Tampilkan postingan dengan label Omega 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Omega 4. Tampilkan semua postingan

Selasa, 27 Maret 2012

James H.Ragan: Seseorang dibalik terpilihnya Omega Speedmaster Moonwatch

Omega telah bekerja sama dengan NASA sebagai penyedia timekeeper resmi buat para astronot yang telah dipakai sejak periode tahun 60-an sampai sekarang. Ada beberapa versi yang menjelaskan bagaimana Omega akhirnya bisa terpilih menjadi supplier resmi untuk NASA. Adalah James H. Ragan, seorang official staff NASA bagian procurement yang aktif pada periode 1964 sampai 1999 (masa mulai pensiun), yang berada dibalik terpilihnya Omega menjadi jam resmi astronot dan hingga mendapat sebutan the Moonwatch. Pada sebuah interview eksklusif dengan sebuah majalah jam terkemuka, Ragan menceritakan bagaimana sebenarnya proses pemilihan jam resmi untuk para astronot ini. Berikut adalah ringkasannya.

Sering diceritakan bahwa untuk mendapatkan sebuah jam yang tangguh dan bisa digunakan untuk membantu astronot ketika ke luar angkasa, beberapa staf NASA berkunjung ke sebuah toko jam di Houston bernama Corrigan dan membeli beberapa buah jam chronograph. Ternyata bukan seperti itu kejadiannya. Untuk menentukan sebuah alat bantu bagi astronot (termasuk jam), NASA menentukan dahulu spesifikasi yang diinginkan dari sebuah alat dan kemudian menawarkan kepada para supplier.

Pada saat Program Mercury berjalan, hanya ada satu penunjuk waktu di cockpit pesawat, dan astronot dibebaskan untuk mengenakan jam pribadi masing-masing karena memang NASA tidak memilikinya. Pada akhir program tersebut, para asronot mengusulkan kepada NASA agar mereka memiliki keseragaman dalam pencatatan waktu individu, yaitu jam tangan yang mereka kenakan. Dan yang terpikir langsung adalah sebuah jam chronograph dan akan digunakan sebagai cadangan.

Tentu untuk mendapatkan sebuah 'space watch' ideal akan memakan waktu lama dan biaya yang sangat tinggi. Akhirnya diputuskan untuk mencari jam tangan chronograph yang beredar di pasar dan dibuat oleh produsen jam yang sudah dikenal baik. Beberapa astronot yang sudah terbiasa menggunakan jam pribadi mereka mengusulkan beberapa nama: Breitling, Rolex dan Omega. Tim teknis dan procurement berdiskusi untuk menentukan spesifikasi yang diharapkan dari sebuah jam chronograph yang akan mereka pakai di ruang angkasa. Pihak procurement menghubungi beberapa perusahaan jam untuk mengirimkan sample jam chronograph mereka, tapi mereka tidak mengatakan untuk apa mereka meminta sample produk tersebut. dari 6 sampai 8 perusahaan yang dihubungi, hanya 4 perusahaan yang mengirimkan produk mereka: Hamilton, Longines-Wittnauer, Omega dan Rolex.

Hamilton ternyata mengirimkan sebuah jam kantong chronograph, karena itu langsung di diskualifikasi. Dari 3 buah merek yang tersisa, NASA meminta 4 buah jam chronograph untuk masing-masing merek. Sampai tahap ini pihak produsen jam belum diberitahu untuk apa mereka diminta untuk mengirimkan contoh produk jam chronograph mereka.

Dari 4 buah jam chronograph dari 3 merek yang berbeda, NASA melakukan test yang ketat. Setelah beberapa kali dilakukan tes, jam chronograph yang bertahan hanyalah Omega speedmaster. Rolex gagal ketika test kelembaban. jarum Rolex berhenti berputar ketika dikondisikan pada suhu tertentu. Sedangkan untuk Longines, mika jam beberapa kali kendur karena tes tekanan dan akhirnya jam Longines berhenti berfungsi. Omega speedmaster lolos ketika dilakukan uji ketahanan dan uji akurasi serta laboratorium. Sebenarnya pihak NASA masih belum puas dengan hasilnya. Untuk membuktikan bahwa mereka tidak salah, maka NASA meminta 2 orang crew Gemini project untuk mengenakan omega speedmaster ketika mereka keluar angkasa. Ternyata crew gemini mengatakan bahwa speedmaster mereka bekerja dengan sangat baik dan tidak ada masalah ketika dikenakan di luar angkasa.

