Tampilkan postingan dengan label Rolex 2. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Rolex 2. Tampilkan semua postingan

Minggu, 22 April 2012

ROLEX Submariner '50th Years Anniversary'


ROLEX Submariner adalah jam yang paling banyak ditiru ide desainnya oleh produsen jam lain. Desain Submariner sangat klasik dan tetap bertahan selama puluhan tahun tanpa ada perubahan berarti. Pada tahun 2003, Rolex Submariner memperingati hari jadi-nya yang ke-50 dan untuk memperingati moment berharga tersebut ROLEX membuat sebuah edisi khusus. Desain ini tetap mengacu kepada desain dasar Rolex Submariner sebagai jam diver, perbedaan dilakukan pada pewarnaan insert bezel yang biasanya hitam, dengan warna hijau. Perubahan lain dilakukan pada desain indeks yang dibuat lebih besar (disebut sebagai maxi dial).ROLEX membuat Submariner khusus ini sampai tahun 2010.

 

Pada awal saya melihat jam ini beberapa tahun yang lalu, saya menganggap desainnya agak 'aneh' karena belum pernah saya melihat sebuah jam selam profesional yang menggunakan insert bezel berwarna hijau, apalagi diaplikasikan di sebuah Rolex Submariner. Bagi saya desainnya yang nyeleneh ini sebuah desain yang tidak berhasil. Tapi sekitar beberapa bulan lalu saya kembali melihat ROLEX anniversarry ini lagi. Pendapat 'nyeleneh' yang saya sematkan pada Rolex ini berubah menjadi kesenangan. Saya melihat Rolex Green ini sebuah desain yang unik dan berani.

 Secara fisik, ROLEX Anniversary ini sama dengan ROLEX Submariner biasa. Caing memiliki diameter 40mm dengan screwdown 'triplock' crown system sehingga dapat menahan tekanan air sampai 300m. Menggunakan Rolex in-house movement Cal.3135 yang memiliki 28,800 bph. Dan khusus untuk insert bezel menggunakan warna Green anodized aluminium dan 'pearl' luminous. Rantai Oysternya sudah menggunakan solid end links dan casing sudah tidak lagi berlubang pada sisi lugs-nya. Indeks marker yang dibuat lebih besar membuat jam ini terlihat memiliki ruang dial yang lebih 'penuh' dan ternyata menimbulkan kesan yang lebih 'berotot' daripada indeks marker biasa. Mungkin ROLEX belajar dari seri ini dan kemudian mengaplikasikan maxi dial untuk seri terbaru mereka yaitu Submariner Ceramic.


ROLEX ini terlihat eye catching ketika dikenakan, warna hijau pada bezel cukup mengambil perhatian orang lain. Dan bagi beberapa orang yang belum begitu mengenal Rolex, sebuah Submariner dengan bezel hijau selalu mengundang pertanyaan karena memang lazimnya sebuah Submariner memiliki bezel hitam.



Senin, 02 April 2012

Fenomena Unik dalam Mengoleksi Rolex Sport Antik

Sudah banyak pendapat yang mengatakan bahwa dunia koleksi jam antik khususnya Rolex sport vintage seringkali sulit untuk bisa dimengerti. Dalam hal penentuan value sebuah Rolex antik seringkali didasarkan kepada aspek yang sifatnya emosional daripada kondisi real object yang dimaksud. tentu saja ada 2 hal yang jelas dan berperan besar dalam penentuan value sebuah jam Rolex sport antik, yaitu kondisi dan originalitas. Dalam tulisan ini saya mencoba menjelaskan 'fenomena' unik itu berdasarkan amatan saya, sharing dari penggemar Rolex antik dan juga studi literatur.

Pada tanggal 6 Desember 2011, sebuah Rolex yang paling complicated yang pernah dibuat yaitu triple date moonphase Ref.6062 dengan casing terbuat 18K YG terjual dalam sebuah lelang dengan hammer price US$ 62,500. Rolex ini produksi tahun 1952. Dan, 10 hari kemudian, sebuah Rolex tipe yang sama terjual dengan hammer price sebesar US$542,500 (ya, benar harganya kalau di rupiahkan sekitar Rp.4,9 Milyar!..). Kedua jam itu memang jam yang sejenis, menggunakan casing, movement dan material yang sama persis serta diproduksi di tahun yang sama dan dilelang di kota yang sama di New York. Tapi harganya bisa terpaut US$480,000. Mengapa? seperti yang sudah saya tuliskan diatas, dalam dunia koleksi jam Rolex antik, kondisi jam sangatlah berpengaruh besar terhadap harga.

