Tampilkan postingan dengan label Tag Heuer. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tag Heuer. Tampilkan semua postingan

Minggu, 25 Maret 2012

TAG HEUER Professional DIVER 200M (SOLD TO PALEMBANG)










DETAIL:
-Diameter 37mm include crown
-DIAL WARNA ABU-ABU dengan motif pasir yang berkilau.
-kaca saphire crystal.
-crown mengunci rapat pada casenya.
-Mesin quartz swiss eta original tagheuer.
-kondisi jam mulus dan all part original.

SOLD TO MR.EDO-PALEMBANG

Minggu, 04 Maret 2012

TAG HEUER Limited Edition Monaco Gulf

Bermula sekitar 4 tahun lalu ketika untuk pertama kalinya saya melihat jam ini di sebuah toko jam terkemuka di Jakarta dan langsung jatuh cinta. TAG HEUER Limited Edition Monaco Gulf. Saat itu saya berkeinginan bahwa jam ini suatu saat harus saya miliki. Saat itu saya kaget juga ketika pramuniaga toko tersebut menyebutkan sebuah angka mendekati 50 juta untuk harga jam yang hanya dibuat sebanyak 4000 buah saja di dunia, dan...no discount!

Sebelumnya saya juga memiliki sebuah Monaco Steve Mc Queen klasik yang berwarna biru yang merupakan icon dari Monaco dan juga Steve mc Queen yang mengenakannya dalam film 'Le Mans'. Kedua Monaco ini memiliki dimensi yang sama dan juga share movement chronograph yang sama. Yang membedakan adalah dari sisi desain dial dan penggunaan crocodile strap yang berbeda.


Desain Monaco Gulf ini juga mengacu pada film klasik "Le Mans", tepatnya mobil balap Porsche Gulf 917K yang digunakan dalam film tersebut. Ciri khas mobil tersbut adalah warnanya yang biru muda dan elemen garis dan variasi berwarna orange. Dalam desain Monaco Gulf, kedua warna tersebut di posisikan sejajar dan asymetry. Sedangkan tulisan 'GULF' sendiri sudah menjadi icon klasik dalam dunia balap mobil pada tahun 70-an. Elemen warna orange digunakan juga untuk jarum detik dan jarum kecil pada sub register.

Tag Heuer mengeluarkan untuk pertama kalinya Monaco Vintage Reedition pada tahun 2005 untuk memperingati ulang tahun Steve Mc Queen yang ke 75. Saat itu Monaco yang diproduksi sebanyak 4000 buah memiliki dial berwarna putih dengan stripe (garis) yaitu biru tua dan merah. Monaco warna putih ini (Ref.CW2118) mengambil ide dari pakaian balap yang dikenakan oleh Steve Mc Queen dalam film 'Le Mans'. Pada tahun 2007, Tag Heuer mengeluarkan kembali Monaco vintage Gulf edition dengan dial berbeda yaitu hitam (Ref.CW 211A) dan stripes warna khas Gulf..

Monaco Gulf memiliki dimensi 39x39mm dengan plexy glass sebagai penutup dial. Penggunaan plexy glass dan bukannya sapphire crystal ini adalah sebuah cara agar secara visual dan fisik Monaco Gulf ini mirip dengan versi Monaco vintage.

Monaco Gulf menggunakan automatic chronograph movement Cal.12 yang menggunakan base movement dari ETA dan modul chronograph dari Dubois Depraz. Strap menggunakan kulit crocodile berwarna hitam dengan stiching orange senada dengan variasi warna pada dial.


