Tampilkan postingan dengan label Chronograph 5. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Chronograph 5. Tampilkan semua postingan

Jumat, 20 April 2012

LE JOUR Chronograph PVD Ref.7000


 Pada akhir tahun 70-an sampai awal 80-an, pembuat jam HEUER menerima order untuk membuat jam dengan perjanjian eksklusif untuk beberapa merk jam pada saat itu, seperti: Aristo, Clebar, hamilton, Zodiac, Le Jour, Sears dan Tradition (merek milik Sears Roebuck, serta Tourneau (jaringan toko jam yang membuat merek sendiri). Semua jam dengan merek tersebut dibuat oleh Heuer, karena itu semua desain jam dari semua merek tersebut pada jamannya memang menyerupai jam yang dibuat dengan merek HEUER. Jam dengan desain yang menyerupai Heuer ini sering juga disebut sebagai 'Poor man's Heuer'. Karena memang harga jam-jam seperti ini pada jamannya dijual dengan harga di bawah harga bandrol jam Heuer yang berdesain sama.

Pembuatan 'Poor man's Heuer' sendiri dimulai pada tahun 50-an ketika Heuer memutuskan untuk menerima membuat jam bagi klien-nya yaitu produsen jam tangan lain. Klien yang disebut-sebut pertama yang dibantu oleh Heuer adalah Aristo, Clebar dan Zodiac. Sampai sekarang saya belum bisa mengerti apa yang mendasari strategi Heuer yang mau membuatkan jam untuk produsen jam lainnya.

Salah satu contohnya dari Poor man's Heuer adalah LE JOUR Automatic Chronograph ini. Le Jour ini sama dengan HEUER Pasadena (Ref.750.510)yang memiliki desain serba hitam dengan finishing PVD untuk casing dan rantainya. Movement yang digunakan diambil dari Valjoux 7750 yang memang terkenal handal dan masih banyak dipakai oleh banyak pabrikan jam sampai saat ini.


Diamater jam ini sekitar 40mm dengan ketebalan casing sekitar 15mm. Yang saya suka dari Le Jour ini adalah penampilan secara keseluruhan yang 'misterius', serba hitam dan dengan desain dial yang sangat sporty. Warna dial dibuat matte black dengan kombinasi atraktif warna putih dan orange untuk warna jarum detik besar. Jam ini memiliki indeks yang sudah mulai menguning karena faktor usia, begitu juga dengan warna tritium pada jarum dam dan menit. Tidak seperti Le Jour PVD yang pernah saya lihat, Le Jour ini memiliki penutup case back yang juga berwarna hitam dan terdapat angka 7000 yang merupakan reference number dari jam ini.







Senin, 12 Oktober 2009

Omega Speedmaster Professional Pre-Moon and Moonwatch

Seringkali saya mendapatkan pertanyaan mengenai Omega Speedmaster NASA atau Moonwatch karena jam ini termasuk kolektibel dan salah satu icon desain Omega. Pertanyaannya adalah bagaimana membedakan Omega Speedmaster Professional (selanjutnya disebut sebagai Speedy) generasi sebelum nama Moonwacth populer dan Speedy Moonwatch itu sendiri. Posting kali ini saya coba gambarkan secara ringkas bagaimana ciri-ciri dari kedua jam Speedy dari 2 generasi yang berbeda. Perbandingan adalah antara Speedy Pre-Moon tahun 1969 dan generasi Speedy terakhir yang menggunakan movement cal.861 dari awal tahun 90-an.

Desain Dial
Hal pertama yang paling mudah dilihat dan dikenali adalah dari desain dial. Sepintas dial dengan finishing black matte ini serupa. Tapi kalau diperhatikan lebih seksama, desain dial Speedy Pre-Moon masih menggunakan model dial 'bertingkat' atau sering disebut sebagai dial 'pie pan' dimana bagian tengah dial dibuat lebih tinggi dari sisi luar dan menyerupai piring dibalik. Elemen desain lain pada dial antara Pre-Moon dan Moonwatch adalah identik. Counter sub register model tri-compax sama-sama dibuat 'tenggelam'. Bedanya sangat tipis, yaitu pada desain sub register Pre-Moon lubang sub registers penurunannya tidak siku tapi melandai, sedangkan pada Moonwatch dibuat siku 90 derajat. Karena desain unik Pre-Moon inilah maka para penggemar Speedy mengatakan kalau desain dial Pre-Moon lebih ber-'karakter'.

