Tampilkan postingan dengan label Seiko 4. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Seiko 4. Tampilkan semua postingan

Rabu, 19 Oktober 2011

SEIKO Ananta Automatic Chronograph SRQ003

Suatu hari saya melihat sebuah tayangan yang sangat menarik di sebuah TV kabel. Tayangan itu menceritakan filosofi sebuah pedang Katana dan proses pembuatannya yang sangat rumit, membutuhkan waktu dan ketelitian yang tinggi hingga menghasilkan sebuah mahakarya yang sempurna bagi sebuah pedang. Pada hari yang lain, saya melihat sebuah berita yang mengatakan bahwa Seiko akan memproduksi sebuah jam yang prinsip desainnya mengacu pada filosofi pembuatan Pedang Katana dan dari prototype desain yang diperlihatkan memang sangat terlihat unik dan penampilan sebuah Katana terlihat jelas pada hampir keseluruhan elemen desain jam itu. Seiko itu diberi nama: ANANTA. Sejak saat itu saya punya keinginan kuat untuk memiliki sebuah jam yang sarat dengan filosofi ini, dan ternyata Seiko Indonesia memasukkan tipe ini juga!

Seiko ANANTA pertama kali diperkenalkan pada BASEL World tahun 2009. Ananta ini masuk dalam jajaran Ellite Collection Seiko yang menggunakan high grade mechanical movement dan teknologi terkini dalam pembuatannya. kata ANANTA diambil dari bahasa kuno Sansekerta yang artinya 'Tak Terbatas/ sangat besar' dan kata ini dipakai untuk menggambarkan semangat untuk mencapai 'kesempurnaan' desain dan filosofi dari sebuah Seiko Ananta. Para desainer dan teknisi Seiko tidak memiliki batasan dalam menciptakan sebuah desain yang secara estetika dan teknologi selalu mengutamakan kesempurnaan.

CASING

SEIKO ANANTA memiliki desain yang sangat khas dan unik yang belum pernah dilihat pada desain jam manapun di dunia. Prinsip desainnya mengacu pada lengkungan pedang Katana. Desain casing dibuat besar dengan diameter 46mm dan tebal 15mm. Dengan dimensi seperti ini, sebuah ANANTA terlihat berotot, besar dan sangat maskulin. Mungkin bagi orang yang memiliki pergelangan tangan kecil tidak akan merasa nyaman dengan dimensi ini. Meskipun berdimensi besar, namun ANANTA ini terasa nyaman ketika dikenakan, mungkin karena desain caseback yang melengkung mengikuti permukaan pergelangan tangan pengguna. Aapabila dilihat dari sisi samping terlihat parabolic curve yang terlihat jelas dan memang desainnya terlihat menyerupai ujung sebuah pedang Katana yang meruncing pada satu sudut.

Desain casing ANANTA memiliki 2 buah komponen. Pertama base casing yang berfungsi sebagai 'dudukan' bagi movement dan casing atas (yang berwarna hitam) dan juga bezel. Desain casing utama pada bagian samping memiliki 3 jenis permukaan. Yang frontal pada sisi casing di poles secara khusus dengan metode 'blade polishing' yang hanya dilakukan oleh 5 master hand polishing di Seiko. Metode ini memang khusus dan tidak semua teknisi di Seiko memiliki keahlian itu. Sisi yang melengkung menggunakan finishing brushed polished dan lengkungan terakhir yang menghadap kebawah diberi finishing polished juga. "Blade polishing' sangat berbeda dengan metode poles pada jam pada umumnya karena hasil poles nya membuat permukaan casing menjadi seperti kaca dan memantul dengan sempurna bayangan di depannya.

Desain lugs dibuat seperti ujung mata pedang Katanan dengan desain yang khas dan terlihat kokoh. Kalau dilihat dari desainnya terlihat bahwa desain lugs ini mengecil diatas dan melebar di bawah sehingga terlihat jam ini lebih kokoh dan stabil. Untuk membuat casing seperti ini, SEIKO membuat mesin CNC khusus yang dibuat secara inhouse oleh para teknisi Seiko karena mesin CNC yang beredar tidak ada yang bisa untuk membuat dan membentuk casing seperti yang dimiliki oleh ANANTA ini.