Rolex Ref.6062 yang berbeda harga sampai US$480,000 itu kondisinya seperti baru. Praktis, sejak jam itu dibeli memang tidak pernah menyentuh kulit untuk dipakai. Kondisinya unworn, kondisi dial, hands, indeks dll nya sangat bagus dan crispy. Casing jam juga belum pernah tersentuh apapun, sampai-sampai hampir seluruh permukaan casing berubah warna kemerahan (lihat gambar atas dan bawah). Dari contoh sederhana dan nyata ini semakin menunjukkan bahwa dunia koleksi jam antik khususnya Rolex itu sangat unik, aneh, menggelikan, tapi sekaligus juga mencengangkan. Gimana nggak heran, kok ada orang yang mau beli jam yang sama dan membayar Rp.3,6 Milyar lebih mahal dari jam tipe yang sama, hanya karena kondisinya un-touch dan un-worn!...

Mungkin salah satu hal yang membuat 6062 menjadi begitu mahal karena Rolex memang tidak lagi pernah membuat jam yang complicated seperti 6062 tersebut. Rolex juga hanya sebentar membuat sebuah jam complicated lain seperti triple date chronograph 'Jean-Claude Killy' dan split second chronograph yang seringkali disebut sebagai 'ultra rare' dari Rolex antik.

Dalam dunia koeksi Rolex antik, desain dial juga memegang peranan besar dalam menentukan value sebuah Rolex. Dial menjadi salah satu hal penting karena Rolex dikenal sebagai produsen jam yang 'agak malas' dalam berinovasi untuk membuat movement baru. Jadi sebuah jenis movement akan dipakai di banyak tipe jam dalam rentang waktu yang lama. karena itulah, pembeda dial menjadi faktor besar lainnya.

Contohnya, sebuah Rolex Daytona Ref.6239 yang diproduksi sekitar pertengahan tahun 60-an. Sebuah daytona 6239 dengan dial biasa dan standar bernilai sekitar US$20,000 - 25,000. Tapi, sebuah 6239 lain yang menggunakan dial berbeda yang disebut sebagai dial 'paul newman', dengan tambahan warna yang berbeda dan kotak kecil pada indeks sub register sebagai variasi, yang disebut sebagai favorit-nya Paul Newman, akan bernilai 6 digit, jauh lebih mahal dari jam sejenis dengan dial standard.

Rolex yang dibuat khusus untuk sebuah institusi juga bisa bernilai sangat tinggi, atau setidaknya berbeda secara signifikan dari tipe jam sejenis yang standar. Dalam dunia Rolex anti, sebuah jam Rolex sport (ataupun yang dress watch) dengan memiliki cap atau printing emblem sebuah institusi atau negara bisa berharga tinggi. Padahal jam-jam itu dulunya adalah pesanan sebuah perusahaan atau sebuah negara yang dibagikan kepada staff-nya. Contoh yang paling menghebohkan adalah Rolex Submariner 'COMEX' yang dipesan khusus oleh perusahaan maritim Perancis untuk kepentingan pengelasan bawah laut. Sebuah COMEX pernah mencapai 6 digit dalam sebuah lelang di New York beberapa tahun lalu.

Rolex juga membuat jam khusus untuk British Department of National Defense, yaitu sebuah Submariner yang 'bersalin muka' dan sering disebut sebagai 'Milsubs'. Jam ini mengambil basis dari Rolex submariner 5512/3 no date yang banyak diproduksi pada tahun 70-an. karena jam ini dibuat khusus maka desainnya pun berubah. jarum menggunakan model pedang dan ada huruf T yang dilingkari di posisi diatas angka 6. Lugs juga dibuat permanen dan tidak menggunakan spring bar seperti Rolex biasa. Sedangkan untuk casing dan movement sama dengan Submariner kabanyakan. harganya? kalau sub no date biasa dijual sekitar US$6,000-6,500, sedangkan untuk sebuah Milsubs kita harus membayar sekitar US$100,000..!

Kalau penjelasan diatas untuk Rolex Milsubs yang memiliki 'agak banyak' perubahan, coba lihat Submariner di bawah. Gambar dibawah adalah sebuah Rolex Submariner Ref.1680. Tipe ini mulai diproduksi Rolex sejak tahun 1969 dan tipe-tipe awal selama beberapa tahun tulisan 'Submariner'-nya di tulis dengan tinta merah karena itu tipe ini disebut sebagai 'The Red Submariner'. Generasi 1680 lain menggunakan tulisan Submariner berwarna putih seperti halnya warna untuk tulisan lainnya pada dial. nah, karena jumlah 1680 yang tulisan Submariner-nya merah lebih sedikit maka harganya bisa terpaut jauh dengan 1680 yang putih. Perbedaan kedua tipe ini murni hanya dari warna tulisannya saja karena casing dan movement yang digunakan sejenis.