Jumat, 17 Februari 2012

TAG HEUER Monaco

Saya bukanlah penggemar berat dari brand TAG HEUER tapi ada beberapa tipe jam brand ini yang saya sukai, salah satunya adalah Monaco Re-edition ini. Dalam buku 'Cult Watches' karangan Michael Balfour, Monaco merupakan salah satu jam yang desainnya menjadi icon untuk jamannya. Pertama kali diproduksi oleh HEUER pada tahun 1969 dan merupakan jam chronograph berbentuk kotak pertama dan water resistant yang pertama di dunia dan juga jam tangan chronograph pertama yang menggunakan chronomatic movement dengan microrotor. Heuer memproduksi Monaco untuk menghormati Grand Prix Monaco yang salah satu sponsornya adalah heuer. Sejak pertama kali muncul dalam katalog Heuer tahun 1969, jam ini langsung memikat hati banyak pecinta jam karena desainnya yang unik dan warnanya yang eye catching.

Keunikan dan daya tarik ini ternyata membuat Steve Mc Queen memakainya pada saat pengambilan film 'Le Mans' pada tahun 1971 (gambar diatas). Pada film ini Steve juga terlihat mengenakan jam koleksi dia yang lain yaitu Rolex Submariner 5513. Sejak penampilan Heuer Monaco di film Le Mans, kepopuleran Monaco semakin meningkat. Monaco pertama yang menggunakan legendary Movement Cal.11 diganti dengan Cal.11-i beberapa bulan kemudian dan akhirnya pada tahun 1971, Heuer mengganti movement Cal.11 dengan Cal.12.

Monaco akhirnya berhenti diproduksi pada tahun 1975, sampai akhirnya pada tahun 1997 setelah Heuer diakuisisi oleh Tag Group, kembali membuat versi Re-edition dari Monaco. Keputusan ini didasarkan pada keinginan penggemar berat Heuer untuk kembali memproduksi tipe-tipe klasik mereka seperti Monaco, carrera dan Monza.

Monaco generasi modern ini sedikit lebih besar dari versi klasiknya. Monaco baru memiliki dimensi 39mm, lebih besar 1mm dari versi lamanya, namun tetap nyaman dipakai. Warna dial biru dan sub register putih tetap dipertahankan karena merupakan ciri khas Monaco, walau Tag Heuer juga mengeluarkan versi warna dial hitam juga. Monaco yang saya beli ini merupakan varian CW 2113 yang menggunakan bracelet (rantai). Alasan kenapa saya memilih untuk membeli varian ini adalah karena supaya saya bisa mengganti variasi penampilan Monaco dengan 2 variasi: rantai dan strap kulit.

Saat ini Monaco saya padu padankan dengan crocodile strap berwarna coklat dengan pola yang sangat bagus dan kualitas kulit yang juga sangat bagus dan juga rapi. Strap memiliki ukuran lugs 22mm. Strap ini saya beli dari sebuah produsen strap untuk brand-brand besar, karena itu tidak heran kalau kualitas kulit dan buatannya sangat bagus, mirip dengan strap croco untuk Breitling.

Monaco modern menggunakan movement Cal.17 yang merupakan ETA base movement cal.2892 yang ditambah modul chronograph dari Dubois depraz. ETA 2892 merupakan salah satu cal ETA yang banyak dipakai oleh banyak Swiss brand karena memang tangguh dan akurat.

Saat dipakai jam ini menarik perhatian karena warna dan bentuknya. Saya sih sebetulnya ingin menyimpan Monaco versi Re-edition yang diproduksi tahun 1997, tapi saya tidak pernah melihat ada yang menjualnya di Indonesia. jadi sambil menunggu, keinginan saya terobati dengan memakai Monaco Modern ini...