Setelah mendapatkan hasil yang memuaskan dari project Gemini, NASA secara resmi memberitahukan kepada importir Omega saat itu - Norman Morris Corp- yang berada di New York tujuan dari pengujian jam chronograph yang mereka terima dari Omega dan melakukan perjanjian resmi bahwa Omega sebagai supplier resmi jam tangan untuk astronot NASA.

NASA saat itu membeli dari omega sebesar US$85 untuk sebuah speedmaster dan kemudian berubah menjadi US$92. 20 buah speedmaster pertama yang diterima, NASA meminta untuk posisi crown dan tombol chronograph yang terlalu menjorok untuk disesuaikan kembali. Kemudian Omega mengirimkan untuk berikutnya speedmaster yang sudah disesuaikan dengan keinginan NASA, dan itulah kemudian kita kenal sampai sekarang sebagai speedmaster moonwatch.

Ketika ditanyakan, jam apa yang dipakai sehari-hari oleh Ragan, dia menjawab "I've worn a SEIKO digital with an alarm function, for an engineer like me, that was the ultimate!"..

Rabu, 02 November 2011

OMEGA Seamaster Gold Capped Cal.503

Pesona Omega antik ternyata masih begitu kuat buat saya. Setelah 'berusaha' menjual beberapa koleksi Omega antik dengan tujuan untuk mengurangi kuantitas koleksi, ternyata seringkali saya rindu dengan Omega antik yang sejak tahun 1997 membuat saya menjadi 'ketagihan' untuk mengoleksi. Seiring dengan waktu, saya semakin selektif dan tidak lagi emosional ketika hendak meng-akuisisi sebuah jam antik. Saya akan beli memang sejak pertama lihat hati saya sudah terpikat atau omega antik yang kondisinya masih cantik (bukan berarti mulus) sesuai dengan umurnya.

OMEGA Seamaster ini adalah salah satu Omega antik yang ketika pertama kali melihatnya saya langsung terpikat. Ketika saya berkunjung ke toko seorang teman di Surabaya, saya melihat jam ini di etalase-nya, dan seketika itu juga saya lihat dan pegang terus. Sebenarnya saya kurang suka dengan jam yang bernuansa kuning, tapi entah kenapa Omega gold capped ini begitu cantik (di mata saya) dan klasik.

Hal pertama yang membuat saya terpikat adalah desain jarumnya yang unik dan tidak banyak dijumpai dalam desain Omega antik pada umumnya. Bentuknya lancip seperti leaf hands tapi ada perbedaan sedikit pada detailnya. Dial sudah terlihat ada perubahan warna yang merata dan 'berjerawat', bukti bahwa jam ini masih menggunakan original dial dan menua secara alami. Indeks terbuat dari gold dan beberapa bagian sudah terlihat memerah, hal yang umum terjadi pada material yang terbuat dari emas. Saya tidak berani membersihkannya karena memang begitulah proses alaminya.

Omega ini menggunakan automatic movement full rotor dengan calendar Cal.503 yang merupakan movement full rotor generasi awal yang dikenal bandel. Case back model cungkil dan saya tidak berani untuk membukanya karena saya lihat kondisi caseback masih sangat bagus dan sudut-sudut-nya masih 'siku' menunjukkan kalau jam ini dirawat dengan baik dan tidak sering dipoles. Mika jam masih original. Magnifier diatas tanggal dalam posisi yang perfect dan dalam kondisi yang masih baik.

Dari informasi yang saya dapat dari teman, jam ini sebelumnya milik seorang penggemar jam antik di Surabaya yang memang sangat selektif dan telaten dalam merawat koleksi-koleksinya. Beruntung, salah satunya mampir sebagai koleksi saya. Semakin sulit untuk mendapatkan Omega antik dalam keadaan yang masih bagus (sesuai usianya) karena banyak jam-jam antik di negeri ini dibeli oleh pedagang luar dan dijual dengan harga yang lebih mahal.