Caseback

Desain caseback Speedy Moonwatch selalu menuliskan "THE FIRST WATCH WORN ON THE MOON...", sebagai pegingat bahwa Omega berperan serta dalam misi pertama manusia ke bulan. Sedangkan pada Speedy Pre-Moon tidak ada tulisan apa-apa hanya logo dan tulisan SPEEDMASTER karena memang saat itu Omega belum secara resmi dipilih oleh NASA sebagai salah satu partner mereka. Untuk Speedy Moonwatch generasi baru bahkan membuat case back menjadi transparan.



Movement

Kedua jam dalam posting ini masih menggunakan kaliber movement yang sama yaitu Cal.861 yang merupakan pengembangan dari movement Lemania Cal.1873. Gambar movement 861 di bawah merupakan finishing dari Cal.861 pada era awal tahun 90-an. Omega mengganti finishing movement 861 mereka yang semula pink gold plated menjadi yellow gold plated pada tahun 1992, dan kemudian berganti lagi menjadi rhodium plated pada tahun 1996 seiring dengan diluncurkannya generasi movement Moonwatch yaitu Cal.1861.



Penulisan SPEEDMASTER
Ciri ini yang seringkali luput dari amatan karena memang objek-nya kecil dan sepintas memang tidak ada bedanya. Penulisan kata SPEEDMASTER pada kedua jam ini juga berbeda. Pada Speedy Pre-Moon penulisan SPEEDMASTER khususnya pada huruf S dan R terakhir lebih ramping dan tinggi daripada huruf serupa pada Moonwatch. (silahkan klik gambar dibawah untuk memperbesar).


Kaki (Lugs)
Kedua jam ini memiliki desain casing yang serupa dengan desain lugs seperti baja dipelintir. Ini salah satu ciri khas Speedy yang unik. Kedua Speedy beda generasi ini memiliki desain finishing casing, material hexalite crystal dan lugs yang sama.


Speedy moonwatch pada posting ini menggunakan model rantai baru. Ciri khususnya ada pada garis yang memisahkan antara balok-balok rantai yang berada di tengah. Kalau saya pribadi lebih menyukai desain rantai Speedy yang lama. Dengan diameter 42mm jam ini kelihatan mantap dan maskulin namun tidak menghilangkan kesan klasik walaupun dibuat pada tahun 90-an sekalipun.

Kamis, 08 Oktober 2009

TAG HEUER Carrera Chronograph Chocolate

Saya akui kalau saya pribadi tidak begitu nge-fans dengan brand Tag Heuer dan saya hanya bisa suka dengan desain Tag Heuer yang klasik atau seri re-edition seperti Monaco, Carrera, Monza dll. Dan walaupun suka, saya belum pernah mencoba memilikinya sampai hari kemarin.
Sejak awal kali keluar, saya amati tipe Carrera ini termasuk desain Tag yang saya suka (yang pertama tentu saja Monaco Steve Mc Queen). Bagi saya desain Carrera ini klasik dan mendekati versi aslinya yang ber diameter lebih kecil. Kemudian saat Tag mengeluarkan versi yang berwarna coklat (versi aslinya dulu tidak ada), saya jadi makin mengagumi-nya. Paduan antara desain klasik chronograph dan warna coklat kok menurut saya bagus sekali. Omega akhirnya juga mengeluarkan seri speedmaster berwarna coklat.

Ok, sekarang kita lihat dialnya. Saya memilih Carrera dengan variasi dial lebih atraktif. Sub register atas dan bawah diberi 'sabuk' berwarna putih sedangkan sub register di sebelah kiri tidak. Menurut saya pembedaan ini membuat karakter jam ini agak sedikit keluar dari pakem klasiknya dan jadi terlihat lebih ke-kini-an dan modern. Pada sub register atas yang berfungsi sebagai 30 minutes counter ada warna orange pada hitungan sampai 10 menit. Kemudian lihat jarumnya. Jarum detik utama dibuat berwarna beda yaitu orange. Warna orange diatas warna dominan coklat tua...cool!