Untuk Rolex di bawah, ceritanya lebih blunder lagi. Rolex tersebut adalah sebuah Explorer 2 Ref.16550. Merupakan generasi modern Explorer setelah ref.1655 selesai diproduksi. Kenapa ref.16550 ini disebut unik dan harganya juga banyak membuat heran? karena memang penampilannya unik. kalau anda amati Rolex di bawah, warna dialnya tidak putih melainkan agak cream atau ivory. karena itu 16550 ini disebut sebagai Explorer 2 'Cream/Ivory dial'. kalau anda dengan sengaja menanyakan perihal Rolex Explorer 2 dengan cream dial, pihak Rolex dengan tegas akan menyatakan bahwa tipe itu tidak ada. Lho kok? karena memang 16550 ini 'sebenarnya' diproduksi dengan warna dasar putih. Tapi karena 'kesalahan' proses campuran zat kimia untuk mewarnai, maka jam ini kelamaan akan berubah warna menjadi cream atau ivory.

Rolex akhirnya menyadari 'kesalahan' tersebut dan merubah komposisi warnanya dan akhirnya mengeluarkan ref.16570 yang dialnya benar putih. Explorer 2 cream/ivory dial kemungkinan diproduksi pada tahun 1984-1986 dan kenyataannya tidak banyak tipe ini yang terjual pada saat itu. Salah satu alasannya adalah karena tipe ini dianggap tidak populer, mungkin juga dianggap sebuah 'kesalahan' karena warna dialnya yang bisa cepat berubah. Tapi kenyataan sekarang berkata lain, para kolektor berburu tipe ini dimanapun. Akibatnya, harga tipe ini dengan cepat melonjak naik dan menjadi jauh lebih mahal dari tipe sesudahnya Ref.16570 yang 'benar putihnya"...

Fenomena seperti ternyata hanya terjadi di seri sport antik saja, sedangkan untuk tipe dress watch harganya lebih stabil dan tidak ada perbedaan yang signifikan antara satu desain dengan desain lain yang berbeda. Padahal kalau dilihat dari jumlah produksi dan tahunnya mungkin tidak berbeda secara signifikan. Dan lagi, perbedaan desain pada seri dress watch lebih banyak dan variatif.

Ada kecenderungan lain, selain perbedaan pada desain dial, yang membuat harga sebuah Rolex antik sport menjadi berbeda secara signifikan, yaitu perubahan warna dial karena proses alami. Biasanya terjadi pada desain dial dengan warna dasar hitam. Sebuah Rolex antik dengan warna dasar semula hitam dapat berubah menjadi coklat karena proses alami dan oksidasi. para kolektor menyebutnya sebagai 'tropical dial'. Nah fenomena ini juga menarik karena sebuah jam yang sama tuanya dan dari jenis yang sama, harga jam yang warna dialnya sudah berubah menjadi coklat merata akan lebih mahal dari dial yang masih berwarna hitam. Padahal, secara logika awam dial yang hitam mestinya lebih baik karena warna asal masih utuh. Contoh jam yang warna dialnya sudah berubah menjadi 'Tropical' dial bisa dilihat pada gambar Rolex GMT dibawah. GMT 1675 yang berada di tengah warnanya sudah berubah jadi coklat merata dan memang kelihatan lebih eksotis...se eksotis harganya ketika teman yang punya jam itu menyebutkan sebuah angka!

Senin, 06 Februari 2012

Misteri ROLEX Daytona '13' Solid Gold Ref.16528

Suatu hari, saya membeli sebuah katalog lelang Sothesby untuk pelelangan bulan Mei 2011 lalu. Sebagian besar jam tangan yang dimuat dalam katalog tersebut adalah Rolex sport vintage dari berbagai tipe (mayoritas Submariner). Kemudian mata saya tertuju pada sebuah Rolex daytona solid gold Ref.16528 dengan dial hitam. Katalog itu menyebutnya sebagai "Daytona 13". Kenapa disebut sebagai Daytona 13? coba perhatikan foto jam Daytona di bawah, terutama angka di posisi angka 3. Angka yang seharusnya terpasang adalah 15 dan bukannya 13 seperti itu karena posisi angka 3 merupakan penunjuk menit ke-15.


Dalam penjelasan posting tersebut dijelaskan bahwa jam ini dibeli pada tahun 1989 dan membeli sebuah Rolex Cosmograph daytona solid gold Ref.16528 yang merupakan seri terakhir Daytona pada saat itu. Sang kolektor langsung memakainya setiap hari. Sampai suatu kali, sang kolektor ini melihat ada keanehan pada dialnya, yaitu adanya angka 13 dan bukannya 15. Kolektor tersebut melihat ini sebagai 'kesalahan' produksi dan segera langsung menulis surat kepada Rolex di geneve untuk meminta penjelasan dan penggantian Daytona-nya. Beberapa hari kemudian, dia mendapatkan surat balasan yang ditulis langsung oleh Komisaris Rolex pada saat itu, Mr.Heinegger, yang secara resmi mengatakan bahwa memang telah terjadi kesalahan produksi pada jam tersebut. Mr.Heinegger menawarkan kepada sang kolektor untuk mengganti jam yang salah tersebut dengan rolex daytona yang baru dengan ref sama. Setelah dipertimbangkan, sang kolektor akhirnya memutuskan untuk tetap menyimpan jam tersebut karena 'kesalahan' tersebut dianggap sebagai keunikan"

Akhirnya setalah 22 tahun kemudian, Rolex yang salah tersebut di lelang di Sothesby dengan estimated price US$ 88,500 - 133,000. jam ini dijual lengkap dengan box dan paper termasuk surat konfirmasi dari Rolex mengenai kesalahan tersebut.