Rabu, 16 Desember 2009

TAG HEUER Carrera Re-edition Cal.17

Pada tahun 1950, Mexico berencana menyelesaikan jalan lintas negara yang diberi nama Pan-Americana Highway. Untuk merayakan peristiwa bersejarah itu, Mexico mengadakan perlombaan mobil yang melintasi jarak sejauh 3,500km sepanjang jalan dari mulai awal di Guatemala sampai ke Amerika Serikat. Nama perlombaan itu adalah "Le Carrera PanAmericana Rally Mexico", yang berhasil diselenggarakan sebanyak 5 kali sepanjang tahun 1950-1954. Rally ini termasuk rally yang berat karena peserta harus melewati gurun pasir, padang rumput yang luas, hutan dan juga pegunungan. Dari nama Rally inilah akhirnya Heuer memutuskan untuk membuat sebuah jam tangan yang menggunakan nama Rally tersebut, maka dibuatlah CARRERA.
Tipe Carrera sendiri pertama kali diproduksi pada tahun 1963, yang merupakan langkah baru bagi Heuer dalam mendesain pengukur waktu terutama Chronograph. Publik ternyata menyambut baik desain Carrera ini karena fungsi chronograph yang mudah dibaca, desain yang klasik dan sederhana serta movement yang handal. Heuer membuat tipe Carrera dengan beberapa evolusi pada desain sampai tahun awal 80-an.
Pada pertengahan tahun 80-an saat Tag bergabung dengan Heuer dan membentuk Tag Heuer, tema perusahaan yang sebelumnya sebagai penyedia 'tools' untuk penghitung kecepatan berubah dengan mengusung konsep AVANTE GARDE design atau sering juga ditulis dan disebut sebagai TECHNIQUES D'AVANTE GARDE. Karena prinsip ini maka manajemen Tag Heuer memutuskan untuk tidak lagi memproduksi tipe-tipe klasiknya dan beralih dengan desain-desain yang mutakhir dan terkini. Secara finansial konsep ini mendatangkan keuntungan besar bagi perusahaan, namun banyak pula orang yang sebelumnya begitu fanatik dengan 'old heuer' merasa bahwa Tag Heuer 'melupakan' mereka. Orang-orang 'old heuer' ini meminta kepada manajemen tag Heuer untuk kembali membuat tipe-tipe klasik yang pernah menjadi icon Heuer, terutama Carrera.

Permintaan ini ternyata tidak langsung dipenuhi oleh Tag Heuer karena merasa bahwa dengan product line yang baru Tag Heuer 'bersalin muka' sebagai produsen jam yang high profile dengan desain-desain yang sesuai kondisi jaman. Akhirnya pada tahun 1997/1998 Tag Heuer memutuskan untuk menghidupkan 'kenangan lama' pada saat jaman kejayaan Heuer sekaligus untuk memenuhi permintaan banyak orang yang ingin memiliki tipe-tipe Heuer klasik. Tipe klasik pertama yang dimunculkan adalah CARRERA first-edition yang diluncurkan pada tahun 1964. Tag Heuer mengeluarkan 3 varian Carrera ini: 18K YG (CS 3140), Steel dengan dial hitam (CS 3111), dan steel dengan dial silver (CS 3110). Kalau versi asli Carrera ini menggunakan manual chronograph movement dari valjoux 72, tipe re-edition menggunakan movement Lemania 1873 yang juga digunakan oleh Omega untuk tipe speedmaster Moonwatch.

Sambutan pasar ternyata luar biasa, dalam waktu sebentar Carrera Re-edition menjadi bahan pembicaraan dan banyak dicari oleh penggemar Heuer maupun Tag Heuer. Reaksi pasar yang luar biasa ini membuat Tag Heuer kembali mengeluarkan varian baru dengan desain yang diusahakan tidak jauh dari versi aslinya. Maka dikeluarkanlah tipe Carrera Re-edition dengan model "Daytona ring" karena desain sub register chronograph yang mirip dengan Rolex Daytona. Tipe ini masih menggunakan movement Lemania 1873.

Seiring dengan perkembangan brand Carrera dan juga permintaan dari pasar, akhirnya Tag Heuer mengeluarkan versi automatic. Maka diluncurkanlah tipe paling baru dari Carrera re-edition ini yang menggunakan automatic movement, seperti jenis Carrera yang ada dalam koleksi saya ini.