Jumat, 07 Oktober 2011

OMEGA Seamaster Cal.565

OMEGA vintage sudah menjadi kegemaran saya sejak lama karena merek ini memiliki variasi desain yang menarik, movement yang handal dan sejarah merek yang dihormati dalam dunia horologi. Terutama periode tahun 50-60an, dimana masa keemasan Omega didapat karena pada periode itu Omega memproduksi beberapa movement terbaik pada jamannya.

Khusus untuk Omega vintage, keberadaannya saat ini semakin sulit. Selain jumlahnya yang terbatas (mungkin karena faktor usia), akhir-akhir ini semakin banyak orang yang meminati untuk mengoleksi omega antik. Tidak hanya orang-orang dari dalam Indonesia tapi juga semakin banyak dan sering berkunjung adalah pedagang-pedagang dari negara tetangga. Karena itu, ketika melihat sebuah Omega antik yang masih dalam keadaan mulus akan membuat hati berdegub kencang dan mata berbinar-binar. Begitu juga ketika saya mendapatkan sebuah Omega Seamaster antik cal.565 dari seorang teman di Surabaya ini!

OMEGA Seamaster yang saya dapat ini ternyata memiliki desain yang serupa dengan Omega seamaster chronometer Cal.564 yang saya miliki sebelumnya. Desain kedua jam ini memang serupa karena diproduksi dalam periode waktu yang sama. Bedanya hanya pada movement yang digunakan. Omega seamaster chronometer menggunakan movement chronometer yang digunakan khusus untuk seri Constellation. Sering disebut bahwa Omega Cal.564 adalah salah satu the best movement yang pernah dibuat oleh Omega pada saat itu.

Kedua Omega ini (Cal.565 dan 564) masih menggunakan mika original bawaan dari jam ini. Cyclop (magnifier) pada mika jam ini masih terlihat bagus.

Salah satu ciri khas Omega pada periode 50-60an adalah desain dan jenis rantai yang digunakan. Orang sering menyebut jenis rantai ini sebagai 'beads rice' atau orang kita menyebutnya sebagai 'rantai beras' karena model desain rantainya memang seperti butiran beras yang dirangkai jadi satu. Rantai jenis ini nyaman saat dikenakan karena lentur dan seperti 'memeluk' tangan.


Kamis, 02 Juni 2011

OMEGA Speedmaster Mark II racing Dial

Sebagai salah seorang penggemar Omega Speedmaster, saya punya keinginan untuk mengumpulkan 'keluarga besar' Speedmaster vintage. Saya suka dengan seri ini karena Omega menggunakan movement yang tangguh (Lemania chronograph movt) dan desain yang (menurut saya) tak lekang dimakan jaman. Salah satu tipe yang sudah lama saya cari sejak dulu adalah Speedy Mark II dengan varian yang lebih jarang ditemukan, yaitu Racing dial. Kenapa dinamakan 'Racing dial'? sebutan ini muncul mungkin karena desain warna dial yang sepintas mirip bendera yang digunakan pada even balap. Warna dial dominan warna abu-abu dengan indeks marker yang menggunakan varian warna: merah, kuning, putih.

Omega mengeluarkan beberapa varian dari Speedmaster mark II ini, dan yang sampai saat ini, yaitu 3 varian utama dan 1 varian yang sampai saat ini masih diperdebatkan apakah resmi dikeluarkan oleh Omega atau hanya variasi dari insert bezel saja. Ketiga varian utama adalah: dial hitam (paling banyak ditemui), racing dial (lebih jarang beredar) dan gold version (paling jarang ditemui).

