Tampilkan postingan dengan label Omega 3. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omega 3. Tampilkan semua postingan

Rabu, 03 Maret 2010

OMEGA Seamaster Automatic Cal.503

Sebenarnya saya sudah memiliki Omega seamaster cal.503 beberapa buah dan karena itu saya tidak begitu ngoyo untuk cari Omega sejenis. Tapi untuk 503 kali ini ada pengecualian, karena corak dial-nya yang menurut saya unik dan belum pernah saya lihat sebelumnya. Jam ini awalnya sudah pernah ditawarkan ke saya melalui email beserta foto jam ini. Tapi saat itu saya kurang berminat karena saya mengira dialnya silver seperti biasa dan detail dial tidak terlihat jelas. Setelah jam ini menjadi salah satu koleksi sobat saya dan kemudian berpindah lagi ke orang lain, akhirnya sekarang kembali ke saya. Dan ternyata kondisi dan penampilan aslinya jauh lebih bagus dari foto!

Desain Omega ini sangat khas desain omega tahun 50-an, terutama desain lugs yang gemuk yang sering disebut sebagai heavy lugs. Lugs yang besar mungkin digunakan untuk menampilkan kesan sporty pada desain seri Seamaster. Kemudian desain crown yang bersegi-segi dan terlihat lebih tebal. Seringkali jam-jam omega antik sudah tidak lagi memiliki crown yang otentik, melainkan digani dengan crown jenis lain yang beda tahun peruntukannya. Mungkin karena faktor usia atau juga pemakaian sehingga crown rusak dan tidak bisa digunakan lagi. Jarum jam menggunakan model dauphine hands atau jarum model pedang.

Jam ini saya pasangkan dengan strap kulit generik dengan original buckle Omega, tapi buckle desain seperti ini biasanya digunakan untuk jam omega yang lebih muda dari 503 ini. Caseback digrafir secara tegas dan timbul, logo sea monster sebagai logo dari seri Seamaster. Caseback model snap back sehingga kalau hendak membuka caseback harus dicongkel.

Movement menggunakan automatic calendar full rotor pertama yaitu cal.503. Kondisi movement masih bagus dan bersih. Bahkan bandul rotor masih terlihat mengkilat, hanya ada beberapa bagian kotor di pingiran penutup casing.

Nah, bagian ini yang membuat jam ini menjadi unik: Dial. Motif dial ini seperti bergelombang vetikal dan kalau sepintas sih seperti lipatan kain korden berwarna satin berkilat. Kondisi dial masih sangat bagus dan bersih. Kalau tertimpa cahaya akan menjadi jelas alur-alur corak vertikalnya. Baru sekali ini saya mendapati Omega antik dengan desain dial unik seperti ini. Indeks jam ii juga berbentuk unik yaitu seperti trapesium, kecuali untuk indeks angka 6, 9 dan 12 yang berbentuk balok.

Mengoleksi Omega khususnya generasi tahun 50-60an sangat menyenangkan karena pada tahun-tahun itulah merupakan the golden years bagi Omega, karena pencapaian tertingi untuk kualitas movement didapat pada masa itu.

Rabu, 23 Desember 2009

OMEGA Seamaster Rose Gold Capped

Entah sudah berapa bulan saya tidak pernah lagi menjumpai omega antik dalam kondisi yang bagus (menurut standar saya), entah memang kondisi bagus itu sulit dijumpai atau karena semakin banyak penikmat dan pemburu jam antik sehingga jam-jam omega (dan merek lainnya) semakin sulit untuk bisa didapat. jadi informasi sekecil apapun mengenai keberadaan omega yang baik dan bersih akan selalu di follow up. Seperti halnya pada suatu siang minggu lalu. Sebenarnya informasi keberadaan omega ini sudah saya terima beberapa hari sebelumnya namun karena masih berada diluar kota, akhirnya saya minta teman saya tersebut untuk menyimpannya untuk saya.

