Kalau ini terjadi pada jam merk Seiko atau casio atau Mido, apakah perlakuannya akan sama dengan Rolex ini?...hmm saya kira kok nggak ya.
Senin, 06 Februari 2012
Misteri ROLEX Daytona '13' Solid Gold Ref.16528
Kalau ini terjadi pada jam merk Seiko atau casio atau Mido, apakah perlakuannya akan sama dengan Rolex ini?...hmm saya kira kok nggak ya.
Sabtu, 24 Desember 2011
Brand Ambassador ROLEX terbaru: Tiger Woods
Penunjukan ini ternyata mengagetkan banyak kalangan pecinta jam dan mereka mempertanyakan hal yang sama: Mengapa ROLEX memilih TW?. Seperti halnya banyak media mengatakan, sekarang bukanlah era-nya TW, terutama setelah pengakuan-nya yang kontroversial mengenai skandal yang dia lakukan dan perceraian 'mahal' dengan mantan istrinya. Saya sendiri bukanlah pemain golf dan juga pengagum TW. Saya hanya mencoba untuk melihatnya dari kacamata seorang penggemar jam, termasuk Rolex.
Mungkin Anda ingat saat pe-golf muda berbakat Eldrick Tont Woods (nama asli dari TW) bekerja sama untuk pertama kalinya dengan Rolex. Namun, Rolex memutuskan untuk mengaitkan TW dengan sub brand Rolex yaitu Tudor. Entah apa yang dipikirkan Rolex saat itu dengan menunjuk TW sebagai brand ambassador Tudor, dan bukannya dengan Rolex sendiri. Padahal semua kalangan saat itu tahu bahwa TW adalah fenomena baru dalam dunia Golf. Mungkin alasannya adalah karena TW saat itu masih sangat muda dan Rolex ingin memajukan Tudor untuk menyisir target pasar dari kalangan orang muda juga. Sedangkan brand ambassador Rolex lebih banyak dihuni oleh para 'senior' dari TW di dunia golf. Ternyata strategi mengawinkan Tudor dan TW kurang begitu berhasil, sampai akhirnya Rolex mencabut peredaran Tudor TW dari pasar Amerika.
Kejadian ini ternyata tidak membuat ROLEX merubah strategy dengan mencoba mengawinkan TW dan Rolex. Sampai akhirnya perjanjian kerjasama selesai tahun 2002 dan TW dipinang oleh Tag Heuer untuk menjadi brand ambassador mereka selama beberapa tahun (sampai skandal muncul). Dan ternyata keberadaan TW di Tag Heuer berhasil mengangkat brand Tag Heuer. Akhirnya, Tag Heuer tidak lagi memperpanjang kontrak dengan TW (begitu juga beberapa brand besar: Gillette, Gatorade dll) karena skandal yang dilakukan oleh TW sangat mencoreng dunia olah raga, terutama nama besar TW. Sebuah biro riset marketing bahkan menyebut TW sebagai salah satu nama paling beresiko sebagai model iklan.
Terlepas dari mulai pudarnya nama TW dan merosotnya prestasi professional TW, gebrakan Rolex dengan memilih TW sebagai brand ambassador ini tentu membuat banyak orang penasaran. Apakah Rolex memiliki grand strategy untuk menaikkan pamor TW sekaligus juga mereposisi brand Rolex? atau mungkin strategy ini merupakan strategy yang salah? apapun hasilnya nanti, orang-orang hanya bisa menduga-duga saja. Tapi saya yakin, Rolex, sebuah brand yang sangat dihormati, tidak akan gegabah dalam memilih tokoh untuk mewakili brand-nya.
Senin, 27 Juni 2011
Misteri Logo Tsunami pada Seiko Diver
Para pecinta Seiko tentu familiar dengan logo 'Tsunami' yang digrafir pada sisi luar caseback Seiko Diver professional. Dalam beberapa forum sering dikatakan bahwa ide atau konsep dari logo 'Tsunami' itu berasal dari sebuah lukisan kayu (wood cut) "In the hollow of a great wave off the coast at Kanagawa" yang bertema sama yang dibuat oleh Hokusai. Pendapat ini muncul karena melihat kesamaan bentuk dominan pada lukisan tersebut dengan logo Tsunami pada jam Seiko diver. Apakah memang benar demikian?Kedua hal itu ternyata tidak berhubungan. Walaupun pola ombak yang tampak sama, Seiko tidak mengambil ide gambar itu untuk kemudian diaplikasikan sebagai logo. Untuk Seiko diver modern (tidak termasuk Seiko vintage), logo Tsunami digunakan sebagai penanda diver profesional 200m atau lebih. Logo ini juga dipakai oleh Alba untuk jam-jam diver profesional mereka.