Keberadaan mark II sendiri banyak diperbincangkan oleh para penggemar Omega, terutama penempatan kata "Mark II" pada dial. Speedy Mark II ini memang merupakan seri Speedy yang menuliskan kata "mark". kalau jam ini adalah mark II, berarti ada Speedy mark I? Omega tidak memberikan jawaban pasti ketika hal ini ditanyakan. Speedmaster Moonwatch 861 bukanlah Mark I, tapi para penggemar dan kolektor Omega berpendapat bahwa Moonwatch adalah mark I karena Moonwatch diproduksi sebelum mark II dipasarkan. Tipe Mark II ini mulai diproduksi pada tahun 1969 sebagai alternatif dari 'saudara tua'nya Speedy Moonwatch.

Kata "alternatif" ini dipakai karena memang Omega waktu itu memproduksi Mark II sebagai alternatif bagi NASA untuk jam official yang digunakan untuk ekspedisi di ruang angkasa yang waktu itu menggunakan Moonwatch 861. Pada bulan Februari 1969, sales manager dan agen Omega di USA mendatangi NASA untuk mengusulkan kepada mereka penggunaan Speedy Mark II sebagai alternatif pengganti bagi Moonwatch. Pihak NASA menolak bukan karena kualitas Mark II tapi lebih kepada waktu yang tidak mencukupi untuk melakukan uji ketahanan bagi mark II. Pada saat itu NASA memiliki jadwal yang padat karena hendak meluncurkan program Apollo berikutnya. Akhirnya, Mark II tidak pernah digunakan pada ekspedisi Apollo dan Omega tetap menggunakan Speedy Moonwatch sebagai jam resmi mereka sampai sekarang.


Desain Mark II racing dial ini memang keluar dari pakem desain Speedmaster yang dominan hitam dengan hanya kombinasi warna putih untuk indeks. Perbedaan lain selain warnanya yang abu-abu dan indeks yang colourful adalah penggunaan desain dan warna jarum yang juga berbeda dengan seri Speedy yang lain. jarum pada Mark II menggunakan desain jarum yang sama dengan model Dynamic dan chronostop, baik untuk jarum jam, menit dan detik. Warna jarum juga atrktif yaitu berwarna orange kekuningan untuk jarum detik besar, sub register 30 menit dan 12 jam. Sedangkan jarum detik kecil tetap menggunakan warna putih. mark II yang saya miliki ini warna orange kekuningan sudah mulai memudar, namun masih terlihat beberapa bagian warna kuningnya masih terlihat. Ini adalah proses yang wajar karena faktor usia jam yang sudah lebih dari 40 tahun.


Casing mark II menggunakan desain yang sangat berbeda dengan Moonwatch dimana mark II tidak memiliki 'kaki' atau lugs. panjang jam sekitar 45mm dengan lebar kanan ke kiri tanpa crown selebar 41,75mm. casing jam dibuat kokoh dengan ketebalan 14,5mm. berat jam ini termasuk rantainya sekitar 134,61 gram.


Sabtu, 15 Januari 2011

OMEGA Speedmaster Mark IV Automatic Chronograph

Salah satu keinginan saya sejak dulu adalah berusaha melengkapi seri Omega Speedmaster mark series vintage. Salah satu mark series yang saya akuisisi dari seorang teman adalah sebuah speedmaster mark IV yang menggunakan automatic chronograph movement. Mark IV merupakan salah satu automatic chronograph pertama yang digunakan oleh Omega yang diproduksi sejak tahun 1973.

Kalau dilihat dari desain dial, Mark IV memiliki desain dial serupa dengan generasi Mark III yang diproduksi 1971-1973. Kenapa jarak produksinya hanya sebentar? Omega membedakan Mark III dan IV dari desain casing dan bukan dari jenis movement yang digunakan. Movement yang digunakan mengambil base dari automatic chronograph movement Lemania Cal.1341 dan omega menamakan movement ini dengan Cal.1040. Perbedaan lain, mark III tidak menuliskan kata "Professional" pada dial karena memang Omega tidak memposisikan Mark III sebagai jam untuk para professional. Kata professional ini muncul pada seri Moonwatch, Mark II dan Mark IV.

