari tipe sport lainnya. Gambar jam dibawah adalah salah satu jam kesayangan beliau yaitu Jaeger le Coultre world timer Rose gold.


Sebagian dari koleksi Cartier: Cartier tank, dan Santos. Cartier yang paling kanan adalah tipe santos yang paling baru Santos 100.


Koleksi diatas dari ki-ka: IWC Flieger Chronograph, Chopard Mile Miglia dan the lovely Chronoswiss regulateur. Item terakhir ini sangat baik buatannya dan produk inilah yang menjadi icon dari brand Chronoswiss. Gambar dibawah adalah detil dari brand Chronoswiss. Caseback dari sapphire crystal.



Jam yang sempat saya foto terakhir adalah sebagian dari koleksi Rolex beliau. Beberapa koleksi Rolex yang lain disimpan di rumah. Beberapa rolex dalam foto ini bahkan tidak pernah dipakai sejak beli pertama kali, jadi semua seal-seal di jam masih menempel semua. jam-jam yang tidak pernah dipakai adalah GMT keramik, explorer 2 dial putih dan datejust kombinasi. Rolex kesayangan beliau adalah Submariner Kombinasi (belakang kanan). Sedangkan Rolex diamond di deretan depan adalah Rolex pertama kali yang beliau beli di Hong Kong..entah sudah berapa tahun yang lampau.


Memang dalam hal meng-koleksi jam, seseorang pasti mengalami perubahan orientasi. Bisa jadi perubahan orientasi pada merek yang ingin dikoleksi atau tema tertentu misal diver aja atau chronograph aja. Kebetulan saya mengikuti perkembangan orientasi koleksi beliau dan koleksi yang dikumpulkan sekarang jauh lebih baik dan bervariasi dari koleksi beliau sebelumnya. Pekerjaan yang membuatnya banyak bepergian ke luar negeri juga menambah wawasan beliau dalam menentukan jam sasaran selanjutnya, walau seringkali beliau lupa setelah membeli jam tertentu ternyata sudah punya!...


Minggu, 26 April 2009

2nd GTG for Vintage watches community

Tanpa terasa sudah 2 bulan lewat sejak GTG pertama kali, tanggal 26 April (Minggu) GTG ke-2 kembali diadakan di Bandung. Kali ini GTG diadakan di cafe Prefere jalan Juanda, Bandung. GTG kali ini yang menyempatkan hadir sebanyak 19 orang. Jumlah ini lebih sedikit dari GTG pertama namun jumlah jam yang dibawa oleh rekan-rekan milis lebih banyak. Tema utama GTG kali ini adalah Chronograph, namun banyak juga jam-jam antik (dan non-antik) yang bukan chronograph juga dihadirkan.

GTG seperti biasa dibuka oleh moderator milis Bung Hendra Kusuma yang kemudian dilanjutkan dengan perkenalan (kembali) para anggota, karena beberapa anggota yang baru pertama kali mengikuti GTG.


Jam 11.30 sudah hampir semua jam yang dibawa oleh rekan-rekan milis digelar di meja panjang. Hampir semua anggota saat itu asyik memperhatikan, memegang dan mengomentari jam-jam yang memang menarik yang tergeletak di atas meja. Beberapa item memang baru kali ini bisa melihat langsung aslinya. Ajang GTG ini juga sebagai ajang silaturahmi antar anggota, memperluas perkawanan dan juga menimba ilmu kepada para senior yang sudah lebih lama bermain dalam horologi. Gambar dibawah adalah anggota baru milis jamie, yang sedang berdiskusi mengenai seluk beluk horologi dengan anggota senior (dari usia dan pengalaman) Om Robby.

Berikut adalah salah satu contoh koleksi yang dibawa pada GTG. Gambar di bawah adalah koleksi dari Bung Moderator Kusuma Omega Speedmaster Automatic cal.1045, Speedy mark 2 racing dial cal.861 dan Heuer Carrera (mantap euy!). Ketiga jam ini dalam kondisi yang masih sangat baik (terutama Heuer-nya)!

Saya sering melihat dan mendapatkan Omega Speedy Reduced automatic. namun baru kali ini saya melihat yang versi kombinasi Gold dan steel! sangat cantik!

Jam dibawah adalah salah satu jam yang ingin saya lihat dan pakai: Enicar Chronograph! jenis Enicar ini langka dan sangat jarang ditemui dalam kondisi yang bersih seperti ini! Jam ini adalah salah satu koleksi kebanggan dari Ariska (blog arlojiantique).

Nah ini dia salah satu jam yang menurut saya merupakan jam yang paling banyak dikomentari dan dinikmati: DOXA Orange Diver Chronograph! Warna orange-nya begitu melegenda di kalangan penggemar jam diver.

Bung moderator Kusuma bergaya dengan 4 buah jam Chronograph di tangannya: Kiri-Enicar chronograph dan Speedy moonwatch 1st gen dan kanan-Tutima military chronograph dan Seamaster chronograph mark 3. Pose ini mengingatkan saya akan pose salah satu rekan milis saat diwawancara dan difoto di majalah Tempo.

Warna orange begitu eye catching diantara banyak jam-jam yang bergeletakan diatas meja. Dan inilah Orange group pada GTG kali ini: Seiko Samurai, Seiko Sumo, Seiko MOnster, Seiko 5 sports dan Doxa.

Pada acara GTG kali ini untuk pertama kalinya diadakan lelang jam dari anggota milis. Beberapa item menarik berhasil terjual pada acara ini. Rekan-rekan sedang asyik mengamati jam-jam yang akan dilelang saat itu sebelum menentukan pilihan dan 'keberanian' untuk memberikan harga.



Acara lelang dipimpin oleh moderator denga sistem no reserve, jadi harga tertinggi yang berhak menjadi pemenang lelang. Harga dasar bervariasi dari mulai Rp.100 ribu dengan kenaikan Rp.10 ribu, Rp.50 ribu dan semaunya. Beberapa item tidak terjual karena mungkin tidak sesuai dengan jenis jam yang dicari. Berikut adalah contoh 3 item jam antik dari beberapa jam yang dilelang:

Seiko 5 Sports Speedtimer Automatic Chronograph cal.6139 dalam kondisi yang masih sangat bagus.
Smiths manual winding. Dengan jarum unik berwarna biru dan jarum detik berujung merah. Sangat menarik dan unik!

Ini adalah Seiko 5 Sportsmatic generasi awal yang paling mulus yang pernah saya lihat. Kondisi dan kebersihan dial sungguh luar biasa!

Saya tidak memenangi satupun item yang dilelang, tapi saya dapat kesempatan untuk medapatkan seiko bellmatic yang sudah lama ingin saya miliki: Bellmatic dengan 27 jewels. Seiko mengeluarkan seri bell-matic dengan 2 jenis movement yaitu 17 jewels (basic) dan 27 jewels (upgrade). Diyakini bellmatic dengan 27 jewels memiliki movement yang lebih baik. Pada GTG kali ini juga banyak item jam yang berpindah kepemilikan baik melalui lelang ataupun transaksi langsung.

Inilah member milis yang datang pada GTG ke-2 kali ini. GTG berikutnya kemungkinan akan diadakan di Jakarta dengan tema yang berbeda dan akan melelang lebih banyak lagi jam antik.