Sulit dimengerti oleh logika ketika sebuah jam yang salah dalam produksi akhirnya malah menjadi sebuah jam yang kolektibel. Tidak pernah ada informasi berapa banyak Rolex Daytona 16528 yang salah seperti ini karena memang kemungkinan seperti ini sangat jarang terjadi. Yang masih belum bisa saya mengerti adalah kenapa bisa brand sekaliber Rolex bisa melakukan blunder seperti ini? apa orang yang melakukan asembli ini sedang mengantuk atau melamun, atau malah disengaja? nggak ada yang tahu sebabnya..

Kalau ini terjadi pada jam merk Seiko atau casio atau Mido, apakah perlakuannya akan sama dengan Rolex ini?...hmm saya kira kok nggak ya.

Selasa, 27 Desember 2011

Hadiah untuk Orang Tercinta

Selama 14 tahun menggeluti dunia jam antik, ternyata saya belum pernah sekalipun memberi salah satu jam antik kesayangan saya kepada orang yang sangat saya hormati sekaligus cintai. Akhirnya, setelah memilah dan memilih jam apa yang sangat saya sukai dari koleksi saya, sayapun berkesempatan untuk memberikannya kepada ayah saya pada saat Lebaran tahun 2011.

Jam yang saya pilih adalah sebuah ROLEX antik Ref.1601 Datejust produksi awal tahun 70-an. Rolex ini saya sukai karena desain warna dial-nya sungguh unik dan belum pernah saya lihat sebelumnya, yaitu berwarna seperti daun tembakau tua. Warnanya seperti perpaduan antara warna coklat tua dan hijau tua. Warna ini muncul bukan karena proses oksidasi tapi memang warna asli dari dial.

Semua tulisan pada dial berwarna emas, sewarna dengan warna jarum jam. Indeks balok dengan aksen putih di tengahnya. Perpaduan warna tembakau, tulisan emas dan jarum berwarna emas terlihat sangat pas dilihat. Rantai jubille masih dalam kondisi bagus dan tebal.


Menurut beliau, selama ini belum pernah memiliki dan memakai sebuah Rolex dan ini adalah kali pertama bagi beliau memakai Rolex. Saya senang sekali setiap kali ke Yogya melihat ayah saya mengenakan jam Rolex yang saya berikan karena memang sangat bagus ketika dipakai. Selain desainnya yang klasik, warna jam inipun unik dan tidak banyak yang menyamai.

Rabu, 03 Agustus 2011

ROLEX Oysterdate Ref.6494 produksi 1959

Pertama kali saya lihat Rolex ini di blog milik teman. Love at first sight...! karena penasaran, maka ketika tugas di Bandung saya ingin melihat langsung fisik dari Rolex ini dan ternyata memang kondisi-nya bagus sekali (untuk sebuah jam yang umurnya lebih dari 50 tahun). Dial sudah mulai berubah warna menua karena proses yang alami, mika masih original dengan magnifier sebesar 2,5x dan jenis rantai yang masih bagus dan panjang.

Rolex Ref.6494 ini adalah generasi sebelum Oysterdate Ref.6694 dengan manual winding movement. Di produksi pada tahun 1959 dengan desain yang khas untuk 6494 yang menggunakan 2 warna untuk tanggal, yaitu warna merah untuk angka genap dan warna hitam untuk angka ganjil. Desain khas lain untuk sebuah Rolex produksi tahun 50-60an adalah desain jarum jam, menit dan detik yang unik. Bentuk jarum jam dan menit adalah model Leaf hands dengan jarum detik yang berwarna biru (blued steel). Karena faktor usia maka jarum detik sudah terlihat seperti berwarna hitam.

Rantai Rolex ini adalah salah satu hal yang saya sukai yaitu riveted oyster dengan desain antar sambungan seperti dipaku. Desain rantai ini tipis dan nyaman saat dikenakan.

Tulisan ROLEX dibuat dengan model huruf Arial dan dibuat timbul. Desain tulisan ini membuat sebuah Rolex tua menjadi lebih berkarakter. kalau diperhatikan, logo Rolex pun kelihatan lebih gemuk, berbeda dengan desain logo Rolex modern yang lebih ramping. Movement terlihat sangat terawat dan bersih karena itu tidak heran kalau jam ini berjalan dengan akurat.

Rolex ini terlihat 'low profile' ketika dikenakan karena memang penampilannya yang terlihat tua. Rantao oyster tipis membuat jam ini nyaman ketika dikenakan.