Movement cal.1040 merupakan 2 register chronograph movement yang memiliki feature penunjuk 24 hours. Salah satu keunikan dari cal.1040 ini adalah penunjuk detik dan 24 hours dibuat bertumpuk. Untuk detik ditunjukkan dengan menggunakan jarum kecil, sedangkan penunjuk 24 hours menggunakan lempengan (disc) yang berputar mengikuti perputaran jarum jam. Kedua fungsi ini diletakkan di posisi angka 9.

Mark IV adalah sebuah jam yang besar, massive dan berat. Dimensi untuk panjang adalah 45mm dengan lebar termasuk crown adalah 44,65mm dan tebal 15,5mm. Berat total termasuk rantai adalah 144,7 gram. Secara prinsip, desain casing mark IV sama dengan mark II, hanya saja dimensi casing mark IV dibuat lebih besar dan kokoh agar bisa menampung movement cal.1040 yang memang tebal. Banyak penggemar Omega yang mempertanyakan kenapa mark IV malah menggunakan basis desain casing mark II dan bukannya membuat desain casing baru seperti halnya mark III. Kemungkinan hal ini dilakukan untuk mengurangi cost dalam produksi karena harus mendesain casing baru.

Omega kemudian mengeluarkan varian baru yang seringkali dianggap sebagai 'kembaran' dari mark IV yaitu speedmaster dengan automatic chronograph movement cal.1045 yang menggunakan basis movement Lemania Cal.5100. Speedy ini sering disebut sebagai speedy 'Mark 4.5" karena memang sebenarnya speedy ini bukanlah bagian dari mark series, namun karena desainnya yang mirip dengan mark IV maka disebut sebagai mark 4.5.

Speedy mark 4.5 menggunakan casing yang sama dengan mark IV. Yang membedakan adalah feature day-date dan posisi 24 hours yang terletak di posisi angka 12. Speedy mark 4.5 bukanlah speedy professional.


Sabtu, 06 November 2010

OMEGA Seamaster Calendar Cal.503, Rare Big Size!

Sebelumnya saya memiliki sebuah Omega Seamaster Cal.505 yang diameternya lebih besar dari Omega antik pada umumnya. Awalnya saya kira itu adalah jam 'franken' karena sebelumnya saya be;um pernah menemukan referensinya. Ternyata beberapa hari lalu saya mendapatkan sebuah Omega antik Cal.503 yang dimensinya juga lebih besar dari Seamaster Calendar yang sering dijumpai.

Jam ini masih memiliki dial yang dalam kondisi sangat bagus dengan indeks dan jarum berwara emas. Mika masih original dengan terdapat logo Omega di tengah-tengah mika. Rantai model 'beras' juga masih belum pernah dipotong. Gambar dibawah menunjukkan perbedaan diameter dari Cal.503 versi yang lebih tua. Kemungkinan diameter Seamaster Calendar Cal.503 ini sekitar 37mm sedangkan versi yang lebih tua sekitar 34-35mm.


Kondisi caseback dan rantai masih terlihat jelas sudut-sudutnya, menunjukkan bahwa jam ini masih belum banyak terkena mesin poles yang dapat membuat sudut jam menipis.


Sabtu, 14 Agustus 2010

OMEGA Chronostop Diver Cal.865

Pada tahun 1966, Omega mengeluarkan sebuah tipe manual winding chronograph yang unik karena hanya memiliki sebuah tombol untuk mengaktifkan dan me-rese kembali jarum detik. Movement itu adalah Cal.865 yang tidak memiliki feature tanggal. Cal.865 hanya diproduksi sebanyak 140,000. Versi revisi-nya muncul 2 tahun kemudian dengan penambahan fungsi tanggal dan diberi kode Cal.920.

Omega Chronostop yang merupakan akuisisi terakhir saya ini adalah dari jenis Chronostop diver karena inner bezel jam ini merupakan penunjuk hitungan menit yang lazim digunakan pada jam-jam diver. Pada case back, Omega mencantumkan bahwa saat jam ini diproduksi telah diuji untuk ketahanan air sedalam 120m.