JARUM DAN INDEKS

Detail desain jarum dan indeks tidak terlepas juga dari konsep dan filosofi pedang Katana. Bentuk jarum jam dan menit menyerupai bentuk pedang Katana dan dibuat 'setajam' pedang tersebut. Ketajaman dan sudut yang membentuk desain jarum ini membuat jarum jam lebih mudah dilihat walau dalam pencahayaan yang minim. Hal ini dimungkinkan karena pantulan cahaya ke jarum juga sudah diperhitungkan dan juga jenis polishing yang dibuat lebih berkilat. Demikian juga dengan indeks hour marker yang dibuat seperti desain jarum jam. Sudut yang dibentuk dan jenis polishing indeks membuat indeks lebih mudah terbaca.


CROWN dan KENOP

Desain Crown dan kenop chronograph ini sungguh menyita perhatian karena desainnya yang sangat tidak biasa. desain crown utama dibuat dengan filosofi desan dari pegangan pedang Katana dan dibuat dengan tingkat akurasi cutting yang sempurna. Seiko mengatakan sebagai "The Crown is cut as precisely as if by Katana Blade!". Desain crown cukup besar sehingga mudah ketika akan digunakan untuk adjust jam dan tanggal. Desain kenop chronograph menyerupai pedal mobil. Desain ini juga sangat memudahkan pemakai ketika akan mengaktifkan dan mematikan chronograph. Dudukan kenop dan crown yang sedikit lebih tinggi membuat crown dan kenop tidak mengenai tangan ketika dikenakan. Jam ini menggunakan sapphire crystal yang diletakkan sedikit lebih tinggi dari bezel. Kristal diberi lapisan anti reflecting yang membuat pandangan ke dial menjadi lebih jelas.


RANTAI

Dengan dimensi dan bobot yang besar dan berat, maka desain rantai juga turut andil dalam memastikan komposisi dan kenyamanan jam ketika dikenakan. Ananta menggunakan desain casing yang menurut saya sederhana dan memiliki dimensi yang proporsional dengan lebar dan besar jam. Ukuran lugs 24mm dengan lebar di ujung rantai 22mm. Folding claps terlihat sederhana. Saya setuju dengan pendekatan ini karena biarlah jam ini 'berbicara' dari desain casing dan penampilan keseluruhan dan tidak perlu sampai mendesain rantai yang desainnya juga 'sophisticated'.


MOVEMENT

Seiko memproduksi sebuah movement dengan caliber 8R28 yang merupakan inovasi terakhir dari Seiko untuk mekanikal chronograph. Movement caliber ini pertama kali digunakan oleh Seiko Velatura automatic chronograph ref.SRQ001 dan saat ini digunakan juga oleh Seiko Brightz Phoenix. 8R28 merupakan high beat movement dengan vibrasi 28,800 bph 34 jewels dengan power reserve 45 jam. kalau diperhatikan bentuk rotor-nya berbeda dengan rotor pada umumnya karena desain ini mengacu juga pada bentuk grip pedang Katana.


Secara overall saya suka dengan desain Ananta ini dan terlihat kokoh. meskipun masih belum terbiasa dengan bobot dan dimensi jam-nya, secara umum masih terasa nyaman ketika dikenakan karena casing jam menempel dengan baik di pergelangan tangan. Saya sih ingin sekali waktu punya seiko yang menggunakan Spring Drive movement dan saya lihat beberapa tipe Ananta sudah menggunakan jenis movement yang hebat ini.

Minggu, 11 Oktober 2009

GRAND SEIKO...I Just love them!