Omega ini adalah Seamaster date yang menggunakan automatic movement Cal.503. Yang membuat saya deg-degan adalah Omega ini ternyata memiliki dial hitam dan finishing rose gold capped yang masih dalam kondisi sangat baik. Bagi saya, kombinasi warna rose gold dan hitam sungguh indah, mewah sekaligus elegan.

Semua komponen dan tulisan pada dial berwarna rose gold, dari mulai indeks batang, logo, jarum (jam, menit dan detik) serta tulisan semua berwarna sama. Tidak seperti seri 503 lain yang saya miliki, bentuk jarum jam ini berbeda. Bentuknya lebih formil dan sederhana. Jarum jam ini juga terbuat dari rose gold dan biasanya memang digunakan hanya pada tipe-tipe jam solid gold atau gold capped sejak tahun awal 60-an. Untuk yang berwarna silver mulai banyak digunakan pada tipe-tipe de-ville dan constellation pada tahun 70-an. Bentuk jarum jam yang lazim bagi Omega 503 terutama generasi-generasi awal adalah dauphine hands atau jarum berbentuk tombak.

Salah satu ciri khas jam Omega dengan heavy lugs (lugs yang berdesain gemuk) dari tahun 50-60an adalah bentuk crown yang tidak bulat sempurna tapi berlekuk-lekuk. Ada yang bilang crown ini namanya kenop model belimbing. Bentuknya agak besar dan tebal, sesuai dengan desain lugs yang gemuk. Crown ini juga berlapiskan rose gold dan dalam kondisi yang sempurna. Mika jam masih original Omega dan logo Omega yang berada di tengah-tengah mika masih bisa dilihat dengan jelas tanpa bantuan kaca pembesar. Kondisi mika secara umum masih bagus dan belum terlihat goresan yang dalam.

Caseback masih terlihat bagus dan logo sea-monster masih terlihat tegas sebagai bukti belum terkena polesan mesin yang bisa membuat embossed logo menjadi tipis. Movement dalam keadaan baik, namun ada berkas-berkas kotor yang belum sempat dibersihkan seperti terlihat pada bandul rotor.

Diameter jam ini tidaklah besar hanya sekitar 35mm tidak termasuk crown. Karena itu mungkin tidak cocok dipakai oleh orang yang berlengan besar. Omega ini terlihat begitu klasik dan menarik terutama setelah lapisan rose goldnya di bersihkan dengan menggunakan bedak Fanbo, yang dapat membuat kilau emas menjadi lebih cerah. Jarang sekali saya menemui jam Omega dengan dial hitam dan kombinasi rose gold. Seorang rekan pernah memiliki jam yang mirip dengan tipe Constellation. Sungguh cantik connie dengan rose gold dan dial hitam dan menurut saya very are! karena itu tidak heran teman saya tersebut menyesal telah menjualnya ke orang lain dan kini dia rela membeli kembali jam cantik itu dengan harga 2 kali lipat!



Selasa, 03 November 2009

OMEGA Seamaster Diver 300m Ref.2254.50

Sudah lama saya mencari Omega tipe ini karena bagi saya model ini (ref.2254.50) termasuk klasik dan kuat aura jam sport-nya. Beberapa hari lalu saat saya mendapatkan kiriman 14 buah jam milik seorang rekan penggemar jam yang sudah bosan dengan koleksinya. Ketika saya buka satu per satu jam-jam dalam tas plastik itu, saya mendapatkan jam ini dalam keadaan yang masih seperti baru! hooray! pucuk dicinta ulam tiba!..Saat saya tanyakan kelengkapan jam ini ternyata semuanya masih ada, dari mulai Box, manual dan sambungan rantai..hmm even better!