Karena menggunakan movement yang berbeda (automatic) maka reference number Carrera ini juga berbeda yaitu CS2113-0 (versi manual 3113). Diameter jam 39mm, tidak besar tapi juga tidak terlihat kecil. Tapi ukuran 39mm ini lebih besar dari versi aslinya. Kaca sudah menggunakan sapphire crystal, walau apabila dilihat sapphire crystal itu terlihat seperti mika karena desainnya yang timbul. Movement yang digunakan adalah dari ETA Cal.2890-A2 yang desain sub register dan peletakan feature tanggal banyak yang mengira jam ini menggunakan movement El primero dari Zenith. Memang serupa benar dan masih saja banyak orang yang salah kira. Movement ETA ini oleh Tag Heuer disebut sebagai Cal.17. Movement ETA 2890 ini dipadukan dengan module piggyback chronograph dari DuBois Depraz. Banyak pihak yang menyayangkan kenapa tag Heuer tidak menggunakan movement El Primerod dari Zenith karena para penggemar Carrera menganggap bahwa tipe ini layak disandingkan dengan the best automatic chronograph movement in the world.
Setiap carrera generasi baru memiliki 2 pilihan strap yaitu yang model racing ataupun black crocodile yang dipadukan dengan deployant buckle. Strap Crocodile hitam pada jam Carrera ini merupakan tambahan baru karena strap yang asli sudah rusak. Terlihat kondisi strap masih sangat bagus. Saya pribadi lebih suka dengan strap model croco ini karena menjadikan jam terlihat lebih elegan dan berkelas.
Saya sebenarnya bukanlah penggemar brand Tag Heuer, saya hanya suka Tag Heuer (atau Heuer) yang tipe-tipe klasik seperti halnya Carrera ini. Desain dial saya katakan cantik dan dibuat dengan estetika serta kualitas proporsi yang baik. Sub register model Daytona menurut saya membuat jam ini menjadi lebih 'halus' kalau dibandingkan dengan menggunakan sub register yang sama warnanya dengan dial. Proporsi yang baik juga termasuk besar jam secara keseluruhan. Diameter 39mm sangat pas untuk jam-jam klasik sport karena kalau dibuat besar malah akan terkesan modis dan fashion. Secara keseluruhan menurut saya ini asalah salah satu desain jam terbaik dari tag Heuer.

Karena desainnya yang klasik, maka jam ini tetap cocok dipadukan dengan model konsep baju seperti apapun baik formal maupun casual. Salah satu alternatif untuk merubah penampilan adalah dengan mengganti strap croco hitam dengan yang berwarna coklat. Hmm..pasti bagus juga..! Tag Heuer berikutnya yang menjadi target saya adalah MONACO Steve Mc Queen yang berwarna biru!..


Selasa, 08 Desember 2009

HEUER Autavia GMT Ref.11630 Automatic

Autavia GMT adalah salah satu tipe yang paling banyak disuka dan dicari oleh penggemar jam vintage chronograph. Desain ini telah menjadi salah satu icon dari brand Heuer pada masanya. Jam ini memiliki ref.11630 yang menggunakan automatic movement chronograph Cal.14 generasi pertama yang awalnya diperkenalkan pada tahun 1969. Product line Autavia sendiri diproduksi oleh Heuer sejak tahun 1962 sampai mid-80-an dengan banyak desain dan tipe movement yang digunakan. No reference product ini bisa dilihat pada bidang antar lugs di bawah angka 6.


Jam ini cukup besar dan tebal untuk sebuah jam chronograph GMT, dengan diameter sekitar 42mm dan ketebalan 15mm membuat jam ini terlihat 'bongsor' saat dipakai. Tampilan atraktif, dengan penggunaan 2 warna pepsi (biru dan merah) sebagai penunjuk waktu GMT. Jarum detik utama besar menggunakan warna orange senada dengan aksentuasi pada sub register yang ada di sebelah kanan. Autavia GMT mengeluarkan 2 versi warna sub register yaitu putih dan abu-abu. Tipe yang paling sering terlihat baik di internet atau tempat lelang adalah yang memiliki sub register putih.