Salah satu target/ cita-cita/ obsesi saya sejak awal menggemari Seiko antik adalah memiliki salah satu produk Seiko terbaik yaitu Grand Seiko. Setiap kali mendatangi gerai Seiko di Plaza Senayan, saya selalu menuju arah paling belakang gerai untuk melihat dan menikmati jajaran produk Grand Seiko. suatu kali saya minta kepada petugas disana untuk mengeluarkan salah satu GS yang dipajang disana dan saya tanyakan berapa harganya...dengan enteng dia menjawab "yang ituuuu...54 juta mas!". Gubrak!

Sejak itu, obsesi untuk mendapatkan GS menjadi semakin besar. Karena tidak mampu beli tipe GS baru maka saya mencari hanya yang vintage. Perburuan membutuhkan waku lama, tapi hasilnya sepadan! I just love my GSs!...

Emblem emas pada case back Grand Seiko merupakan ciri khusus yang menunjukkan kualitas produk yang sangat baik. Menurut saya, GS menjadi terlihat semakin klasik bila menggunakan tali kulit..

Selasa, 06 Oktober 2009

GRAND SEIKO Hi-Beat Cal.6145A

Saya sudah sejak lama mengagumi desain dan kualitas jam-jam Seiko antik terutama yang tipe sport. Salah satu 'obsesi' lain adalah dengan mengumpulkan seri high-end Seiko seperti Grand Seiko dan King Seiko terutama yang memiliki hi-beat movement 36,000bph. Setelah pertama kali mendapatkan Grand Seiko 6146 dari Yogya, saya selalu buka mata dan telinga guna mendapatkan info Grand atau King Seiko lain yang hendak dijual. Dan ternyata info itu hari ini datang dari teman saya di Jakarta.
Hati saya langsung deg-degan saat menerima sms singkat "Bang, ada seiko GS mau dijual". Langsung saja saya minta sms-kan ciri-ciri jam tersebut sekaligus negosiasikan harganya. Hal pertama yang saya tanyakan saat mendapatkan atau melihat sebuah Grand Seiko yang hendak dijual adalah Kenop (crown) nya, karena bagi para penggemar GS, kenop GS merupakan salah satu masterpiece dari jam ini dan sebaiknya mempunyai Grand Seiko dengan kenop yang masih asli.
Hal kedua yang selalu saya tanyakan adalah model jarumnya, karena kalau jarum berbeda dengan pakemnya, bisa jadi jam itu pernah dibuka-buka, gonta-ganti parts atau hal lainnya. Grand Seiko adalah jam high end dari brand ini jadi sebisa mungkin semua yang melekat pada dial dan casing merupakan bawaan jam itu. Hal terakhir yang saya tanyakan adalah kondisi dial. Sebisa mungkin dial masih original, bukan grafir atau re-done. Dial menua atau aging tidak masalah bagi saya karena memang sudah sewajarnya. Yang penting tulisan semuanya masih jelas, logo GS belum pernah copot (kalau pernah copot dan dipasang kembali akan terlihat bekas lem-nya). Indeks GS ini dibuat dengan desain khas jam-jam tahun 70-an dengan bentuk balok yang tidak rata, melainkan seperti bentuk trapesium dan dibuat dengan sangat baik dari segi cutting dan polishing. Setelah semua yakin benar, baru saya berani melihat, menawar dan kemudian membelinya.

Grand Seiko ini merupakan keluarga dari tipe 61GS atau Grand Seiko dengan menggunakan movement hi-beat 36,000 bph. Grand Seiko sebelumnya yang saya miliki memiliki Cal.6146 dengan fungsi day-date, sedangkan Cal.6145 hanya memiliki fungsi date saja. Keunikan dari GS ini adalah benruk casingnya yang saya rasa terlihat lebih kokoh dari versi 6146. Perbedaan yang mencolok adalah material kaca (mika). GS ini memiliki bentuk mika yang tebal menyerupai kristal (hardlex) yang digunakan pada seri automatic chronograph. Dan hardlex ini tidak rata melainkan bersudut (facetted cut hardlex). Pada sisi kiri dan kanan menurun sedikit. Tipe hardlex seperti ini sering saya jumpai pada seri King Seiko Vanac dan juga Seiko Lord Matic.