Sebelumnya saya sudah beberapa kali mendapatkan jam seperti ini tapi bukan yang automatic, melainkan yang quartz. Bentuk sama persis, beda minor hanya pada dial dengan tulisan yang lebih pendek tanpa ada kata CHRONOMETER. Yang saya sukai dari jam ini selain warnanya yang hitam, adalah penggunaan jarum berbentuk pedang. jarum seperti lazim digunakan pada jam-jam desain militer dan pernah juga digunakan oleh Rolex submariner tahun 60 (atau 70an ya?) untuk tipe military yang sangat kolektibel. Omega juga menggunakan jarum model ini pada seamaster diver vintage-nya.

Indeks dan jarum jam menggunakan lapisan Luminous yang terang menyala dalam gelap. Ketebalan zat kimia ini lebih tebal dari tipe lain karena dapat membantu penyelam saat mereka berada di bawah air. Desain lugs seperti dipelintir dan desain ini juga dijumpai pada desain tipe speedmaster moonwatch. Pada posisi angka 10 terdapat crown yang berguna untuk melepaskan gas helium setelah kegiatan menyelam lebih dari 200m.

Dengan diameter 42mm, jam ini terasa pas di tangan, tidak terlalu besar ataupun kekecilan. Desain rantai juga nyaman. Sayangnya Omega membuat desain rantai yang tidak bisa digeser-geser untuk menyesuaikan dengan besar pergelangan tangan. Untuk menyesuaikan harus dipotong dan biasanya sisa potongan seringkali hilang.

Omega ini menggunakan movement Cal.1120 automatic yang mengambil base dari movement ETA dengan telah mendapatkan sertifikat Chronometer. Jarum detik bergerak sangat halus karena movement berdetak 28,800 beat per hour. Secara keseluruhan penampilan jam ini sangat menarik dan cocok dipakai untuk berbegai suasana. Mau dipakai hayooo, mau nyantai juga monggoo. Mungkin karena desain dominan warna hitam.


Minggu, 18 Oktober 2009

OMEGA Seamaster Cal.501

Omega ini adalah Omega paling sederhana, klasik dan cantik dalam koleksi saya. Apalagi dengan tidak adanya feature tanggal menyebabkan desain secara keseluruhan menjadi lebih bersih, dan kebetulan juga kondisi dari jam ini masih sangat bagus. Jarum menggunakan model jarum pedang dan jarum detk yang kalau diperhatikan ujung yang runcing akan terlihat melengkung mengikuti kontur dial (lihat gambar paling bawah dalam posting ini).

Omega cantik ini menggunakan automatic full rotor movement cal.501 yang diproduksi sekitar tahun 50-an. Gambar dibawah memperlihatkan koleksi cal.501 lain yang saya miliki sebelumnya yang memiliki tektur dial yang unik.


Logo seamonster pada caseback dibuat besar dan dengan kualitas grafir yang tegas dan tebal. Dari tulisan WATER PROOF yang masih jelas terlihat menunjukkan kalau jam ini belum sering dipoles. Diameter jam sekitar 35mm dengan crown hexagonal atau sering disebut sebagai 'kenop belimbing' karena bentuknya seperti buah belimbing yang dipotong melintang.

Senin, 12 Oktober 2009

Omega Speedmaster Professional Pre-Moon and Moonwatch

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan mengenai Omega Speedmaster NASA atau Moonwatch karena jam ini termasuk kolektibel dan salah satu icon desain Omega. Pertanyaannya adalah bagaimana membedakan Omega Speedmaster Professional (selanjutnya disebut sebagai Speedy) generasi sebelum nama Moonwacth populer dan Speedy Moonwatch itu sendiri. Posting kali ini saya coba gambarkan secara ringkas bagaimana ciri-ciri dari kedua jam Speedy dari 2 generasi yang berbeda. Perbandingan adalah antara Speedy Pre-Moon tahun 1969 dan generasi Speedy terakhir yang menggunakan movement cal.861 dari awal tahun 90-an.