Carrera ini berdiameter 41mm dan tebal 16mm, yang menurut saya pas buat tangan kebanyakan orang Indonesia. Tidak besar, tapi juga tidak kecil untuk ukuran sebuah jam sport. Karena saya juga penggemar jam dengan menggunakan tali kulit. Maka saya coba padukan Carrera ini dengan strap generik motif crocodile. Ternyata kesannya jadi lebih manis, mungkin karena unsur warna coklat kulit membuat kesan total menjadi lebih soft tapi tetap maskulin dan sporty. Carrera juga mengeluarkan tipe yang menggunakan tali kulit coklat bercorak polos.

Karena tipe ini adalah versi replika (arti replika yang sesungguhnya: bukan palsu) dari versi aslinya, maka keseluruhan desain dibuat mendekati penampilan aslinya. Salah satu yang tidak banyak berubah adalah desain kenop chronograph. Desain yang sederhana dan fungsional (user friendly) menyerupai desain awal Carrera.

Movement menggunakan Valjoux 7750 yang memiliki 25 jewels dan power reserve 42 jam sudah dikenal handal dan akurat dan oleh Tag diberi nama sebagai Caliber 16. Pada case back dibuat transparan sehingga kita bisa melihat kinerja Caliber 16 ini.


Jam ini cukup nyaman dipakai dan karena finishingnya yang full polished steel sehingga akan terlihat berkilat yang dapat menambah kesan mewah untuk sebuah jam sport.



Kamis, 01 Oktober 2009

OMEGA Speedmaster Automatic Cal.1045

Pada tahun 70-an Omega mulai banyak mengeluarkan seri Speedmaster yang merupakan pengembangan dan turunan dari seri legenda mereka Speedmaster NASA. Salah satu turunannya adalah Speedy dengan menggunakan movement automatic dari Lemania Cal.5100 yang oleh Omega diberi nama Cal.1045. Movement ini dipilih dari sekian banyak pilihan movement automatic chronograph karena movement Lemania ini dikenal sangat tangguh dan juga akurat.

Bermula pada tahun 1974, Omega mengeluarkan sekaligus 5 varian dari seri Speedy automatic ini dan yang pertama adalah Speedy dengan nomor referensi 176.0012 ini. Desain casing 0012 ini masih menggunakan casing dari Speedy mark 4, karena itu banyak orang yang mengatakan kalau 0012 ini disebut juga Speedy Mark 4.5. Tipe ini termasuk tipe yang masih sering dijumpai dalam keadaan baik, seperti 0012 dalam koleksi saya ini.

Pada caseback terdapat logo seamonster dan tulisan Seamaster, karena memang casing ini adalah casing Seamaster. Lugs lebar 22mm. Kondisi caseback dan casing jam ini masih jelas serat-serat bajanya walaupun ada beberapa goresan bekas gesekan pada terutama pada sisi casing. Kondisi kristal masih sangat baik dan bersih.

Movement Lemania ini memiliki penghitung menit besar yang bertumpuk dengan penghitung detik utama. Pada posisi angka 12 adalah penunjuk waktu 24 jam dengan adanya perbedaan warna antara siang dan malam (am:pm). Posisi angka 9 adalah penghitung 60 detik dan posisi angka 6 adalah penghitung waktu 12 jam. Dimensi jam ini adalah panjang lus to lugs 45mm, diameter dengan crown 44mm dan tanpa crown 42mm. Ketebalan casing 15mm dan berat total dengan rantai sekitar 134 gr. Dengan dimensi seperti ini jam masih terasa nyaman dipakai dengan proporsi yang baik. Omega memproduksi 5 varian Speedy matic dari tahun 1974 sampai 1977 dengan jumlah total produksi yang tidak diketahui. Saat ini apresiasi penggemar jam terhadap jam-jam Omega sport antik semakin tinggi, karena itu tidak heran kalau nilai jam-jam seperti ini selalu saja naik.



Jumat, 21 Agustus 2009

OMEGA Flightmaster Manual Wind Cal.911

Omega Flightmaster (FM) sejatinya dibuat untuk para penerbang karena itu dinamakan Flight master. Namun pada banyak bukti sejarah berupa foto, ternyata jam ini juga banyak digunakan oleh para profesional lain. Gambar diatas adalah Alexei Leonov, salah seorang kosmonot Rusia, terlihat mengenakan Omega Flightmaster (FM) selama training sebagai salah satu awak dalam program kerjasama Amerika dan Rusia ASTP (Apollo-Soyuz Test Project). Belum bisa dipastikan apakah Omega FM tersebut juga dikenakan saat berada di ruang angkasa karena saat foto lain diambil dalam kabin pesawat, dia terlihat mengenakan Omega speedy pro sebagai jam resmi NASA.