Dari sekian banyak jenis Chronostop, memang jenis-jenis seperti ini yang saya sukai karena desainnya yang lebih maskulin dan dimensinya yang jauh lebih besar dari Chronostop kebanyakan. Dimensi chronostop jenis ini adalah 41mm untuk diameter dan panjang lug-to-lug sekitar 47mm dan harus menggunakan strap dengan lebar 22mm. Chronostop ini memiliki 2 kenop pemutar berukuran besar. Kenop utama yang berada di posisi angka 4 untuk melakukan perubahan jarum dan mengisi tenaga, sedangkan kenop di posisi angka 10 untuk memutar inner bezel.


Semakin lama populasi Omega antik semakin sedikit dan jarang didapat, apalagi untuk tipe-tipe unik seperti chronostop diver ini. Karena penggemar jam-jam antik sekarang semakin banyak, sedangkan pasokan barangnya tidak berubah. Memang perlu waktu lama untuk bisa mengumpulkan tipe-tipe omega antik terutama yang collectible. Salah satu keinginan saya adalah mengumpulkan semua varian chronostop terutama yang memiliki bezel seperti chronostop diver dan chronostop GMT Pilot, seperti gambar di bawah ini.

Sabtu, 26 Juni 2010

OMEGA Speedmaster Chocolate Dial

Pertama kali saat melihat Omega Speedmaster ini di katalog Omega, saya langsung jatuh cinta, terutama karena warnanya yang coklat! sangat unik untuk sebuah jam sport dengan desain klasik seperti ini. Saat mengunjungi sebuah butik Omega di Jakarta, saya lihat mereka masih menyimpan 1 buah Omega Speedy coklat seperti ini. Harganya setelah diskon sekitar 44 juta dengan bonus sebuah leather strap coklat yang sewarna dengan dialnya. Karena penasaran dengan Omega ini, saya kirim email ke Omega di Bienne untuk mengetahui alasan dibalik penggunaan warna coklat dalam prosuk Speedmaster terbaru mereka. Dan berikut adalah jawaban yang saya dapat:
"Effectively there is a so-called vintage “Chocolate Dial” version of the Speedmaster Professional Moon Watch. All those watches were originally produced with a black dial, but due to the even change of color from black to brown, they received this name. The change happened because of a lacquer treatment which did not protect the dial correctly against the ultraviolet rays; such watches were produced in the early 70ies."
"OMEGA reproduced this special timepiece with brown dial in a new original version since 2007, this Speedmaster Professional Moon Watch is still produce and available under reference 311.32.42.30.13.001 and 311.30.42.30.13.001"


Dalam informasi tersebut dikatakan bahwa salah satu periode produksi Speedmaster pada tahun 70-an ternyata menggunakan lapisan zat kimia yang salah sehingga warna dial yang seharusnya hitam tapi berubah menjadi coklat karena efek sinar matahari. Dan bagi saya pribadi warna ini menjadi lebih unik. Memang beberapa tipe speedmaster vintage yang dialnya sudah berubah coklat terjual dengan harga tinggi di pasaran lelang international. Kebetulan salah seorang rekan berniat menjual tipe ini dalam keadaan Like New in Box dan masih dalam masa garansi Omega. Nah karena untuk mendapatkan speedy coklat yang vintage akan sangat sulit dan mahal, maka memiliki tipe yang re-edition nya sudah cukup menghibur.

Speedy ini menggunakan manual chronograph movement Cal.1863 dengan power reserve selama 48 jam. Desain caseback dibuat transparan agar pemilik bisa mengagumi kecantikan movement omega ini. Omega ini saya dapatkan dengan menggunakan shark skin strap yang saya yakin bukan bawaan jam ini. Mungkin karena pemilik sebelumnya tidak suka dengan kulit calf bawaan maka diganti dengan tipe kulit seperti ini.

Karena saya penggemar Speedmaster dengan menggunakan rantai, maka saya pasangkan Speedy coklat ini dengan rantai Speedy dalam keadaan New Old Stock. Rantai NOS ini saya dapatkan juga dari rekan sesama pehobi yang kebetulan masih memiliki 1 sisa rantai dalam kondisi NOS. Saat dipasangkan degan rantai penampilan menjadi lebih klasik dan nyaman saat dikenakan, karena rantai speedy ini cukup lentur dan ringan.