Desain Dial
Hal pertama yang paling mudah dilihat dan dikenali adalah dari desain dial. Sepintas dial dengan finishing black matte ini serupa. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama, desain dial Speedy Pre-Moon masih menggunakan model dial 'bertingkat' atau sering disebut sebagai dial 'pie pan' dimana bagian tengah dial dibuat lebih tinggi dari sisi luar dan menyerupai piring dibalik. Elemen desain lain pada dial antara Pre-Moon dan Moonwatch adalah identik. Counter sub register model tri-compax sama-sama dibuat 'tenggelam'. Bedanya sangat tipis, yaitu pada desain sub register Pre-Moon lubang sub registers penurunannya tidak siku tapi melandai, sedangkan pada Moonwatch dibuat siku 90 derajat. Karena desain unik Pre-Moon inilah maka para penggemar Speedy mengatakan kalau desain dial Pre-Moon lebih ber-'karakter'.

Caseback

Desain caseback Speedy Moonwatch selalu menuliskan "THE FIRST WATCH WORN ON THE MOON...", sebagai pegingat bahwa Omega berperan serta dalam misi pertama manusia ke bulan. Sedangkan pada Speedy Pre-Moon tidak ada tulisan apa-apa hanya logo dan tulisan SPEEDMASTER karena memang saat itu Omega belum secara resmi dipilih oleh NASA sebagai salah satu partner mereka. Untuk Speedy Moonwatch generasi baru bahkan membuat case back menjadi transparan.



Movement

Kedua jam dalam posting ini masih menggunakan kaliber movement yang sama yaitu Cal.861 yang merupakan pengembangan dari movement Lemania Cal.1873. Gambar movement 861 di bawah merupakan finishing dari Cal.861 pada era awal tahun 90-an. Omega mengganti finishing movement 861 mereka yang semula pink gold plated menjadi yellow gold plated pada tahun 1992, dan kemudian berganti lagi menjadi rhodium plated pada tahun 1996 seiring dengan diluncurkannya generasi movement Moonwatch yaitu Cal.1861.



Penulisan SPEEDMASTER
Ciri ini yang seringkali luput dari amatan karena memang objek-nya kecil dan sepintas memang tidak ada bedanya. Penulisan kata SPEEDMASTER pada kedua jam ini juga berbeda. Pada Speedy Pre-Moon penulisan SPEEDMASTER khususnya pada huruf S dan R terakhir lebih ramping dan tinggi daripada huruf serupa pada Moonwatch. (silahkan klik gambar dibawah untuk memperbesar).


Kaki (Lugs)
Kedua jam ini memiliki desain casing yang serupa dengan desain lugs seperti baja dipelintir. Ini salah satu ciri khas Speedy yang unik. Kedua Speedy beda generasi ini memiliki desain finishing casing, material hexalite crystal dan lugs yang sama.


Speedy moonwatch pada posting ini menggunakan model rantai baru. Ciri khususnya ada pada garis yang memisahkan antara balok-balok rantai yang berada di tengah. Kalau saya pribadi lebih menyukai desain rantai Speedy yang lama. Dengan diameter 42mm jam ini kelihatan mantap dan maskulin namun tidak menghilangkan kesan klasik walaupun dibuat pada tahun 90-an sekalipun.

Kamis, 01 Oktober 2009

OMEGA Speedmaster Automatic Cal.1045

Pada tahun 70-an Omega mulai banyak mengeluarkan seri Speedmaster yang merupakan pengembangan dan turunan dari seri legenda mereka Speedmaster NASA. Salah satu turunannya adalah Speedy dengan menggunakan movement automatic dari Lemania Cal.5100 yang oleh Omega diberi nama Cal.1045. Movement ini dipilih dari sekian banyak pilihan movement automatic chronograph karena movement Lemania ini dikenal sangat tangguh dan juga akurat.

Bermula pada tahun 1974, Omega mengeluarkan sekaligus 5 varian dari seri Speedy automatic ini dan yang pertama adalah Speedy dengan nomor referensi 176.0012 ini. Desain casing 0012 ini masih menggunakan casing dari Speedy mark 4, karena itu banyak orang yang mengatakan kalau 0012 ini disebut juga Speedy Mark 4.5. Tipe ini termasuk tipe yang masih sering dijumpai dalam keadaan baik, seperti 0012 dalam koleksi saya ini.