Karena proses penyimpanan yang lama dan mungkin karena kelembaban cukup tinggi maka radium yang dibuat dengan cara dioleskan pada indeks jam dan pada jarum terlihat sudah berubah warna menjadi krem kecoklatan. Warna ini merata di semua indeks dan kedua jarum jam. Sedangkan warna orange dan kuning yang memiliki kadar senyawa berbeda dengan indeks warna nya cenderung tidak banyak berubah. Beda apabila sebuah jam seringkali digunakan (daily use) maka kecenderungan warna orange dan kuning akan juga memudar (selain perubahan warna pada indeks dan jarum juga)

Tali kulit dan buckle jam ini masih original bawaan Autavia (Heuer mengeluarkan 2 versi: Kulit dan rantai). Bahan pembuat strap ini adalah Cor-fam, sebuah bahan kulit sintetis yang diciptakan dan diproduksi oleh Du Pont pada awal tahun 60-an. Kualitas Cor-fam cukup bagus bila dibandingkan dengan penggunaan material kulit atau kulit imitasi yang lain. Bahannya kuat dan tidak mudah getas apabila disimpan lama, seperti yang dialami oleh bahan kulit atau kulit imitasi lain. Karena alasan ini pula akhirnya Heuer tetap menggunakan Cor-fam ini sebagai bahan strap mereka untuk selanjutnya.

Ciri khas dari desain strap Heuer Chronograph adalah strap dibuat berlubang-lubang yang identik dengan dunia balap. Kalau menurut saya pribadi, dimensi strap ini tidak proporsional dengan besar dan tebal jam, sehingga terlihat tidak kokoh mengikat casing. Mungkin akan lebih pas bila ketebalan strap ditambah untuk menopang berat casing.

Ciri khas lain dari tipe Autavia adalah peletakan kenop dan crown yang tidak segaris. Crown utama diletakkan di sebelah kiri. Ini cukup menyulitkan bagi orang yang tidak kidal yang seringkali memutar crown yang ada di sebelah kanan casing. Desain kenop chronograph dibuat bergelombang (fluted pushers) senada dengan desain rotating GMT bezel yang memiliki gerigi lebar. Seri 11630 menggunakan mineral glass crystal yang dibuat se-level dengan posisi muka bezel. Casing jam ini terlihat tegas dengan sedikitnya elemen lengkung pada sudut-sudut casing. melihat sudut yang masih lancip dan serat casing yang masih terlihat, menunjukkan kalau jam ini belum pernah dipoles oleh pemilik sebelumnya. Beberapa goresan pada casing dibiarkan apa adanya dan tidak berusaha dihilangkan dengan dipoles oleh mesin.

Berdasarkan tulisan Jeff Stein, seorang kolektor jam chronograph antik terutama Heuer, tipe Autavia GMT dengan sub register abu-abu merupakan item yang sangat kolektibel karena desainnya yang menarik dan atraktif serta konstruksi casingnya yang kokoh. Karena itu tidak heran kalau tipe ini berada di urutan pertama jam-jam vintage chronograph yang wajib dimiliki bagi para penggemar jam sport antik.


HEUER Autavia Ref.2446 MH Cal.72

HEUER ini merupakan generasi awal dari Heuer Autavia yang menggunakan caseback model snap back. Diproduksi sekitar akhir 60-an atau awal 70-an. Dial dengan hurf T kecil pada posisi diatas angka 6 menunjukkan kalau dial ini merpakan dial Autavia yang diproduksi pada tahun 1969. Tipe ini masih muncul pada catalog Heuer Chronograph untuk tahun 1970/71.

Autavia ini merupakan tipe 2446 MH. Huruf MH pada nomor reference menunjukkan jenis bezel jam ini. MH merupakan kependekan dari Minute-Hour, yaitu bezel menunjukkan informasi gradual waktu Menit dan Jam. menit ditunjukkan dengan angka-angka 5,10,15 dst sedangkan penunjuk jam pada bezel disebutkan dengan angka yang lebih kecil ukurannya yang berdempetan dengan angka penunjuk menit. Beberapa variasi dial adalah penunjuk Tachymeter dan hanya Jam saja.