Omega FM diyakini sebagai salah satu jenis Omega yang tinggi nilai kolektibilitasnya, bersama dengan Omega Speedy Pro Pre Moon dan Seamaster diver 300m vintage. Karena itu nilai jualnyapun selalu tinggi. Omega ini merupakan salah satu varian dari seri Speedmaster yang termasuk dalam tipe Pilot yang dibuat mulai tahun 1969 sampai awal tahun 70-an. Tipe ini adalah varian terakhir yang dibuat oleh Omega yang mendesain jam mekanikal khusus untuk pilot.
Omega FM mengeluarkan 2 versi dengan penggunaan 2 kaliber movement yang berbeda. Generasi pertama menggunakan penunjuk am pm pada sub register. Omega FM yang saya miliki sering disebut sebagai generasi kedua dengan nomor ref. 145.036

Movement dari FM ini sama dengan seri speedmaster pro Cal.861. Perbedaan hanya pada penambahan fungsi GMT yang ditunjukkan dengan jarum berwarna biru. Jarum GMT ini dapat digerakkan secara independen dengan menggunakan crown yang terletak di posisi angka 10. Pada bagian dalam terdapat inner bezel yang menunjukkan pemaigian waktu dalam satuan 60 menit yang dapat berputar. Untuk menggerakkan inner bezel menggunakan crown yang terdapat di posisi angka 8.30.
Omega membuat perbedaan warna pada crown untuk menunjukkan fungsi sekaligus memudahkan bagi para pemakai untuk mengetahui fungsinya. Crwon untuk pemutar jarum GMT diwarnai sesuai dengan warna jarum GMT yaitu biru, sedangkan warna untuk pemutar inner bezel berwarna hitam, sesuai dengan warna inner bezel. Sedangkan untuk kenop chronograph dibuat 2 warna yaitu kuning dan orange. Jarang sekali omega FM yang masih utuh semua warna yang terdapat ada crown dan kenop. Biasanya sudah hilang karena faktor usia atau diganti dengan kenop atau crown tipe baru.



Casing FM ini dibuat seperti model kerucut terpotong atau seperti bentuk gunung terpotong dan bentuk ini biasanya disebut sebagai 'volcano case'. Caseback terdapat grafir bentuk pesawat terbang. Rantai yang dipakai memiliki lebar lugs 22mm dan tidak banyak jenis Omega yang menggunakan rantai dengan lebar lugs seperti ini. Dalam beberapa brosur Omega lama tidak semua FM menggunakan rantai, juga terdapat Omega FM yang menggunakan tali kulit.

Bagi saya sendiri jam ini merupakan salah satu 'jam impian' kaena selama ini saya hanya bisa melihat melalui gambar di internet. Salah satu hal yang saya sukai dari FM ini adalah kondisi dialnya yang masih tuh dan mulus. Dial bagian tengah berwarna abu-abu tua cenderung ke arah coklat. Jarum warna orange sudah mulai sedikit pupus dan berubah warna kearah kekuningan. Diameter jam ini cukup besar yaitu 42,6mm tanpa crown dan tinggi sekitar 52,25mm. Tebal jam 15,6mm dengan berat 139 gram. Dengan dimensi dan berat seperti ini mungkin akan tidak terasa nyaman bagi orang yang kurus atau pergelangan tangannya kecil.

Sabtu, 09 Mei 2009

SEIKO Chronograph 6139-8020 and 7030

Minggu ini keluarga Seiko Automatic Chronograph saya bertambah 3 buah, dan 2 buah varian ini belum pernah saya miliki sebelumnya yaitu seri 7030 dan 8020 (sebelumnya saya sudah punya dengan warna dial berbeda).

Yang pertama, 6139-7030. Seiko ini memiliki warna dial yang menarik karena warnanya cenderung 'tanggung' antara warna abu-abu, coklat muda, krem dan putih. Kondisi masih sangat bagus. Mungkin jarum pada sub register yang berwarna orange sudah diganti, namun perbedaan warna ini malah membuat seiko ini makin cantik.