Seperti halnya seri 6146, case back GS ini juga memiliki emblem emas khas GS dengan informasi tipe 6145-8050. Dari nomor seri diketahui kalau jam ini diproduksi pada Bulan April 1972. Movement 61GS ini diproduksi sejak 1968 sampai tahun 1974 dan dibuat dari dasar movement Seiko matic 5 Cal.61XX. Seiko mengerahkan watchmaker terbaiknya untuk membuat movement ini guna bersaing dengan movement buatan swiss.
Saat saya terima jam ini masih belum pernah dibersihkan sehingga terlihat kotoran bekas karet yang mengeras menempel pada ulir case back, juga kotoran-kotoran pada sudut-sudut lugs. Movement secara umum masih dalam keadaan bersih dan berjalan sangat halus.

Dial berwarna biru muda agak ke abu-abuan dan resiko dari dial berwarna seperti ini adalah akan terjadi perubahan warna yang disebabkan oleh proses oksidasi. Untuk jam dengan usia lebih dari 35 tahun kondisi seperti ini masih bagus. Diameter jam sekitar 35mm, kira-kira sebesar Rolex 6694. Rantai saya pasangkan rantai generik Seiko. Perburuan Grand dan King Seiko seringkali menegangkan karena selain tipe ini jarang sekali beredar, jam-jam seperti ini banyak sekali yang cari karena kolektibel dan value-nya bagus untuk disimpan. Sebuah toko online di Jepang bahkan memberi harga 178,000 Yen untuk tipe ini dengan rantai original GS! weleh..weleh...


Kamis, 02 Juli 2009

SEIKO DIVER Vintage Cal.7005

Seiko diketahui mengeluarkan banyak sekalian varian desain casing dan movement. Begitu juga varian Seiko Diver banyak tipe yang 'terlupakan' karena para penggemar Seiko selalu mengacu pada Seiko diver tipe 6217, 6309, 6105 dan 7002 sebagai seri klasik jam diver.

Salah satunya adalah tipe Diver yang saya peroleh minggu ini. Desain diver ini unik karena desain casing yang 'nyeleneh' dari pakem casing seiko diver. Mungkin karena diver ini bukan diperuntukkan bagi profesional diver karena itu desain casingnya juga tidak sekokoh jam diver profesional. Paling mudah bisa dilihat dari desain crown yang tidak menggunakan sistem screw in atau turn-and-lock. Ketebalan casing juga tidak setebal diver lainnya, karena itu jam diver seperti ini sering disebut sebagai 'dressy diver'.

Desain casing seperti ini mirip dengan desain casing Panerai Luminor hanya saja lugs pada Seiko ini kecil. Seri lain yang pernah saya lihat menggunakan desain casing seperti ini adalah Seiko Sea Lion M88 dan juga Seiko DX. Seiko diver ini memiliki casing bertuliskan 'Water resist 70 m' dan diyakini bahwa tipe ini merupakan tipe-tipe awal bagi Seiko dalam menuliskan pakem tersebut. Tulisan ini dalam produksi selanjutnya digunakan juga pada seri chronograph dengan Cal.61XX.

Dial berwarna biru yang cenderung ke arah warna abu-abu tua. Hal ini berbeda dengan warna bezel yang berwarna hitam. Kombinasi warna dial dan bezel yang berbeda ini menarik dilihat. Desain dial pada indeks dan jarum menggunakan bentuk dominan persegi sehingga kesan jam sport cukup kuat. Desain jarum jam, detik dan menit seperti ini serupa dengan jarum yang digunakan pada seri klasik diver 6217. Jarum detik memiliki bentuk kotak pada ujungnya.

Sekarang kita lihat jeroannya, movement yang digunakan adalah automatic Cal.7005 yang memiliki 17 jewels. Movement ini pertama kali diproduksi pada tahun 1969 yang merupakan movement generasi pertama dari seri Cal.70XX. Cal.7005 merupakan dasar dari perkembangan movement Cal.70XX selanjutnya. Beberapa contoh turunan dari movement Cal.70XX adalah Cal.7002 diver, 7016 chronograph dan movement modern 7S26.