Pada caseback terdapat logo seamonster dan tulisan Seamaster, karena memang casing ini adalah casing Seamaster. Lugs lebar 22mm. Kondisi caseback dan casing jam ini masih jelas serat-serat bajanya walaupun ada beberapa goresan bekas gesekan pada terutama pada sisi casing. Kondisi kristal masih sangat baik dan bersih.

Movement Lemania ini memiliki penghitung menit besar yang bertumpuk dengan penghitung detik utama. Pada posisi angka 12 adalah penunjuk waktu 24 jam dengan adanya perbedaan warna antara siang dan malam (am:pm). Posisi angka 9 adalah penghitung 60 detik dan posisi angka 6 adalah penghitung waktu 12 jam. Dimensi jam ini adalah panjang lus to lugs 45mm, diameter dengan crown 44mm dan tanpa crown 42mm. Ketebalan casing 15mm dan berat total dengan rantai sekitar 134 gr. Dengan dimensi seperti ini jam masih terasa nyaman dipakai dengan proporsi yang baik. Omega memproduksi 5 varian Speedy matic dari tahun 1974 sampai 1977 dengan jumlah total produksi yang tidak diketahui. Saat ini apresiasi penggemar jam terhadap jam-jam Omega sport antik semakin tinggi, karena itu tidak heran kalau nilai jam-jam seperti ini selalu saja naik.



Sabtu, 29 Agustus 2009

Komparasi Omega Flightmaster Cal.911 dan Seamaster Chronograph Cal.1040

Salah satu alasan kenapa saya melakukan komparasi kedua jenis Omega ini adalah, karena keduanya masuk dalam product Pilot lines vintage dan keduanya merupakan collectible item untuk Omega sport vintage. Khusus untuk Omega seamaster chronograph, tipe ini menggunakan casing yang sama dengan seri Speedmaster Mark III yang dibuat lebih banyak dari seri Seamaster dengan casing sama.

DESAIN DIAL

Kedua Omega memiliki desain dial yang unik. Omega FM memiliki desain dial 2 lapis dimana lapis pertama berupa inner bezel yang dapat berputar dengan menggunakan crown yang berada disisi kiri casing. Yang menarik dari dial FM ini adalah minute track yang dibuat lebar dengan warna putih dan pola minute index yang dibagi menjadi minute index yang lebih kecil dan berselang seling atas-bawah sehingga terlihat seperti pola geometris pada lomba Formula 1. Warna dial utama FM adalah coklat tua (mulai terlihat agak memudar karena proses oksidasi) yang dikombinasikan dengan warna sub register chronograph berwarna matte black sehingga pembacaan sub register menjadi lebih jelas karena perbedaan warna yang kontras. Indeks menit utama FM dilapisi oleh Tritium karena itu pada posisi angka 6 terdapat tulisan T SWISS MADE T. Perbedaan warna jarum jam-menit, jarum chronograph dan jarum GMT dibuat untuk memudahkan pembacaan.

Seamaster chrono memiliki warna dial yang menarik (biru tua) dan sering disebut sebagai Deep Blue. Konstruksi dial juga 2 lapis dimana lapis pertama merupakan penunjuk Tachymeter yang berwarna biru kehitaman. Desain dial dibuat asimetri dengan peletakan 2 fungsi sub register di kiri dan sebuah sub register lagi di bawah. 2 sub register di kiri dibuat bertumpuk yang ditunjukkan oleh jarum (untuk penunjuk detik) dan disc (lempengan) dengan gambar segitiga kecil berwarna biru untuk penunjuk am-pm. Pengukur menit menggunakan jarum besar berwarna orange denga ujung jarum berbentuk pesawat terbang yang menumpuk dengan jarum detik besar yang sewarna (pada gambar diatas terlihat seperti hanya ada 1 jarum orange).