Sabtu, 23 Juli 2011

ROLEX Date Ref.1500 Produksi 1959

Kecantikan sebuah Rolex antik terutama yang diproduksi pada periode 1950 sampai awal 60-an benar-benar menarik minat saya. Ciri khas Rolex pada periode ini adalah penggunaan jenis jarum yang menurut saya seksi dan cantik, yaitu jarum berbentuk daun (leaf hands) dan pedang (dauphine hands).

Rolex antik yang baru saja saya akuisi ini merupakan Rolex date ref.1500 yang mungkin merupakan Rolex 1500 generasi awal yang dibuat pada tahun 1959. Generasi sebelum 1500 adalah Ref.6534 yang menggunakan warna tanggal merah dan hitam (Roullete date), sedangkan pada Ref.1500 semua tanggal sudah berwarna hitam. Desain jarum 1500 ini masih menggunakan jarum model daun dengan jarum detik berwarna biru (blued steel).

Keunikan lain pada 1500 ini adalah penggunaan 2 kombinasi desain indeks hours, yaitu balok dan angka arabic. Penunjuk jam 6 dan 9 menggunakan angka arabic yang dibuat timbul, bentuk angkanyapun unik. Desain indeks seperti ini tidak pernah saya temui pada Rolex antik yang pernah saya dapat sebelumnya. Dial sudah terlihat berubah warna dan 'berjerawat' karena faktor usia. bagi sebagian orang, kondisi ini mungkin tidak disukai karena jam menjadi terlihat tidak mulus. Tapi sebaliknya bagi saya, kondisi seperti ini adalah wajar karena usia jam yang sudah lebih dari 50 tahun sehingga apabila muncul perubahan warna dan 'jerawat' adalah wajar. Dan bagi saya malah bertambah terlihat seksi ! karena jam ini menjadi berkarakter..

Rantai yang digunakan adalah oyster riveted bracelet yang desainnya juga unik yaitu seperti 'dipaku' diantara bagian. Tipe rantai seperti ini semakin sulit untuk bisa didapat yang masih dalam keadaan baik dan utuh. Biasanya sudah rusak dan kondisinya tidak layak pakai lagi. Untuk membuka sambungan rantai seperti ini sulit karena harus membuka lempengan antar sambungan. Beruntung, saya mendapatkan jam ini dengan rantai yang masih panjang dan nyaman dipakai.


Jumat, 04 Maret 2011

ROLEX Oysterdate Ref.6294, Rare Rolex from early 50s

Sudah beberapa lama saya mulai jenuh dengan jam antik Rolex entry level yang 'begitu-begitu saja': datejust atau oysterdate dengan jarum lurus, dial satin atau putih dll. Karena itu perburuan sekarang lebih difokuskan untuk mendapatkan jam-jam tua rolex yang masih menggunakan jarum model pedang (dauphine) dan daun (leaf). Perburuan menjadi semakin menantang dan butuh waktu lebih lama karena jam-jam tua model seperti ini lebih sulit didapat dan seringkali kondisinya mengecewakan (untuk kategori jam tua). Hal ini biasanya karena faktor usia jam yang seringkali sudah lebih dari 50 tahun.

Beberapa hari lalu saya mendapatkan sms "Pak, aku ada Rolex puter 6294 tua brg bgs, plat hitam kotak-kotak, rante tipis paku. thn 53". Kalau ROLEX produksi tahun 1953 berarti usia jam sudah 58 tahun dan saya nggak bisa bayangkan kondisi bagus itu seperti apa. Dan ROLEX ref.6294 sebelumnya memang nggak pernah saya dengar dan lihat.
ROLEX Ref.6294 ternyata adalah jenis ROLEX OYSTERDATE generasi pertama yang diproduksi pada awal tahun 50-an. ROLEX 6294 yang saya dapat ini diproduksi pada kwartal ke-IV tahun 1953 dan merupakan produksi pertama. Pada casing bagian lugs terdapat tulisan BREVETTE dan tulisan ROLEX pada caseback masih menggunakan hiasan kembang (mahkota) ROLEX. Diameter casing 34mm hampir sama dengan generasi Oysterdate setelahnya.

Ternyata yang disebut dengan plat 'kotak-kotak' adalah finishing waffle dial yang memang coraknya berbentuk kotak-kotak, tidak seperti corak dan pola honeycomb dial yang cenderung berbentuk pola 'belah ketupat'. Desain waffle dial hanya digunakan oleh ROLEX pada periode tahun 50-an dan setelahnya corak honey comb yang digunakan. Dial berwarna black matte dengan tulisan berwarna emas. Salah satu hal yang saya sukai dari ROLEX produksi tahun 50-60an adalah penggunaan indeks yang menurut saya lebih artistik. Tidak seperti ROLEX generasi tahun 70-an yang hanya menggunakan satu jenis desain indeks yaitu berbentuk balok. Indeks untuk penunjuk angka selain angka 6 dan 9 menggunakan desain mata anak panah sedangkan untuk penunjuk angka 6 dan 9 menggunakan desain model menyerupai peluru. Tulisan ROLEX dibuat dengan huruf arial dan dibuat timbul. Contoh nilai artistik lain adalah kotak penunjuk tanggal yang dibingkai dengan warna emas.