Cal.7005 diakui sebagai movement yang sederhana dan tangguh. Movement ini merupakan hasil pengembangan movement automatic generasi sebelumnya. Desain dibuat lebih tipis hanya 4,50mm dengan bph 21,600. Sebagai perbandingan, cal.6119 sebagai generasi sebelumnya memiliki ketebalan 5,15mm; atau movement tangguh dan paling banyak digunakan dari ETA Cal.2824 memiliki ketebalan 4,60mm. Seiko hanya memproduksi cal.7005 sampai tahun 1971 saja karena setelah itu Seiko memproduksi movement dengan cal.70XX dengan basis 7005.

Karena memang bukan diperuntukkan bagi diver profesional, maka crown pun dibuat seperti lazimnya jam-jam dress watch seiko lainnya. Mungkin akan lebih menarik lagi kalau desain crown dibuat lebih besar dan kokoh sehingga kesan jam sport akan semakin terlihat. Desain ulir bezel dibuat hanya satu tingkat dan berbeda dengan versi profesional yang apabila dilihat dari samping terlihat seperti terdiri dari 2 layer.

Kalau lihat pada gambar dibawah, desain lugs yang 'curam' dan berbentuk seperti kait membuat jam ini terlihat kecil di pergelangan tangan. Desain lugs seperti ini kemungkinan bertujuan agar desain casing menjadi lebih 'terlihat' dan kesan 'besar' akan lebih terasa, karena kalau casing dibuat panjang akan terlihat aneh penampilan keseluruhannya.

Jam ini memiliki diamater casing sekitar 39mm, lebih besar dari jam-jam seiko umumnya tapi lebih kecil dari standard sebuah jam diver. Dari serial number (981121) diketahui kalau jam ini diproduksi pada Bulan Agustus 1969.

Rabu, 01 Juli 2009

SEIKO Chronograph Designed by Giugiaro

Untuk dapat lebih menarik perhatian pencinta jam, Seiko pada tahun 1982 meminta seorang desainer otomotif bernama Giugiaro dari rumah desain Italdesign untuk ikut mendesain beberapa tipe jam quartz chronograph yang saat itu baru saja diluncurkan.
Kalau dilihat desain yang diaplikasikan pada Seiko ini memang sangat kental nuansa otomotif-nya. Desain sub register dibuat mirip dengan desain dash board sebuah mobil. Desain-desain yang dibuat oleh Giugiaro langsung saja menarik perhatian para penggemar jam pada saat itu karena memang desain Giugiaro banyak yang 'melenceng' dari pakem jam pada umumnya. Rata-rata desain dari Giugiaro untuk Seiko memiliki desain casing yang asymetric dengan seolah beban lebih condong ke satu sisi.

Kombinasi warna yang dipakai juga belum pernah digunakan pada jam-jam Seiko sebelumnya. Keseluruhan material pada jam ini adalah steel yang diberi finishing warna abu-abu tua dan hitam dengan aksen untuk kenop, index dan bezel berwarna merah terang. Sedangkan dial terdiri dari 2 lapis. Lapisan pertama berwarna abu-abu senada dengan casing dan rantai, lapisan dibawahnya untuk area sub register berwarna hitam pekat. Kombinasi ini sangat menarik karena berkesan sangat sporty dan maskulin.

Untuk menguatkan kesan otomotif dan sporty, Giugiaro mendesain kenop (pusher) chronograph berbentuk kotak serupa dengan pedal pada mobil dengan warna yang menyolok. Sedangkan kenop pada sisi seberangnya tetap menggunakan desain asli seiko yang berbentuk bulat dan sewarna dengan casing.