Pada Seiko diver vintage, logo Tsunami sudah digunakan pertama kali pada seri Silverwave sportdiver generasi pertama pada pertengahan tahun 60-an. Silverwave ini bukanlah jam diver profesional dan hanya memiliki depth rating 30-50m. Kemudian logo Tsunami digunakan pada seri diver klasik 6306, 6306, generasi awal 7002. Sekarang kita coba bandingkan antara lukisan Hokusai dan logo Tsunami Seiko. Sebenarnya yang dilukis oleh Hokusai bukanlah sebuah Tsunami melainkan Okunami (lautan luas dengan ombak besar), sedangkan Tsunami adalah sebuah 'ombak' yang dihasilkan oleh perubahan seismik dari permukaan bumi. Dan apabila diperhatikan dengan seksama, fokus lukisan Hokusai bukanlah ombak, melainkan gunung Fuji dan beberapa kapal nelayan yang sedang mengarungi ombak.

Mis-konsepsi antara lukisan Hokusai (Okinami) dan logo Seiko diver (Tsunami) sudah lama terjadi dan banyak dibicarakan dalam forum di internet. Sebenarnya lukisan ombak besar (Okunami) bukanlah dominasi Hokusai karena tema lukisan ini begitu populer dan banyak dilukis oleh seniman Jepang. Biasanya, lukisan ombak besar selalu disertai gambar Gunung Fuji yang nampak di kejauhan dan terkadang juga gambar dari kapal nelayan. Salah satu contoh lukisan bertema sama adalah karya Ando Hiroshige di bawah ini. masih banyak lagi lukisan setipe yang bisa kita dapat bila search di google.Laut memiliki hubungan yang dekat dengan bangsa jepang dan ini bisa dilihat dari banyaknya karya seni jepang yang bertemakan lautan luas, gunung fuji dan juga nelayan. Mungkin saja Seiko mengambil logo Tsunami sebagai salah satu bukti kedekatan mereka dengan Laut dan sekaligus sebagai penanda bahwa jam Seiko dengan logo Tsunami adalah jam yang tangguh dan bisa diandalkan untuk mengarungi dan menyelami lautan dalam.
Minggu, 19 Juni 2011
Gala Dinner JAEGER LeCOULTRE Reverso 80th Anniversary
AMVOX Chronograph
Kamis, 20 Januari 2011
"SWISS MADE": Apa maksudnya?
Setiap kali ditanyakan mengenai 'jam tangan', yang langsung muncul dalam pikiran adalah "SWISS MADE" atau buatan Swiss. Karena memang 8 dari 10 orang mungkin akan menjawab bahwa jam tangan ya harusnya buatan Swiss. Jadi, tidak heran kalau kita melihat banyak sekali tulisan "SWISS MADE" dicetak di banyak merek jam dari mulai merek 'beneran' sampai merek yang baru muncul 'kemarin sore'. "SWISS MADE" menjadi sebuah alat ampuh untuk menunjukkan kualitas, akurasi, kehandalan dan desain yang baik, walaupun dalam kenyataan sebenarnya tidak semua jam dengan label "SWISS MADE" memang benar-benar memiliki semua kriteria diatas. Untuk beberapa jenis, mungkin jam produksi Jepang masih bisa lebih bagus kualitasnya.Diskusi mengenai kriteria atau definisi "SWISS MADE" merupakan salah satu topik hangat yang sedang sering dibicarakan dikalangan produsen jam. Karena ada wacana, standar sebuah merek agar dapat menyandang label "SWISS MADE" akan diperketat. Sebelum kita melangkah lebih lanjut, sebaiknya kita mengetahui dulu apa sih kriteria bagi sebuah merek layak menyandang label "SWISS MADE"?