Keunikan dari 6294 ini adalah semua tanggalnya berwarna merah. Biasanya ROLEX tua produksi periode tahun 50-an menggunakan tanggalan merah-hitam dan setelah itu diganti dengan tanggalan berwarna hitam semua. Namun pada periode awal tanggalan dibuat semuanya dengan warna merah.

Rantai 6294 ini merupakan rantai bawaan dari periode tahun 50-an. Bentuk rantainya sangat khas karena bentuknya unik, memiliki 'paku klem' di tiap sambungan dan desainnya yang tipis. Rantai model seperti ini agak sulit untuk mengurangi mata rantai karena harus membuka salah satu lempengan penyambung rantai.

Movement yang digunakan adalah manual winding cal.740 yang menggunakan bearing bertuliskan 'super balance'. Pada caseback bagian dalam terdapat banyak goresan tanda jam ini rutin di service di Rolex Service Centre, karena itu tidak herannya kalau jam ini masih berfungsi dengan baik.

Sabtu, 27 November 2010

ROLEX GMT Master Ref.1675 produksi 1968

Saya akui, tipe Rolex GMT Master vintage masih menjadi idola saya sampai saat ini karena untuk mendapatkan submariner vintage lebih sulit dan harganya juga terpaut jauh dengan GMT. Hal yang saya sukai dari GMT ini adalah indeks dan jarumnya yang sudah mulai menguning menandakan usia yang sudah tua. Jam ini diproduksi pada tahun 1968 dan merupakan GMT Master pertama yang menggunakan tulisan berwarna putih.

Kondisi dial untuk sebuah jam yang telah berusia 42 tahun ini masih bagus dan bersih. Lempengan tanggal juga masih terlihat bersih. Jam ini saya beli dengan rantai oyster tebal dan akan lebih 'pas' lagi bila dipasangkan dengan rantai oyster tipis yang merupakan ciri khas Rolex pada tahun 60-an.


Rolex GMT akuisisi terakhir ini membuat komplit GMT Master saya karena sebelumnya saya sudah memiliki GMT Master dengan tahun produksi yang lebih muda yaitu tahun 1978 yang memiliki insert bezel berwarna hitam.

Senin, 01 November 2010

ROLEX GMT Master Ref.16700

Maskapai penerbangan Pan-Am untuk pertama kalinya meminta kepada Rolex untuk membuat sebuah jam yang mampu menunjukkan 2 zona waktu sekaligus bagi pilot pesawat baru mereka saat itu yaitu Boeing 707 pada tahun 1956. Mereka memerlukan jam seperti ini karena mereka ingin para pilot mereka tetap bisa tahu waktu di local time mereka sementara mereka pergi ke zona waktu yang lain. Rolex akhirnya mengeluarkan solusi dengan memproduksi seri GMT-Master ref.6542. Ref 16700 adalah generasi terakhir dari seri GMT-Master dan setelah itu digantikan oleh GMT-Master 2 yang menggunakan movement yang berbeda. 16700 diproduksi selama 11 tahun dari sejak 1988 sampai tahun 1999.


Jam ini saya dapat dari seorang rekan penggemar Rolex juga. Jam dibeli di San Diego pada tahun 1995 dan sampai sekarang masih dalam kondisi Like New In Box, karena memang jam ini lebih sering disimpan daripada dipakai. Service terakhir dilakukan pada tahun 2004 dan dilakukan penggantian semua seal dan crown.


Ref. 16700 dibuat untuk menggantikan ref. 16750 yang masih menggunakan kaca mika. Sedangkan 16700 sudah menggunakan untuk pertama kalinya sapphire crystal. Di dalam katalog dan manual yang menyertai pembelian jam ini, juga dijelaskan mekanisme pengaturan GMT pada seri GMT Master II. Dan memang kedua jenis GMT-Master ini diproduksi pada waktu yang bersamaan.
16700 menggunakan movement cal.3175 yang secara fungsi tidak berbeda dengan cal.3075 yang digunakan pada seri sebelumnya. Cal.3175 merupakan high-beat movement dengan 28,800 beat per hour, hacking mechanism dan memiliki feature quick set date. Perbedaan utama movement 3175 dan 3185 yang digunakan pada ref.16710 adalah pada independent quick set hour hand. Pada cal.3175 tanggal bisa dirubah secara independent melalui crown. Disebutkan juga bahwa 16700 hanya diproduksi versi steel dan insert bezel pepsi saja. Hal ini untuk membedakan dengan seri 16710 yang juga dibuat dengan insert bezel hitam dan material kombinasi (Ref.16713). Tapi memang tidak tertutup kemungkinan ada banyak 16700 yang menggunakan insert bezel hitam karena permintaan khusus dari pelanggan. 16700 yang saya miliki ini produksi tahun 1995 jadi rantai yang digunakan masih model rantai lama dan belum menggunakan double folding claps.