Movement yang digunakan pada Seiko ini adalah Quartz Chronograph cal.7A28 yang merupakan movement quartz chronograph terbaik yang pernah dibuat dan merupakan analog pertama di dunia yang dibuat pertama kali tahun 1983. Movement ini memiliki 15 jewels dan tidak menggunakan material plastik satupun pada movementnya. Bukti ketangguhan dari movement ini adalah dengan adanya pesanan khusus dari British Royal Air Force untuk melengkapi penerbang mereka dengan jam Seiko ini.
Jam dengan diameter 40mm ini diproduksi pada bulan Mei tahun 1984 yang bisa diketahui dari serial number yang tertera di case back 45XXXXX. Pada saat itu price list untuk Seiko Giugiaro ini adalah 50,000 Yen.



Kamis, 14 Mei 2009

Seiko Bellmatic 17 and 27 Jewels: The Different

Bellmatic adalah salah satu produk Seiko yang dapat dimasukkan dalam kategori complicated watch karena adanya fungsi alarm dalam sebuah movement mekanik. Hampir semua jam Seiko Bellmatic menggunakan automatic movement cal.4006A yang diproduksi dari tahun 1967-1977 dengan mengeluarkan 3 versi 17, 21 dan 27 jewels. Posting ini hanya akan membahas perbedaan antara 2 jenis bellmatic yaitu versi 17 jewels yang lazim ditemui dan versi 27 jewels yang lebih jarang.

Perbedaan pertama kali adalah saat caseback dibuka. Pada rotor akan terdapat informasi mengenai jenis movement yang digunakan. Ini juga salah satu cara bila kita ingin mengetahui bahwa bellmatic yang kita beli memang sesuai pakemnya. Karena bisa saja tulisan di dial 27 jewels tapi ternyata movement yang digunakan tertulis 17 jewels.



Perbedaan kedua akan terlihat saat kita mengangkat rotor. Penambahan 2 jewels terdapat pada bagisn yang ditunjukkan oleh panah pada gambar di bawah.

Perbedaan berikutnya akan terlihat saat kita mengangkat roda mainspring (paling besar) dan roda untuk alarm (paling atas). Komponen dibawahnya terlihat ada penambahan jewels pada as roda yang diangkat. Jadi total penambahan yang sudah teridentifikasi adalah 4 buah.


6 sisa jewels terletak dibawah dial. Gambar dibawah adalah posisi movement dibalik dengan dial menghadap keatas dan dilepas. Dibawah dial akan terdapat ring tanggal dan hari (pada gambar dibawah ring sudah dilepas)


Gambar dibawah menunjukkan lokasi 6 jewels tersisa yang terdapat dibawah ring calendar. Penambahan jewels pada tempat-tempat tersebut diyakini akan mengurangi friksi antar parts dan hal ini menyebabkan pergerakan parts menjadi lebih mulus dan akurasi juga meningkat. Diyakini Seiko melakukan hal ini sebagai upgrade terhadap movement standard 17 jewels. Namun belum ada penjelasan mengapa Seiko tidak meneruskan produksi versi 27 jewels ini (diskontinue 1974) dan tetap melanjutkan versi 17 jewels sampai tahun 1977.


Selasa, 10 Juni 2008

SEIKO 60s and 70s vintage = Cheap Watches?

Banyak orang beranggapan dan mengatakan bahwa jam-jam Seiko vintage terutama dari tahun 60 dan 70an adalah jam murah yang berkualitas bagus. Apakah benar sejak awal dikeluarkan jam-jam tersebut merupakan jam murah berkualitas bagus? Saya akan paparkan beberapa fakta mengenai hal tersebut.

Pada tahun 60 hingga 70an, Seiko Diver terutama cal.6105 dan 6309 menjadi "legenda" bagi para prajurit Amerika. Karena sebagian besar dari prajurit menggunakan jam tipe itu di pergelangan tangan mereka. Alasannya adalah karena jamnya sangat tangguh, akurat dan terutama sekali "murah". Mereka membeli jam tersebut ketika ditempatkan di Jepang atau transit di Jepang sebelum dikirim ke medan perang Vietnam.