Sebuah jam berhak untuk disebut 'SWISS MADE' apabila:
1. movement yang digunakan adalah buatan Swiss
2. Movement dan casing di asembling di Swiss
3. Quality control atau final inspection sebelum jam itu di produksi masal, dilakukan juga di Swiss

Sebuah movement akan dikatakan "SWISS MADE" apabila:
1. Asembling komponen dilakukan di Swiss
2. Inspeksi kualitas dan produksi-nya dilakukan di Swiss
3. Komponen dalam sebuah movement minimal mengandung 50% komponen yang dibuat di Swiss.
Apabila sebuah jam memiliki movement buatan Swiss tapi pengerjaan lainnya dilakukan diluar Swiss, maka merek tersebut tidak boleh menuliskan SWISS MADE, tapi hanya boleh menuliskan SWISS MOVEMENT atau MOUVEMENT SUISSE. Dan kata-kata itu tidak boleh disingkat seperti SWISS MOVT, SWISS M dll. Untuk komponen movement yang berasal dari Swiss tapi asembling dilakukan diluar Swiss, maka tidak boleh ada kata SWISS MOVEMENT yang dicetak pada dial, dan hanya bisa dituliskan SWISS PARTS pada movement-nya.
Casing juga berhak mendapatkan label "SWISS MADE" apabila:
1. manufaktur casing (stamping, polishing dll) dilakukan di Swiss
2. Asembling dan kualitas kontrol casing dilakukan di Swiss
Secara theory, berdasarkan standar yang sudah ditetapkan oleh Federation of the Swiss watch Industry membolehkan sebuah merek jam menyandang nama "SWISS MADE" meskipun 50% prosesnya dilakukan di luar Swiss. Dalam wacana yang baru, federasi tersebut merencanakan standar baru untuk sebutan "SWISS MADE" ini, yaitu 80%. Hal ini didasarkan kepada semakin mudahnya seseorang untuk membuat jam dan menyandang nama SWISS MADE hanya karena mereka tidak perlu melakukan semuanya di Swiss. Hal ini terkait juga dengan 'nama keramat' SWISS MADE yang identik dengan kualitas yang tinggi, sedangkan banyak merek baru yang secara kualitas sebenarnya tidak bisa disejajarkan dengan 'the real swiss made'.
Masalah lain yang akan muncul dengan akan diterapkannya 80% standar ini adalah masalah supply dan demand. Dengan demand yang menaik secara signifikan, dikhawatirkan bahwa industri Swiss tidak sanggup memenuhi setiap permintaan casing, dial, movement dan komponen lainnya. jalan keluar satu-satunya adalah dengan membeli komponen itu ke asia dengan kualitas yang tidak kalah bagusnya. Tapi tentu saja hal ini akan semakin mempersulit sebuah produsen jam mencapai standar 80%. Karena itu, standar baru ini masih terus dikaji oleh Federasi apakah memang bisa dilaksanakan secepatnya atau masih terus sebatas wacana saja.
Kamis, 18 November 2010
Part Aftermarket (Non Genuine) Pada Jam Antik: Sebuah Pendapat
Untuk mika saya yakin sudah pernah diganti, mungkin dengan yang aftermarket. Karena mika kalau masih asli pasti kondisinya sudah sangat buram bahkan mungkin sudah 'retak seribu' karena faktor usia. Pernah, saya dan seorang rekan berusaha mengidentifikasi dan membuat 'standar' penampilan sebuah mika rolex itu asli atau aftermarket. Ternyata sulit sekali, terutama mika dengan besaran magnifier yang serupa dengan yang asli. Pernah saya bandingkan sebuah mika yang diperoleh dari Rolex service centre dan mika yang saya yakin aftermarket (karena saya belinya Rp.200 ribuan). Ternyata besaran magnifier-nya sama! kemudian saya coba lihat dari sisi desainnya. Ada yang bilang lengkungan mika rolex seperti ini dan aftermarket seperti itu. Tapi setelah di konfrontir dengan beberapa sample, standar itu ternyata juga tidak berlaku karena ada beberapa model mika rolex. Karena dasar itulah maka saya berpendapat bahwa mika rolex adalah bagian yang tidak mesti genuine untuk sebuah Rolex antik.