CASING

Kedua jam ini menggunakan desain casing yang mirip yang disebut sebagai VOLCANO CASE, karena bentuknya yang mirip gunung berapi. Kalau saya menyebutnya sebagai casing TUMPENG TERPANCUNG. Konon casing jenis ini sulit sekali dibuat karena membutuhkan waktu yang lebih lama dan rumit daripada membentuk casing konvensional. Karena itu dalam sebuah forum Omega ada yang mengatakan bahwa tipe casing ini sulit untuk dipalsukan. Casing pada Seamaster chrono terlihat lebih tinggi beberapa mm. Dengan tinggi casing 17mm membuat jam ini terlihat sangat unik. Desain casing yang sama juga dibuat oleh seiko dalam produk chronograph automatic mereka seperti Helmet dan Tokei Zara.

Omega FM memang lebih rendah tapi penampangnya lebih panjang dan lebar.
Gambar dibawah menunjukkan perbedaan itu.

CASE BACK

Menurut saya, case back kedua jam ini tidak dibuat secara meyakinkan seperti omega seri dress watch dari tahun-tahun sebelumnya, dimana logo seamonster dan tulisan yang menyertainya dibuat sangat tegas dan kualitas engraving yang baik. Kedua jam ini seperti dibuat seadanya dengan engraving yang tipis dan sederhana. Karena itu tidak heran kalau banyak jam tipe seperti ini logo dan tulisan di case back sudah banyak yang hampir hilang karena tergerus selama pemakaian.

Case back FM hanya terdapat gambar pesawat dan tulisan FLIGHTMASTER sedangkan pada Seamaster hanya ada logo Seamonster dan tulisan SEAMASTER. dan logo Omega.

Omega FM menggunakan movement Cal.911 yang merupakan pengembangan dari Cal.861 milik speedy professional yang sudah menjadi klasik dan dikenal handal. Penambahan fungsinya adalah penunjuk GMT yang bisa diubah secara terpisah. Seamaster Chrono menggunakan movement Cal.1040 yang merupakan movement legenda juga dari Omega. Kedua jam ini menggunakan jenis rantai yang sama karena lebar lugs kedua jam ini sama yaitu 22mm. Termasuk cukup sulit juga untuk mendapatkan rantai Omega dengan lebar lugs 22mm karena tidak banyak jenis Omega sport yang menggunakan rantai selebar ini.

Secara fisik, keduanya tetap sama-sama eye catching karena dari desain dial dan casing. Bagi sebagian orang Omega FM tidak nyaman dikenakan karena posturnya yang lebar dan bobotnya berat. Sedangkan untuk saya pribadi, saya malah lebih merasa tidak nyaman bila memakai seamaster chrono karena desain casing yang tebalnya 17mm dengan ujung mengecil membuat jam seperti tdak stabil saat dikenakan. Apalagi saat mengenakan kemeja lengan panjang, jam ini akan selalu nongol di ujung lengan.

Jumat, 21 Agustus 2009

OMEGA Flightmaster Manual Wind Cal.911

Omega Flightmaster (FM) sejatinya dibuat untuk para penerbang karena itu dinamakan Flight master. Namun pada banyak bukti sejarah berupa foto, ternyata jam ini juga banyak digunakan oleh para profesional lain. Gambar diatas adalah Alexei Leonov, salah seorang kosmonot Rusia, terlihat mengenakan Omega Flightmaster (FM) selama training sebagai salah satu awak dalam program kerjasama Amerika dan Rusia ASTP (Apollo-Soyuz Test Project). Belum bisa dipastikan apakah Omega FM tersebut juga dikenakan saat berada di ruang angkasa karena saat foto lain diambil dalam kabin pesawat, dia terlihat mengenakan Omega speedy pro sebagai jam resmi NASA.