Jam-jam ini dikatakan "murah" karena para prajurit itu membandingkannya dalam mata uang Dollar AS, yang saat itu jauh lebih kuat dari Yen Jepang. Tapi bagi orang Jepang, jam-jam tersebut termasuk jam-jam yang mahal bila dikaitkan dengan penghasilan masayarakat Jepang pada masa itu. Sebagai gambaran, pada tahun 1968 gaji bulanan seorang pegawai baru di Jepang pada saat itu adalah 28,000 yen. Pada saat yang bersamaan, Seiko mengeluarkan tipe Diver 6105 (lihat gambar dibawah) dengan harga bandrol 14,500 yen dan ini sudah lebih dari separuh gaji karyawan baru pada saat itu.

Tahun yang sama juga (68) Seiko mengeluarkan tipe Diver cal.6159A (lihat gbr dibawah) untuk profesional diver 300m, yang sering juga disebut sebagai the "Grand" Seiko Diver karena movement-nya adalah hi-beat 28,800bph. Jam ini diluncurkan dengan harga 38,000 yen. Jadi seorang pegawai baru harus menunggu 2 bulan gaji baru bisa membeli sebuah jam Seiko diver 6159 baru!
Pada tahun 1970, rata-rata gaji pegawai baru di Jepang meningkat menjadi 32,150 yen per bulan. Tahun yang sama, Seiko mengeluarkan tipe automatic chronograph cal.6138 dengan harga 20,000 - 23,000 yen. Bahkan untuk cal.6138B (grade yang lebih tinggi) harganya sampai 30,000 yen (lihat gambar dibawah). Hal ini kembali menunjukkan bahwa seorang karyawan baru akan hampir menghabiskan sebulan gajinya hanya untuk membeli sebuah jam Seiko chronograph. Bagaimana kalau dengan Grand Seiko atau King Seiko? tentu lebih mahal lagi..

Bagaimana dengan masa sekarang? seorang karyawan baru lulusan perguruan tinggi di Jepang akan menerima gaji per bulan sebesar 200,464 yen (data tahun 2002). Jam Seiko MarineMaster 300m professional automatic dijual dengan harga 250,000 yen dan sebuah Grand Seiko bisa mencapai 350,000 yen!
Kesimpulannya,
Jam-jam sport Seiko (Diver dan chronograph automatic) yang seringkali kita sebut sebagai 'jam murah' ternyata pada masanya merupakan jam mahal. Jam-jam ini dulunya merupakan jam mahal karena memang secara kualitas they're damn good! nah kalau sekarang anda bisa mendapatkan jam-jam ini dalam kondisi bagus dan harga yang tidak begitu mahal..just go for it!

Jumat, 31 Agustus 2007

SEIKO Automatic Chronograph Family!

Seiko (menurut saya) memang patut untuk dikoleksi terutama versi Chronograph vintage. Saya coba kumpulkan jenis-jenis dari chronograph tersebut dalam posting ini. Kode JP menunjukkan bahwa produk tersebut dibuat dan dipasarkan hanya untuk pasar lokal Jepang saja. Penanda paling mudah adalah selalu ada tulisan SPEEDTIMER di dial-nya.
Berikut diantaranya:

Caliber 6139



Caliber 6138

Ada sebutan penggemar seiko untuk koleksi ini, dari kiri ke kanan: Seiko UFO, Tokei Zara blue dan Tokei Zara grey dial

Dan berikut adalah koleksi-koleksi yang dibuat untuk pasar ekspor (di luar Jepang). Tidak ada tulisan SPEEDTIMER.
Berikut diantaranya:
Caliber 6139

Dari gambar diatas, terdapat THE FIRST AUTOMATIC CHRONOGRAPH yang dibawa ke ruang angkasa yaitu 6139-600(2) dengan dial warna kuning. Barisan bawah urutan pertama dan kedua sering disebut juga sebagai Seiko Helmet karena design casing-nya yang menyerupai helm.
Caliber 6138

And the last, let me introduce you to the most sought after Seiko automatic chronograph: Bull Head (aka: Mickey Mouse) and Calculator!

Well... they're beautiful, aren't they?