Gambar dibawah adalah beberapa jenis Rolex antik yaitu model 1601 dan 16013. Kalau dilihat secara fisik kita sulit untuk membedakan mana Rolex yang masih menggunakan jarum jam yang asli dan mana yang aftermarket, karena semuanya tampak sama! begitu juga mika-nya.
Parts aftermarket bukanlah barang tabu untuk sebuah jam antik. banyak orang yang memang fokus untuk membuat parts ini untuk mengisi peluang bagi orang-orang yang ingin merestorasi jam antiknya untuk bisa kembali menjadi indah dilihat dan bagus saat dipakai. Karena memang pihak pabrikan mungkin sudah tidak membuat parts seperti itu lagi. Yang bisa kita lakukan adalah dengan melakukan kanibal terhadap jam sejenis atau membeli aftermarket parts.
Minggu, 07 November 2010
Usia Jam Boleh Tua, Tapi (Sebaiknya) Masih Bagus
Gambar jam dibawah adalah sebagian contoh dari kondisi jam tua yang menurut saya masih bagus dan mulus (menurut standar saya tentunya). Usia jam boleh tua, tapi saat dipakai tidak kalah penampilannya dengan jam yang usianya jauh lebih muda!
King SEIKO Day-Date produksi tahun 1974.Jumat, 29 Oktober 2010
LUMINOVA, Membuat Jam Bisa Bersinar dalam Gelap
Salah satu bentuk keindahan dari jam-jam keluaran baru adalah seperti gambar Rolex Explorer diatas: bisa bersinar dalam gelap. Pemakaian zat yang menyala dalam gelap seringkali digunakan untuk jam-jam sport profesional yang memang karena kebutuhan akan kemudahan membaca waktu dalam kondisi gelap. Zat yang berpendar dalam gelap itu sering disebut sebagai Luminova. Posting kali ini saya akan membahas secara singkat apa yang dimaksud dengan Luminova. Pada posting sebelumnya anda sudah membaca juga mengenai zat yang memiliki kemiripan fungsi dari Luminova yaitu Tritium, saat ini sudah tidak lagi digunakan.
Luminova atau seringkali disebut sebagai 'photo-luminescent' atau 'afterglow' pigmen, adalah sebuah standar bagi para pembuat jam tangan sampai saat ini. Zat yang digunakan adalah non-radioactive dan non-toxic yang ditambahkan pada jarum dan indeks jam. Beberapa jenis jam bahkan melapisi dialnya dengan zat ini. Pemilik paten zat ini adalah sebuah perusahaan Jepang: Nemoto&Co. Ltd. Perusahaan ini berdiri pada tahun 1941 sebagai produsen cat Luminous dan coating. Pada tahun 1960, Nemoto mengembangkan N-Luminous yang mengandung radium dan cepat menjadi populer pada saat itu. Karena adanya keprihatinan terhadap lingkungan, maka segala zat yang mengandung radioactive dikurangi termasuk produk Luminous yang diproduksi oleh Nemoto ini. Kemudian pada tahun 1993, Nemoto mengeluarkan produk innovative yang disebut sebagai LumiNova yang menjawab keinginan para envitomentalis yang meminta pengurangan zat radio active. Keunggulan LumiNova ini adalah kualitas nyala-nya yang lebih terang dan lama dibandingkan teknologi sebelumnya. Sehingga secara langsung para produsen jam beralih menggunakan LumiNova. Sehingga pada tahun 1998 pemerintah Swiss mengikat kontrak secara eksklusif dengan Nemoto sebagai supplier LumiNova ke para produsen jam di Swiss.Kamis, 28 Oktober 2010
PATINA, yang Membuat Jam Antik Menjadi Berkarakter
Bicara mengenai tropical dial, akhir-akhir ini banyak penggila jam antik semakin banyak yang mencari jam antik dengan tropical dial. Dan hebatnya, begitu ada yang menjual, harganya sudah sangat berbeda dengan jam yang sama dengan kondisi yang masih hitam. Kenapa jadi begitu dicari? ya karena populasinya yang sedikit! memanfaatkan situasi ini, Omega bahkan mengeluarkan satu tipe jam legendaris mereka "Speedmaster" dengan dial berwarna coklat. Waktu saya tanyakan kepada mereka melalui email, mereka katakan bahwa jam itu memang sengaja dibuat untuk memenuhi keinginan penggemar jam Speedmaster yang menginginkan dial "tropical", karena Speedmaster dengan tropical dial yang otentik sangat jarang ada dan kalau adapun harganya sangat tinggi. Untuk Speedy baru dengan dial coklat inipun Omega memasang harga yang lebih tinggi dari Speedy biasa. harga terakhir yang pernah saya tanya adalah Rp.42 juta.