Bagi saya desain Autavia 2446 MH ini sangat klasik dan mengingatkan saya akan desain Omega speedmaster Nasa karena desain sub register dan movement manual yang digunaknnya. Autavia ini menggunakan manual coloumn wheel chronograph movement yang legendaris yaitu Valjoux Cal.72 yang memiliki 17 jewels. Valjoux 72 sering juga disebut sebagai Tri-Compax chronograph karena adanya penambahan sub register 12 hours di sisi bawah. Cal.72 merupakan salah satu chronograph movement yang paling banyak digunakan oleh banyak brand jam pada periode 60-70an.

Kenop chronograph Autavia ini tidak bulat sempurna tapi memiliki lekukan-lekukan yang disebut juga Fluted pushers. Diameter crown utama juga besar dengan logo Heuer. Hal yang menarik dari Autavia ini adalah penggunaan jarum detik utama berwarna merah. Warna merah juga digunakan pada ujung indeks jam sebagai aksen.

Caseback polos tanpa ada tulisan apapun. Model snap back seperti ini cukup sulit untuk bisa menutup kembali dengan rapat, tidak seperti caseback model snap back jam lain. Desain lugs kekar dan panjang dengan sudut-sudut yang tegas. Cocok sekali sebagai profil jam sport.

Diameter jam ini cukup besar sekitar 41mm dengan ketebalan 13mm. Karena desain dial yang kontras antara hitam dan putih, autavia ini terlihat sangat klasik sekaligus sporty. Warna merah pada jarum membuat penampilan jam ini secara keseluruhan menjadi lebih menarik.

Kamis, 08 Oktober 2009

TAG HEUER Carrera Chronograph Chocolate

Saya akui kalau saya pribadi tidak begitu nge-fans dengan brand Tag Heuer dan saya hanya bisa suka dengan desain Tag Heuer yang klasik atau seri re-edition seperti Monaco, Carrera, Monza dll. Dan walaupun suka, saya belum pernah mencoba memilikinya sampai hari kemarin.
Sejak awal kali keluar, saya amati tipe Carrera ini termasuk desain Tag yang saya suka (yang pertama tentu saja Monaco Steve Mc Queen). Bagi saya desain Carrera ini klasik dan mendekati versi aslinya yang ber diameter lebih kecil. Kemudian saat Tag mengeluarkan versi yang berwarna coklat (versi aslinya dulu tidak ada), saya jadi makin mengagumi-nya. Paduan antara desain klasik chronograph dan warna coklat kok menurut saya bagus sekali. Omega akhirnya juga mengeluarkan seri speedmaster berwarna coklat.

Ok, sekarang kita lihat dialnya. Saya memilih Carrera dengan variasi dial lebih atraktif. Sub register atas dan bawah diberi 'sabuk' berwarna putih sedangkan sub register di sebelah kiri tidak. Menurut saya pembedaan ini membuat karakter jam ini agak sedikit keluar dari pakem klasiknya dan jadi terlihat lebih ke-kini-an dan modern. Pada sub register atas yang berfungsi sebagai 30 minutes counter ada warna orange pada hitungan sampai 10 menit. Kemudian lihat jarumnya. Jarum detik utama dibuat berwarna beda yaitu orange. Warna orange diatas warna dominan coklat tua...cool!

Carrera ini berdiameter 41mm dan tebal 16mm, yang menurut saya pas buat tangan kebanyakan orang Indonesia. Tidak besar, tapi juga tidak kecil untuk ukuran sebuah jam sport. Karena saya juga penggemar jam dengan menggunakan tali kulit. Maka saya coba padukan Carrera ini dengan strap generik motif crocodile. Ternyata kesannya jadi lebih manis, mungkin karena unsur warna coklat kulit membuat kesan total menjadi lebih soft tapi tetap maskulin dan sporty. Carrera juga mengeluarkan tipe yang menggunakan tali kulit coklat bercorak polos.