Omega FM diyakini sebagai salah satu jenis Omega yang tinggi nilai kolektibilitasnya, bersama dengan Omega Speedy Pro Pre Moon dan Seamaster diver 300m vintage. Karena itu nilai jualnyapun selalu tinggi. Omega ini merupakan salah satu varian dari seri Speedmaster yang termasuk dalam tipe Pilot yang dibuat mulai tahun 1969 sampai awal tahun 70-an. Tipe ini adalah varian terakhir yang dibuat oleh Omega yang mendesain jam mekanikal khusus untuk pilot.
Omega FM mengeluarkan 2 versi dengan penggunaan 2 kaliber movement yang berbeda. Generasi pertama menggunakan penunjuk am pm pada sub register. Omega FM yang saya miliki sering disebut sebagai generasi kedua dengan nomor ref. 145.036

Movement dari FM ini sama dengan seri speedmaster pro Cal.861. Perbedaan hanya pada penambahan fungsi GMT yang ditunjukkan dengan jarum berwarna biru. Jarum GMT ini dapat digerakkan secara independen dengan menggunakan crown yang terletak di posisi angka 10. Pada bagian dalam terdapat inner bezel yang menunjukkan pemaigian waktu dalam satuan 60 menit yang dapat berputar. Untuk menggerakkan inner bezel menggunakan crown yang terdapat di posisi angka 8.30.
Omega membuat perbedaan warna pada crown untuk menunjukkan fungsi sekaligus memudahkan bagi para pemakai untuk mengetahui fungsinya. Crwon untuk pemutar jarum GMT diwarnai sesuai dengan warna jarum GMT yaitu biru, sedangkan warna untuk pemutar inner bezel berwarna hitam, sesuai dengan warna inner bezel. Sedangkan untuk kenop chronograph dibuat 2 warna yaitu kuning dan orange. Jarang sekali omega FM yang masih utuh semua warna yang terdapat ada crown dan kenop. Biasanya sudah hilang karena faktor usia atau diganti dengan kenop atau crown tipe baru.



Casing FM ini dibuat seperti model kerucut terpotong atau seperti bentuk gunung terpotong dan bentuk ini biasanya disebut sebagai 'volcano case'. Caseback terdapat grafir bentuk pesawat terbang. Rantai yang dipakai memiliki lebar lugs 22mm dan tidak banyak jenis Omega yang menggunakan rantai dengan lebar lugs seperti ini. Dalam beberapa brosur Omega lama tidak semua FM menggunakan rantai, juga terdapat Omega FM yang menggunakan tali kulit.

Bagi saya sendiri jam ini merupakan salah satu 'jam impian' kaena selama ini saya hanya bisa melihat melalui gambar di internet. Salah satu hal yang saya sukai dari FM ini adalah kondisi dialnya yang masih tuh dan mulus. Dial bagian tengah berwarna abu-abu tua cenderung ke arah coklat. Jarum warna orange sudah mulai sedikit pupus dan berubah warna kearah kekuningan. Diameter jam ini cukup besar yaitu 42,6mm tanpa crown dan tinggi sekitar 52,25mm. Tebal jam 15,6mm dengan berat 139 gram. Dengan dimensi dan berat seperti ini mungkin akan tidak terasa nyaman bagi orang yang kurus atau pergelangan tangannya kecil.

Sabtu, 25 Juli 2009

OMEGA Geneve Dynamic Two Tone

Omega ini merupakan 'hibah dengan mahar' dari salah seorang rekan kolektor jam antik. Tipe ini termasuk tipe yang saya suka karena perpaduan warna jam ini sungguh menarik, yaitu gold, abu-abu dan krem. Jarum detik berwarna putih disesuaikan dengan warna indeks terluar.

Omega Dynamis produksi tahun 70-an ini masih menggunakanbuckle asli Omega model panjang yang memang sering digunakan untuk jam-jam Dynamic. Casing dilapisi emas 14K dan menggunakan Movement automatic Day-date cal.751.

Geneve Dynamic ini desain casing dan dial mirip sekali dengan dynamic yang sebelumnya saya dapat, hanya saja perbedaan pada finishing dan warna dial. Hmm..menarik sekali!