Yang kedua, 6139-8020. Menurut saya, ini salah satu desain terbaik Seiko chronograph. Desain sangat retro tahun 70-an namun sederhana. Apalagi warna dial jam ini unik yaitu coklat dengan kombinasi warna sub register abu-abu muda..klasik sekali!



Ketika dijejerkan dengan 8020 yang sebelumnya saya miliki. Jam yang disebelah kanan juga saya dapat dari orang yang sama.

Rabu, 22 April 2009

TAG HEUER Formula 1 in NOS Condition!

Mungkin ada sekitar 4 kali saya mendapatkan jam Tag Heuer Formula 1 vintage seperti ini, namun saya tidak pernah sampai ada keinginan untuk menyimpannya. Namun untuk yang satu ini saya hampir tidak percaya dengan yang saya lihat karena Tag F1 ini dalam kondisi NOS (New Old Stock)!. Hampir tidak ada scratch atau bekas benturan pada setiap sisi jam. Semua index dan marker masih terlihat sangat mulus.
Dibandingkan dengan jenis jam Tag Heuer yang baru saya lebih menyenangi jam-jam Tag Heuer lama atau saat-saat awal Tag Heuer terbentuk. Mungkin karena desainnya menurut saya lebih klasik atau bener yang teman saya bilang.."bilang aja karena lebih muraaahhh"!



TAG Heuer mengeluarkan 2 versi berbeda untuk tipe F1 pertama ini, yaitu yang sering ditemui dengan tidak ada atribut "OFFICIAL TIMEKEEPER OF THE FIA F1 WORLD CHAMPIONSHIP" dan yang merupakan jam resmi F1 seperti pada koleksi saya ini. Perbedaan yang mencolok adalah dari desain sub register. desain sub register untuk yang official F1 timekeeper lebih colourful dari yang biasa dan tentu saja tulisan di belakangnya.



Diameter jam tidak begitu besar, 38mm (tanpa crown) dengan ketebalan 11,5mm. Panjang lug to lug adalah 43mm. Movement Swiss ETA quartz.

Minggu, 08 Maret 2009

OMEGA Speedy Mark II Chequer Dial

Omega Speedy ini adalah salah satu varian dari 3 jenis speedy Mark 2 yang dikeluarkan oleh Omega. Karena desain unik dengan finishing berbeda di pinggir dial maka tipe ini sering disebut sebagai mark 2 chequer dial atau Racing dial (karena mirip bendera racing kali).
Dial berwarna abu-abu dengan kombinasi yang menarik antara warna kuning, putih dan orange (atau merah ya?). Jarum sub register berwarna kuning.






Minggu, 22 Februari 2009

FORTIS Pilot Automatic Chronograph 35mm

Fortis dikenal sebagai salah satu jam bagi kegiatan aviasi bahkan juga sebagai jam resmi para kosmonot rusia. Sebenarnya saya bukanlah penggemar Fortis, namun ketika salah seorang penggemar jam teman baik saya meminta saya untuk memperbaiki sekaligus merawat jam ini saya langsung mengiyakan.


Penampilan jam ini menurut saya cukup sederhana dan tampilan sebagai jam penerbang begitu kental. Fortis mengeluarkan 2 jenis jam Pilot seperti ini dengan perbedaan pada diameter. Jam dalam koleksi saya ini berdiameter 35mm (ref 622) dan tipe yang lain berdiameter 40mm (ref 579) dengan ketebalan casing sama yaitu sekitar 16mm. Jadi dengan diameter 35mm dan tebal 16mm, tampilan jam jadi sedikit 'aneh' karena kelihatan tebal sekali.


Tali kulit jam ini merupakan salah satu tali kulit terbaik yang pernah saya lihat dan rasakan. Talinya tebal dan terasa kokoh dengan white stiching line yang mempertegas kesan sporty-nya. Mungkin ketebalan ini untuk menyiasati tebal casing agar masih tetap nyaman dipakai.

Casing terbuat dari steel dengan finishing brushed titanium sehingga tidak terlihat mengkilat dan menurut saya jam-jam militer dan pilot memang seharusnya berwarna demikian. Karena dimensinya yang kecil, jam ini jadi lebih sering dipakai istri...