Jumat, 30 Juli 2010
TAG HEUER New "Inhouse" Calibre: The controversy of Cal.1887
Untuk merespon pertanyaan dari banyak pihak mengenai originalitas cal.1887, akhirnya J.C babin selaku CEO angkat bicara dengan memberikan jawaban pada sebuah forum horology. Berikut adalah cuplikan dari pernyataan Babin:Dari pernyataan diatas dapat dilihat bahwa sebenarnya TAG HEUER tidak sepenuhnya benar mendevelop dan mendesain ulang platform dari Seiko, tapi melakukan evolusi besar dengan cara mengganti parts, dimensi parts dan tentu saja meningkatkan performance. Sedangkan pengertian In-house secara umum adalah bahwa sebuah movement di desain, di develop dan dibangun sepenuhnya dalam perusahaan dan bukannya mengambil dasar movement lain untuk kemudian dibangun.
Ok. Rasa penasaran para penikmat horologi sudah terjawab dengan pernyataan resmi CEO TAG HEUER tersebut. Pertanyaan yang lebih menarik berikutnya adalah: Kenapa TAG HEUER memilih Seiko daripada produsen movement yang lain seperti ETA, Perret, Lemania dll? sedangkan nama Seiko di mata dunia barat tetaplah sebagai jam 'kelas dua' karena mereka berasal dari Asia.
Beberapa penggemar Seiko mencoba untuk menganalisa konstruksi cal.1887 untuk melihat kecocokannya dengan automatic chronograph movement Seiko, dan ternyata yang konstruksinya identik adalah Automatic chronograph movement Cal.6S37 yang saat ini digunakan untuk Seiko Flightmaster. Banyak kesamaan dari kedua movement tersebut dan perbedaan ada pada dimensi, modifikasi parts dan finishing. Ini memang sesuai dengan deskripsi Babin bahwa mereka melakukan banyak perubahan pada basik movement yang mereka pakai untuk meningkatkan performa dan mempercantik penampilan.Tidak ada yang salah dengan mengadopsi movement pabrikan lain untuk digunakan dalam jam TAG HEUER, bahkan brand ini sudah melakukan pekerjaan yang sangat baik dengan meningkatkan performa dan realibility dari movement Seiko yang menjadi basis movement mereka. Mungkin yang 'agak kurang tepat' adalah cara marketing mereka yang menyatakan bahwa jam ini memiliki 100% in-house movement. terlepas dari kontroversi pasca launching ini, TAG HEUER tetaplah sebuah brand yang kuat dan memiliki kualitas baik serta memiliki banyak penggemar fanatik.
Jumat, 25 Juni 2010
Perbedaan Rolex Datejust 160X dan 1601X
Ciri yang paling mudah dikenali dari Rolex ref.1601 adalah desain dial yang pada pinggirnya dibuat lebih rendah (seperti selokan). Karena bentuk ini menyerupai 'piring', maka banyak orang yang menyebutnya sebagai 'pie pan dial'. Bagi para penggemar 1601, desain dial seperti membuat tampilan Rolex lebih 'berkarakter' dan juga 'seksi'. Ref.1601 selalu memiliki bezel bergerigi yang terbuat dari emas dan rolex jenis ini memiliki 2 varian yaitu material steel dan Yellow Gold (Kombinasi) dan steel dengan bezel terbuat dari White gold. Gambar di bawah adalah contoh Rolex ref.1601 dengan bezel terbuat dari White gold dan rantai jubille terbuat dari steel. Silahkan klik gambar untuk pembesaran gambar.
Gambar dibawah adalah contoh varian dari Rolex 1601 Datejust kombinasi. Varian untuk indeks ada banyak macam. Dari desain balok kuning seperti dibawah atau dengan variasi garis hitam. Warna jarum biasanya juga berwarna kuning karena untuk menyelaraskan dengan warna bezel yang terbuat dari emas. Crown juga harus terbuat dari emas.