Ref.16700 dibuat dalam 2 jenis finishing indeks pada dial. Dari mulai tahun 1988 sampai tahun 1997, indeks dan jarum masih dibuat dengan menggunakan Tritium karena itu pada dasar dial dituliskan "Swiss-T 25>
Ada hal yang menarik bagi saya dengan Ref.16700 ini. Awalnya 16700 diposisikan lebih rendah (harga juga lebih murah) daripada seri 16710 yang diproduksi bersamaan. Namun setelah Rolex memutuskan bahwa 16700 dihentikan produksinya dan hanya meneruskan ref.16710, kondisi berubah. Saya amati di beberapa toko jam online di internet dan juga pergerakan harga di ebay, harga 16700 diposisikan lebih mahal daripada 16710. Misalkan di ebay, rata-rata 16710 dijual di kisaran harga US$4,250-4,500 dan paling mahal sampai $4,800an. Sedangkan 16710 rata-rata dihargai diatas $5,000 dengan kisaran $5,300-5,500. Hal ini bertolak belakang dengan kondisi di Indonesia. Disini harga pasaran 16700 selalu dihargai lebih murah daripada 16710. Mungkin market diluar lebih menghargai jenis Rolex yang sudah diskontinyu daripada yang masih eksis diproduksi, karena jumlah yang beredar juga jauh lebih sedikit 16700 daripada 16710.

Gambar Rolex diatas adalah perbandingan "Old and New" dari seri GMT. Yang sebelah kiri adalah GMT Ref.1675 produksi tahun 1968 dengan black matte dial dan indeks serta jarum jam yang sudah mulai menguning Tritium-nya. Perbedaan usia kedua jam diatas adalah 27 tahun dan memang bagi saya kecantikan kedua jenis jam itu berbeda aura-nya. Tinggal kembali pada selera kita lebih condong kemana..vintage atau modern?



Rabu, 08 September 2010

ROLEX Milgauss 116400 Ca.2010

Jauh hari sebelum Lebaran 2010, saya sudah mulai memikirkan jam apa yang akan saya beli untuk saya pakai saat Shollat Ied nanti. Saat itu sih inginnya (bahkan sampai sekarang) ingin punya Jaeger Le Coultre Reverso, tapi ternyata yang diinginkan nggak juga muncul. Ada beberapa pilihan Breitling dan Omega, tapi jenisnya kok masih umum. Saya sih pengennya jam yang akan saya beli ini adalah jam generasi baru (bukan vintage) dan tidak banyak orang yang pakai. Akhirnya, 2 minggu lalu saat berkunjung ke sebuah toko jam, mata saya melihat jam ini dan setahu saya memang saya jarang melihat orang lain pakai jam seperti ini. Jam itu adalah Rolex Milgauss ref.116400 produksi tahun 2010. Akhirnya minggu lalu jam ini pun saya pinang.

Milgauss sendiri memiliki sejarah yang unik dibandingkan dengan produk Rolex yang lain. Tipe Milgauss pertama kali diproduksi pada tahun 1954 (ref. 6541). Jam ini pertama kali dibuat untuk memenuhi kebutuhan para profesional yang bergerak dan bekerja di lingkungan bermedan magnet tinggi, salah satunya adalah CERN (Organisation Européenne pour la Recherche Nucléaire), sebuah organisasi riset nuklir di Eropa. Pada tahun 60-an, Mereka meminta kepada Rolex sebuah jam yang cukup kuat digunakan dalam lingkungan yang memiliki pengaruh magnet yang kuat, karena lingkungan kerja CERN selalu terkait dengan medan magnet tinggi.

Tipe Milgauss yang terlihat sering digunakan oleh ilmuwan di CERN adalah Milgauss generasi berikutnya yaitu Ref.1019. Milgauss sendiri sebelumnya pernah mengluarkan Ref.6543 yang sangat langka dan kolektibel karena hanya dibuat sebanyak 88 buah saja. Ref.6543 inilah yang totally semua bagian casingnya dibuat dari material anti magnetic. Nama "Milgauss" isendiri merupakan gabungan dari bahasa Perancis "mille" - yang artinya 1,000 - dan "Gauss", yang merujuk kepada ahli matematika dan fisika Jerman Carl Friedrich Gauss yang melakukan riset di lingkungan ber-medan magnet, yang namanya dijadikan acuan pengukuran medan magnet.