Karena tipe ini adalah versi replika (arti replika yang sesungguhnya: bukan palsu) dari versi aslinya, maka keseluruhan desain dibuat mendekati penampilan aslinya. Salah satu yang tidak banyak berubah adalah desain kenop chronograph. Desain yang sederhana dan fungsional (user friendly) menyerupai desain awal Carrera.

Movement menggunakan Valjoux 7750 yang memiliki 25 jewels dan power reserve 42 jam sudah dikenal handal dan akurat dan oleh Tag diberi nama sebagai Caliber 16. Pada case back dibuat transparan sehingga kita bisa melihat kinerja Caliber 16 ini.


Jam ini cukup nyaman dipakai dan karena finishingnya yang full polished steel sehingga akan terlihat berkilat yang dapat menambah kesan mewah untuk sebuah jam sport.



Rabu, 22 April 2009

TAG HEUER Formula 1 in NOS Condition!

Mungkin ada sekitar 4 kali saya mendapatkan jam Tag Heuer Formula 1 vintage seperti ini, namun saya tidak pernah sampai ada keinginan untuk menyimpannya. Namun untuk yang satu ini saya hampir tidak percaya dengan yang saya lihat karena Tag F1 ini dalam kondisi NOS (New Old Stock)!. Hampir tidak ada scratch atau bekas benturan pada setiap sisi jam. Semua index dan marker masih terlihat sangat mulus.
Dibandingkan dengan jenis jam Tag Heuer yang baru saya lebih menyenangi jam-jam Tag Heuer lama atau saat-saat awal Tag Heuer terbentuk. Mungkin karena desainnya menurut saya lebih klasik atau bener yang teman saya bilang.."bilang aja karena lebih muraaahhh"!



TAG Heuer mengeluarkan 2 versi berbeda untuk tipe F1 pertama ini, yaitu yang sering ditemui dengan tidak ada atribut "OFFICIAL TIMEKEEPER OF THE FIA F1 WORLD CHAMPIONSHIP" dan yang merupakan jam resmi F1 seperti pada koleksi saya ini. Perbedaan yang mencolok adalah dari desain sub register. desain sub register untuk yang official F1 timekeeper lebih colourful dari yang biasa dan tentu saja tulisan di belakangnya.



Diameter jam tidak begitu besar, 38mm (tanpa crown) dengan ketebalan 11,5mm. Panjang lug to lug adalah 43mm. Movement Swiss ETA quartz.

Minggu, 15 Februari 2009

Tag Heuer for My Wife

Salah satu hal yang dapat 'mensukseskan' hobi mengumpulkan jam ini selain dukungan finansial, juga yang lebih penting lagi adalah dukungan istri. Dulu waktu koleksi jam saya masih 13 buah sering ditanyakan oleh istri "kok jamnya banyak banget? kapan mau pakai-nya? dijual aja sebagian buat beli jam lagi"..dll.

Tapi jam saya ternyata tidak berkurang malah bertambah terus. Kalau dulu cuma 13 buah sekarang sudah mencapai 80 buah, dan istri malah tidak pernah komplain. Ternyata istri mulai sedikit banyak mengerti dan menyukai jam terutama bila ada jam-jam yang 'masuk' dalam kriteria jam bagus baginya. Salah satunya adalah jenis Tag Heuer ini.


Tag Heuer ini adalah tipe Formula 1 dan merupakan koleksi Formula buatan tahun 90-an. Diameternya tidak terlalu kecil (34mm) dan dengan finishing warna dial yang menarik. Karena itu saya mulai mencari-cari jam tipe ini dalam berbagai warna agar istri juga bisa ikut ganti-ganti jam disesuaikan dengan warna pakaian :-).


Mungkin cara ini bisa sedikit banyak mengurangi komplain istri karena koleksi jam yang banyak, karena dia juga bisa menikmati hobby ini dengan membelikan jam yang sesuai dengan kesukaannya...