Model claps rantai Omega dengan desain rantai untuk Speedy moonwatch vintage.

Setelah dipasangkan dengan rantai, sudah saatnya 'foto keluarga' dengan Speedy Moonwatch Cal.861 yang sebelumnya ada dalam koleksi saya. Penampilan persis sama walaupun masa produksinya terpaut 30 tahun lebih. Yang membedakan hanya warna dan material kaca-nya saja.


Jumat, 25 Juni 2010

OMEGA Speedmaster "The Legend" Ltd Edition

Sebagai salah satu Brand Ambassador Omega (sekarang sudah tidak lagi), Michael Schumacher termasuk tokoh yang paling sering dibuatkan seri khusus untuk menghormati pencapaiannya dalam dunia balap Formula 1. Salah satunya adalah Tipe Speedmaster "The Legend" ini yang diproduksi pada tahun 2003 dan hanya dibuat sebanyak 6000 buah saja. Angka 6000 adalah menunjukkan 6 kali Schumy menduduki juara dunia. Seri "The Legend" berikutnya juga dibuat untuk memperingati 7 kali Schumy menduduki juara dunia. Hanya saja seri "The Legend" terbaru tidak dibuat secara terbatas.

Desain Speedy The Legend ini menyerupai desain Rolex Daytona Paul Newman, karena pemilihan warnanya yang merupakan perpaduan antara cream, hitam dan merah (untuk pinggir dial). Desain keseluruhan tidak berbeda jauh dengan desain Broad Arrow Automatic. Diameter jam 42mm dengan ketebalan 14,5mm adalah dimensi umum untuk seri Speedmaster.

Pada Case back tertulis "Michael Schumacher The Legend" dan Sixth Title Limited Edition". Speedy ini menggunakan automatic chronograph movement dengan sistem column wheel yang merupakan salah satu movement high end chronograph Omega. Movement ini adalah Cal.3301 dengan 33 jewels yang sudah diuji sertifikasi chronometer.




Senin, 14 Juni 2010

OMEGA Geneve Automatic Cal.1020

Era tahun 70-an, Omega mulai banyak memiliki variasi dalam desain dan bentuk produknya. Desain-desain retro dan warna-warna yang lebih berani mulai dimunculkan dalam beberapa varian series. Salah satunya adalah Omega Geneve ini. Yang membuat jam ini unik adalah warna dialnya, yaitu hijau tua yang seolah seperti ber-gradasi ke arah hijau muda. Warna hijaunya matang seperti warna hijau daun. Entah karena faktor usia atau desain sejak awal, kalau diperhatikan permukaan dial terlihat 'retakan-retakan' tak berpola. Tapi kondisi dial dan warnanya tidak ada yang berubah.

Konstruksi casing Omega Geneve ini terlihat kokoh. Rantai dibuat menyatu dengan casing dengan sambungan 'lugs' yang hanya menyisakan sedikit tempat untuk meng-kait-kan rantai dengan casing. Kelemahan dari rantai bentuk seperti ini adalah tidak bisa diganti dengan tali kulit karena bentuk keseluruhan akan kurang menarik. Rantai berbentuk seperti desain rantai oyster Rolex dengan tiap bagian potongan rantai dibuat cukup tebal dan kokoh. Diameter casing sekitar 36mm dengan kondisi casing masih belum pernah di-poles. Ini terlihat dari setiap sudut dari casing yang masih terasa jam dan 'siku'. Mika terlihat cukup tinggi dan berbentuk hampir siku untuk bagian pinggirnya. Mika ini juga masih orisinal.

Jam ini menggunakan automatic movement Cal.1020 (day-date), yang merupakan movement generasi terakhir yang dibuat sendiri oleh Omega. Dari konstruksi, movement keluarga cal.1XXX dibuat lebih tipis dari generasi pendahulunya. Entah kenapa movement produksi setelah era 70-an kurang disukai oleh para penggemar Omega. Mungkin karena ringkih atau kualitas performanya masih dibawah movement generasi pendahulunya, atau alasan lain yang saya sendiri kurang bisa pahami.