Sebenarnya bukan hanya Rolex saja yang memproduksi jam dengan anti magnetic, produsen lain seperti IWC (tipe "Ingenieur") atau Omega (tipe "Rail Master") juga memproduksi jam yang sama dan keduanya masih diproduksi sampai sekarang. Karena Milgauss diproduksi untuk target market yang sangat spesifik, maka tipe ini menjadi kurang populer untuk kalangan umum, sampai akhirnya tipe 6541 stop produksi.

Awal tahun 60-an adalah awal dari diproduksinya generasi ke-3 Milgauss yaitu ref.1019. Milgauss baru ini menggunakan movement baru Cal. 1580, perbedaan utama bisa dilihat dari bentuk jarum detik yang tidak menyerupai kilat lagi tapi sudah lurus. Tipe inilah yang sering disebut "CERN" dial. Gambar dibawah adalah perbandingan antara Milgauss modern ref.116400 dan Milgauss dengan 'CERN' dial ref.1019. Milgauss dengan CERN dial itu adalah kleksi dari rekan sesama penggemar jam juga terutama Rolex.

Karena pangsa pasarnya yang sangat spesifik dan permintaan yang tidak banyak dari pasar, akhirnya pada tahun 1988 Rolex tidak lagi memproduksi tipe ini. Reaksi pasar ternyata menjadi berubah. Karena produksi yang dihentikan ini, maka Milgauss tipe lama banyak diburu untuk dikoleksi termasuk generasi ke-3 yaitu ref.1019. Karena demand yang tinggi maka harganya mau naik berkali-kali lipat dari harga sebelumnya. Sebuah Milgauss dengan dial bertuliskan 'Tiffany & Co" terjual US$32,000 di sebuah lelang. Akhirnya pada tahun 2007, Rolex kembali mengeluarkan tipe Milgauss 'modern' Ref.116400 dengan desain yang mengadopsi beberapa tipe sebelumnya. Rolex mengeluarkan 3 jenis Milgauss modern yaitu 116400 GV yang menggunakan kristal hijau dan 116400 biasa dengan variasi dial berwarna hitam dan putih.

DIAL

Desain dial merupakan penggabungan dari Ref.6541 dan Ref.1019. Bentuk dan desain dial mengadopsi desain ref.1019 yng sederhana dengan indeks balok tebal dan bentuk jarum yang sedikit gemuk. Sedangkan bentuk jarum yang menyerupai kilat adalah jarum detik dari Ref.6541. Warna orange digunakan untuk menguatkan kesan modern dan seolah menunjukkan bahwa jam ini memiliki fungsi spesial yang berbeda dengan Rolex sport lainnya. Warna orange digunakan pada jarum detik, indeks di ujung indeks balok dan tulisan MILGAUSS. Semua indeks balok menggunakan lapisan lume yang 'menyala' dalam gelap. Milgauss tidak memiliki feature tanggal, namun bagi saya itu bukan jadi masalah. Dengan tidak adanya tanggal pada dial, desain keseluruhan dial menjadi lebih lebar dan bersih.

CASING

Ini adalah bagian yang spesial dan membedakan Milgauss dengan Rolex tipe lainnya. Diameter casing 40mm dengan finishing case, bezel dan lugs adalah polished sehingga terlihat berkilat, apalagi jenis steel yang digunakan adalah tipe 906L, level tertinggi dari baja. Desain bezel terlihat lebih lebar dan sekilas menyerupai bezel datejust II dan dibuat sedikit 'dome'. Casingnya sendiri terlihat tebal dan karena itu desain lugsnya juga dibuat menurun agar tetap nyaman ketika dikenakan.

Seperti ref. 6541, Milgaus modern juga menggunakan "Faraday" cage, dimana case back memiliki 2 lapisan, luar dan dalam. Bagian luar caseback bertuliskan "Milgauss" (x 2) dan juga 2 logo Rolex. Untuk caseback bagian dalam terdapat engraved huruf "B" yang merupakan symbol untuk magnetic flux density. Gambar dibawah menunjukkan caseback Milgauss dan ketika caseback dibuka. Gambar caseback yang dibuka saya ambil dari internet. Dengan konstruksi casing seperti ini dan ketebalan casing nya menyebabkan Milgauss memiliki bobot yang cukup berat yaitu 157 gram, 10 gram lebih berat dari Sea Dweller.


CLAPS

Milgauss menggunakan rantai model Oyster ref. 72400. Clasp memiliki bagian "Easy Link" yang tersembunyi guna memudahkan melonggarkan atau mengencangkan rantai. Finishing rantai adalah polished untuk rantai bagian tengah. Menurut saya, desain rantai seperti ini terlihat pas sekali dengan penampilan keseluruhan jam.


Secara keseluruhan, jam ini terlihat sangat menarik dilihat apalagi ketika dipakai. Desainnya yang terlihat besar dan massive membuat jam ini mudah sekali dibedakan dengan tipe rolex lain dan yang pasti tidak banyak yang mengenakan jam seperti ini.